Saat membeli monitor di Dieng Plaza minggu lalu, saya dan Mas Ranu sempat membicarakan tentang pembuatan jalan tembusan di jalan Raya Langsep yang dilakukan oleh pihak Perumahan Ijen Nirwana Residence sebagai jalan masuk ke perumahan milik Bakrieland tersebut. Dan ternyata kami mempunyai pemikiran yang sama bahwa pembuatan jalan tembusan itu kurang tepat jika dilihat dari segi keamanan dan kepadatan lalu lintas di kawasan yang termasuk ramai tersebut.

Jalan Raya Langsep termasuk jalan kembar dua arah yang dipisahkan oleh sebuah taman memanjang dari arah selatan yang dimulai dari SPBU Mergan dan berakhir di utara tepatnya di Dieng Plaza. Taman kecil yang memanjang ini ditanami pohon pelindung, tanaman perdu dan hias yang selain berfungsi sebagai penghias kota juga sebagai penyeimbang lingkungan dan menekan tingkat pencemaran udara akibat asap kendaraan yang melintas di situ.

Di jalan Raya Langsep sendiri ada lima jalan tembusan yang berfungsi sebagai penghubung jalan di sisi kanan dan kiri. Tembusan pertama ada di dekat Pasar Mergan, yang kedua letaknya di dekat STM Nasional, yang ketiga di tengah-tengah persis dan yang keempat di depan Masjid Al-Ikhlas dan yang terakhir di depan gang Radio KDS 8. Tembusan di depan Masjid Al-Ikhlas terpaksa ditutup karena di situ sering terjadi kecelakaan akibat kencangnya arus kendaraaan dari arah selatan.

Nah jalan tembusan yang dibuat oleh pihak INR ini berada di antara jalan tembusan pertama dan kedua yang jaraknya berdekatan. Menurut kami pembuatan jalan tembusan di situ kurang tepat karena arus lalu lintas di depan pintu masuk INR sangat padat dan ramai sekali terutama pada jam-jam pulang kantor, pengendara mobil dan motor dari arah utara mayoritas memacu kendaraannya sangat kencang sekali. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika arus kendaraan dari utara yang sedang padat dan ramai itu mendadak dihentikan ketika ada kendaraan yang keluar-masuk dari INR. Tentunya akan menyebabkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan.

Selain itu pembuatan jalan tembus INR telah mengorbankan beberapa pohon pelindung yang ada di taman memanjang tersebut. Saya tadi sudah gugling di internet untuk mencari Perda Kota Malang tentang Pertamanan Kota dan hanya menemukan yang tahun 2003. Kalaupun ternyata sudah tidak dipakai lagi saya rasa perubahannya tidaka banyak. Di Perda Kota Malang No. 3 Tahun 2003 tentang Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota Pasal 12 tentang Pemanfaatan Pertamanan Kota ayat 3 di sana disebutkan bahwa Setiap orang atau Badan yang mengajukan pemotongan pohon atau tanaman yang dipandang mengganggu lingkungan sekitarnya dapat dibenarkan setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk dan diwajibkan bagi yang bersangkutan untuk mengganti dengan bibit pohon atau tanaman.

Lalu apakah pohon dan tanaman di depan pintu INR itu mengganggu lingkungan? Apa malah bukan sebaliknya, dengan penebangan pohon di situ maka akan mengganggu lingkungan??

Kehadiran INR sendiri membawa dampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitar. Dampak positifnya menyediakan fasilitas jogging bagi warga di sekitar. Sedangkan dampak negatifnya saya kutip dari komentar yang ada di sini:
Ijen Nirwana Residence (INR) adalah perumahan yang berkontribusi pada banjirnya kawasan IR Rais, hilangnya aneka satwa, hilangnya hutan kota Malang, hilangnya paru-paru kota Malang, hilangnya daerah resapan air. INR adalah kawasan rumah ELIT, ekslusif. Tidak sesuai dengan kebutuhan sebagian masyarakat kota malang. Untuk jangka panjang INR adalah bencana bagi malang.

Tentang banjir di kawasan IR Rais (Tanjung) yang berada di sebelah selatan INR saya sendiri belum tahu secara pasti karena saya memang bukan warga situ. Kalau soal hilangnya aneka satwa dan hutan kota Malang itu memang benar adanya karena sebelum dibangun INR di kawasan itu merupakan hutan kota yang di dalamnya terdapat beberapa satwa yang hidup di situ.

Saya sendiri memang pernah jogging di INR dan tidak saya pungkiri memang enak dan nyaman jogging tracknya. Tulisan ini hanyalah wujud kepedulian saya sebagai warga kota Malang terhadap sesuatu yang tidak beres menurut saya yang terjadi di kota kelahiran saya ini. *lebaay*

Tidak ada maksud sama sekali untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu, dalam hal ini adalah INR. Hanya berharap semoga ini menjadi masukan jika mungkiiin saja mereka membaca tulisan saya ini.



Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

28 responses »

  1. perumahan slalu jd momok pengurangan daerah lahan hijau..

  2. thebimz berkata:

    kamu developernya wan?

  3. mychocolatebox berkata:

    mudah2an blognya dibaca sama org2 yg berkepentingan…

  4. siantiek berkata:

    dimana2 permasalahannya sama :), yg penting kan bagi developer uang dan uang, emang ada gt yg memperhatikan keseimbangan lingkungan?

  5. nawhi berkata:

    sopiahyar said: hmmm…..

    hmmm juga 😛

  6. nawhi berkata:

    emokidonlastevening said: perumahan slalu jd momok pengurangan daerah lahan hijau..

    iya Pit, manusia semakin banyak jumlahnya sementara lahan untuk perumahan semakin berkurang. kayaknya kita harus segera cari planet lain buat anak cucu kita 😀

  7. nawhi berkata:

    thebimz said: kamu developernya wan?

    *gubraax*emang tulisanku terkesan seperti promosiin INR ya Bim? 😀

  8. nawhi berkata:

    mychocolatebox said: mudah2an blognya dibaca sama org2 yg berkepentingan…

    iya semoga, mau kuposting di kompasiana juga.

  9. nawhi berkata:

    siantiek said: dimana2 permasalahannya sama :), yg penting kan bagi developer uang dan uang, emang ada gt yg memperhatikan keseimbangan lingkungan?

    iya kayaknya.uang memang bisa membutakan manusia.

  10. aghnellia berkata:

    iyah yang penting mah uang..segala urusan beres.. Ntah jadinya malah bikin macet atau banjir! Oh manusia

  11. nawhi berkata:

    aghnellia said: iyah yang penting mah uang..segala urusan beres.. Ntah jadinya malah bikin macet atau banjir! Oh manusia

    itulah Mbak, pembangunan di Malang memang bagus sih tapi banyak yang nggak sesuai sama tata ruang kota, kayak misalnya mall di kawasan pendidikan, ruko-ruko yang buanyak di sepanjang jalan dsb.

  12. wprazh berkata:

    nawhi said: Selain itu pembuatan jalan tembus INR telah mengorbankan beberapa pohon pelindung yang ada di taman memanjang tersebut. Saya tadi sudah gugling di internet untuk mencari Perda Kota Malang tentang Pertamanan Kota dan hanya menemukan yang tahun 2003. Kalaupun ternyata sudah tidak dipakai lagi saya rasa perubahannya tidaka banyak. Di Perda Kota Malang No. 3 Tahun 2003 tentang Pertamanan Kota dan Dekorasi Kota Pasal 12 tentang Pemanfaatan Pertamanan Kota ayat 3 di sana disebutkan bahwa Setiap orang atau Badan yang mengajukan pemotongan pohon atau tanaman yang dipandang mengganggu lingkungan sekitarnya dapat dibenarkan setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk dan diwajibkan bagi yang bersangkutan untuk mengganti dengan bibit pohon atau tanaman.

    paling diijinkan sbg kompensasi sponsor di dada pemain arema

  13. nawhi berkata:

    wprazh said: paling diijinkan sbg kompensasi sponsor di dada pemain arema

    kalau emang bener gitu, sebagai Aremania yang pasti kecewa.

  14. siantiek berkata:

    nawhi said: mall di kawasan pendidikan

    kan enak , plg skul maen dl k mol 😀

  15. ibuseno berkata:

    Ini taman kota yg bekas APDN Malang itu bukan ya Wan ?

  16. ranumber77 berkata:

    Semua istilah jalan tembus di sini saya koreksi biar lebih tepat menjadi jalan putar. Yang jelas adalah pembukaan taman untuk jalan putar dalam hal ini lebih tepat disebut jalan khusus yang dibuat untuk INR. Kasus ini sebenarnya juga bukan yang pertama. Pembukaan median jalan di utara (jembatan layang) Arjosari untuk akses ke Riverside dulu juga sempat memunculkan polemik. Tentang landasan hukumnya aku juga belum nemu yang lebih baru Wan. Kalo memang bener, berarti perda itu belum dicabut dan diganti yang artinya masih berlaku!Sekadar catatan tadi nemu Rancangan RDTRK tentang Tata Detail Tata Ruang Kota 2011 yang biasanya bersinggungan juga dengan tema ini. Sayangnya gak punya akun Scribd.http://www.scribd.com/doc/49622567/RDTR

  17. nawhi berkata:

    Sip makasih koreksinya, aq tadi sebenarnya bingung menyebutnya apa.Besok aq ganti deh judul n konten blognya.

  18. nawhi berkata:

    Teh Icho: masih satu kawasan Teh, orang2 menyebutnya Lambau.Bangunan APDN ada di sebelah timur.

  19. ranumber77 berkata:

    ibuseno said: Ini taman kota yg bekas APDN Malang itu bukan ya Wan ?

    Dulu di sana berdiri SPMA, Sekolah Pertanian Menengah Atas (kalau gak salah). Siswanya dari berbagai pelosok tanah air. Sekarang sudah dipindah ke wilayah utara Malang dan sudah berganti nama. Kalau bekas APDN lokasi tepatnya ada depan rumdin Walikota di pojok Jalan Kawi dan Terusan Ijen.

  20. nawhi berkata:

    eh salah lagi *tepok jidat*

  21. debapirez berkata:

    Bakrie..oh…Bakrie…

  22. nawhi berkata:

    debapirez said: Bakrie..oh…Bakrie…

    gimana tuh Om?

  23. debapirez berkata:

    nawhi said: gimana tuh Om?

    pdhl duitnya tajir. kirim ke media aja. kalau dah disorot media, Bakrie baru peduli tuh…

  24. ibuseno berkata:

    nawhi said: Teh Icho: masih satu kawasan Teh, orang2 menyebutnya Lambau.Bangunan APDN ada di sebelah timur.

    Oh.. nyesel deh gak pernah ke sana waktu mantanku sempat merasakan 1 tahun di APDN Malang 🙂

  25. ibuseno berkata:

    ranumber77 said: Dulu di sana berdiri SPMA, Sekolah Pertanian Menengah Atas (kalau gak salah). Siswanya dari berbagai pelosok tanah air. Sekarang sudah dipindah ke wilayah utara Malang dan sudah berganti nama. Kalau bekas APDN lokasi tepatnya ada depan rumdin Walikota di pojok Jalan Kawi dan Terusan Ijen.

    Oh.. mungkin ini yang pernah di ceritakan hmm siapa ya lupa, pengarang wanita asal malang yg ‘maaf’ cacat itu. Betapa sejak pembangunan lokasi ini sudah tidak ada lagi kunang2 di sana..

  26. nawhi berkata:

    Ratna Indraswari Ibrahim Mbak, judul novelnya Lemah Tanjung. Itu emang terinspirasi dari Lambau.

  27. ibuseno berkata:

    nawhi said: Ratna Indraswari Ibrahim Mbak, judul novelnya Lemah Tanjung. Itu emang terinspirasi dari Lambau.

    Nah.. itu dia.. aku punya bukunya hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s