Kemarin di bagian internet centre tempat saya bekerja membanting tulang (bohong banget) demi sesuap nasi dan segenggam berlian mendapat pengguna yang cukup spesial. Kenapa kok spesial, silahkan ikuti cerita saya berikut.

Pagi itu, seperti biasa saya sedang duduk menghadap komputer ketika ada seorang pengguna yang tahu-tahu menyelonong masuk ke area staff. Agak kaget juga saya karena pengguna itu udah berdiri di belakang saya aja gitu.
“Mas minta tolong dong itu cara ngeprint-nya gimana?”
“Ngeprint apa Mas?”
“Itu formulir job fair.”
“Ya tinggal pilih aja printnya, bisa langsung print dari komputer pengguna kok.”
“Tapi nggak bisa, udah saya klik-klik berkali-kali tetep nggak bisa.”

Saya pun mengikutinya menuju bilik tempat dia ngenet. Sekedar informasi saja, di kampus tempat saya bekerja ada satu bagian bernama Job Placement Centre (JPC) yang salah satu fungsinya adalah memberikan informasi lowongan pekerjaan bagi para alumninya. Kebetulan kantor JPC ini masih satu gedung dengan perpus tempat saya bekerja. Nah sekarang ini JPC sedang mengadakan yang namanya job fair dimana untuk mengikutinya para alumni harus mendaftar secara on-line lewat internet.
Biasanya para alumni yang mendaftar di warnet saya itu langsung pake komputer, mendaftar sendiri dan hanya bertanya saat kesulitan upload foto dan mau nge-print saja. Tapi pengguna yang satu ini agak ‘beda’ karena ternyata saat saya cek dia belum mengisi lengkap semua form-nya sehingga tentu saja dia nggak bisa-bisa nge-print tuh formulir.

Saya cukup memaklumi kenapa pengguna ini, sebut saja namanya Jarot, agak lemot dalam mengisi semua form-nya. Dulu saat masih ditempatin di bagian fotokopi dan pintu keluar saya sudah sering melihatnya ke perpus. Si Jarot ini memang termasuk pengunjung yang rajin, kalau fotokopi banyak banget. Namun sayangnya ada sesuatu yang janggal pada diri Jarot, tingkah laku dan sikapnya seringkali terlihat seperti orang bingung dan maaf, sepertinya keadaan jiwanya itu sudah tidak ‘seratus persen’ lagi. Entah mungkin karena beban kuliah yang terlalu berat atau mungkin pernah mengalami suatu masalah berat yang traumatik sehingga dia sampai jadi seperti itu.

Tak lama setelah saya bantu, Jarot masuk lagi ke area staff dan meminta tolong lagi. Kali ini dia tidak bisa meng-upload foto, ijazah dan transkrip nilainya. Setelah saya periksa, rupanya ukuran file-nya kebesaran. Saya lalu membantu mengecilkan ukuran file-nya.
Eh nggak lama kemudian dia memanggil saya lagi, ternyata file transkrip nilainya tuh formatnya PDF sedangkan di form harus dalam format JPEG. Ya udah saya lalu menawarkan opsi untuk nge-print lagi transkrip nilainya untuk kemudian di-scan dan disimpan dalam format JPEG.
Tapi ternyata file transkripnya itu bukan yang asli melainkan fotokopian, masalahnya adalah print saya nggak bisa mencetak warna sehingga stempel legalisirnya yang warna itu jadi ikutan hitam. Tentu saja nanti jadi dipertanyakan keabsahan fotokopian transkrip nilai tersebut. Akhirnya saya menyarankan agar dia daftar di warnet lain yang bisa mencetak warna.

Sepeninggal si Jarot, saya dan temen kerja saya akhirnya jadi ngomongin dia. Kami cukup salut tapi juga heran dengan keadaannya yang seperti itu ternyata Jarot bisa lulus juga kuliahnya. Tapi kok untuk mengisi form job fair yang mudah banget kayak gitu dia nggak bisa?
“Aah paling-paling dosennya udah pusing dan nyerah ngadepin dia, trus akhirnya dilulusin gitu aja,” begitu kesimpulan teman kerja saya.

Tapi kemudian setelah itu muncul rasa bersalah di dalam diri saya karena saya merasa belum membantu Jarot dengan maksimal. Dan jujur saja, pas saya bilang kalau print saya tidak bisa ngeprint warna ada kelegaan dalam diri ini karena tidak perlu berlama-lama melayani pengguna yang ‘susah’ kayak dia. Kesian juga kalau ternyata di warnet lain dia ngalamin kesulitan dan OP-nya juga nggak bisa bantu.

Eh nggak lama kemudian, pas lagi asyik ngenet si Jarot tahu-tahu udah berdiri gitu aja di samping saya dan nyodorin tiga kertas hasil print yang berwarna pada saya.
“Ini Mas udah saya print, tolong di-scanin.”
“Oh iya…” jawab saya agak tergagap.
Sempat ada pertanyaan dalam diri saya, lha kenapa nggak sekalian aja di-scan dan daftar onlen di tempat nge-print tadi. Apa malah nggak buang-buang waktu balik lagi ke sini. Tapi saya urungkan untuk menanyakan hal itu, saya anggap ini mungkin jalan yang diberi Allah bagi saya untuk menebus rasa bersalah saya pada Jarot.

Setelah semua file beres, saya lalu membantu Jarot daftar on-line lagi. Dan yaa seperti sebelumnya, saya harus menuntun dia satu per satu gitu mengisi form-nya. Saya sendiri sampai heran kok saya mendadak mendapat suntikan kesabaran menghadapinya, tidak seperti sebelumnya. Walaupun sempet ada error sedikit namun Alhamdulillah akhirnya form-nya berhasil terisi dengan benar dan bisa di-print. Lega rasanya karena saya bisa melaksanakan tugas saya dengan baik dan bisa menebus rasa bersalah saya pada si Jarot.

Kalau melihat kualifikasinya yang minim antara lain: tidak punya pengalaman kerja dan berorganisasi sama sekali, lalu tidak ada sumber yang bisa kasih referensi tentang kualitas kerjanya, sepertinya sih akan sulit bagi Jarot untuk bersaing dengan para alumni lainnya yang punya kualifikasi lebih baik darinya. Tapi yaa namanya rejeki itu hanya Allah yang tahu dan kita tidak boleh memandang sebelah mata meski keadaannya Jarot seperti itu, Astaghfirullah ampuni hamba-Mu ini Ya Allah. Semoga Jarot bisa berhasil mendapatkan pekerjaan yang cocok buatnya dan dengan pekerjaannya itu keadaannya bisa menjadi lebih baik dan berguna bagi orang lain, aamiin.

Dari peristiwa ini juga bisa diambil hikmah bagi saya pribadi kalau saya ternyata belum bisa sabar dan profesional menghadapi pengguna yang ‘susah’ kayak Jarot. Rasanya pelayanan yang saya berikan masih jauh dari kata good apalagi excellent service seperti yang saya terima saat prajabatan dulu. Tapi untungnya Allah langsung kasih kesempatan bagi saya untuk memperbaikinya. Andaikan saja di dalam masalah-masalah yang lain bisa seperti itu tentu semuanya akan menjadi lebih baik dengan segera. Karena adakalanya kita terlambat atau tak menyadari akan kesalahan kita sehingga ketika kita ingin memperbaikinya butuh waktu yang lama atau sudah tidak mungkin lagi. Semoga di lain waktu tidak terulang lagi dan saya bisa lebih baik lagi dalam melayani pengguna-pengguna layanan di internet centre, aamiin.

Tulisan ini diikutkan dalam lomba [Hikmah] yang diadakan oleh Oji di sini. Adapun hadiah dari lomba ini adalah tiga buku Be Strong Indonesia seri 8 yang di dalamnya ada cerpennya Oji lalu juga satu buku Be Strong Indonesia seri 13 yang memuat cerpen Mbak Dedew yang terkenal dengan serial Anak Kos Dodolnya. Buku Be Strong Indonesia sendiri merupakan proyek sosial para penulis Indonesia untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana alam di Mentawai, Merapi dan Wasior. Jadi, bagi teman-teman yang masih ingin membantu saudara-saudara kita bisa ikut berpartisipasi dengan cara membeli serial Be Strong Indonesia. Kapan lagi bisa membaca cerpen-cerpen yang menarik sekaligus sambil beramal..!!

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

71 responses »

  1. mahasiswidudul berkata:

    Pengalaman penuh hikmah ku apa yah?? *bengong*

  2. luqmanhakim berkata:

    Ah kuliah! Aku ngerasa kuliah itu cuma buat tempat nongkrong, nyari temen yang banyak dan ilmu yang kudapat dari bangku kuliah nggak berguna sama sekali buat penghidupanku! Buat apa kuliah kalo cuma nyari ijazah! * Sambil duduk di pojokan bertahun-tahun menyesali nasib kenapa kuliah akuntansi dan bukannya seni rupa…

  3. tranparamole berkata:

    Hikmah pagi ini. Tfs. Cool.

  4. wprazh berkata:

    di komputer ada microsoft onenote ga? itu bisa digunakan untuk nyimpan ke jpg ga perlu diprint dan discan 🙂

  5. Eh, Oji bikin lomba?Aaah, ikutaaaan …*semoga bukan niat impulsive

  6. nawhi said: Entah mungkin karena beban kuliah yang terlalu berat atau mungkin pernah mengalami suatu masalah berat yang traumatik sehingga dia sampai jadi seperti itu.

    Kadang kalo yang aku perhatiin, para mahasiswa abadi itu tingkahnya emang jadi aneh, Wan. Antara kesyian dan gemes aja ngeliatnya. Gemes dalam arti sebel. Terutama kalo udah di-pepet pepet buat ditanya ini itu yang menunjukkan bahwa dia samsek enggak mudeng dengan apa yang ditanyakannya. *sigh

  7. sopiahyar berkata:

    baik nya.. anak baik..

  8. nawhi berkata:

    mahasiswidudul said: Pengalaman penuh hikmah ku apa yah?? *bengong*

    ini aku awalnya nulis juga nggak diniatin buat lomba kok trus pas udah mau selesai langsung inget lombanya Oji.

  9. nawhi berkata:

    grasakgrusuk said: OP yg baik..

    jadi malu neh dipuji sama Wewet 😀

  10. nawhi berkata:

    luqmanhakim said: Aku ngerasa kuliah itu cuma buat tempat nongkrong, nyari temen yang banyak dan ilmu yang kudapat dari bangku kuliah nggak berguna sama sekali buat penghidupanku! Buat apa kuliah kalo cuma nyari ijazah!* Sambil duduk di pojokan bertahun-tahun menyesali nasib kenapa kuliah akuntansi dan bukannya seni rupa…

    Yang aku sukai dari kuliah ya itu Mas, kita bisa dapat kesempatan untuk kenal macam-macam orang dari semua daerah. Tapi temen kuliahku sedikit, maklum ekstensi he he he*temenin mojok*walau dulu aku anak IPS tapi nggak suka sama akuntansi.lha kenapa dulu ga ambil seni rupa Mas? apa karena tuntutan dari ortu?

  11. nawhi berkata:

    tranparamole said: Hikmah pagi ini. Tfs. Cool.

    your welcome bro.

  12. nawhi berkata:

    wprazh said: di komputer ada microsoft onenote ga? itu bisa digunakan untuk nyimpan ke jpg ga perlu diprint dan discan 🙂

    itu satu paket di program microsoft ya Mas? baru tahu gunanya itu, thanx infonya.

  13. nawhi berkata:

    revinaoctavianitadr said: Eh, Oji bikin lomba?Aaah, ikutaaaan …*semoga bukan niat impulsive

    Iya Mbak, cek aja ke TKP.Ikutan aja wes. *komporin*

  14. nawhi berkata:

    revinaoctavianitadr said: Gemes dalam arti sebel. Terutama kalo udah di-pepet pepet buat ditanya ini itu yang menunjukkan bahwa dia samsek enggak mudeng dengan apa yang ditanyakannya. *sigh

    curcol neh ceritanya :Paku juga gemes-gemes sebel sama pengguna (demi lomba jadi nulis endonesa, biasanya nyebut user) yang kayak gitu, soalnya juga susah dimengerti apa maunya. atau kalo ga gitu suka seenaknya tapi kita mau marahin itu juga kayaknya nggak ngefek.

  15. darnia berkata:

    weh..kenopo lek nulis apik mesti kanggo lomba to, mas :(*agak kecewa*

  16. nawhi berkata:

    sopiahyar said: baik nya.. anak baik..

    pria yang baik lebih tepatnya 🙂

  17. nawhi berkata:

    darnia said: weh..kenopo lek nulis apik mesti kanggo lomba to, mas :(*agak kecewa*

    nggak juga Dan.ini aku awalnya nulis murni curhatan masalah kerja trus pas udah mau selesai baru ingat lombanya.

  18. wprazh berkata:

    nawhi said: itu satu paket di program microsoft ya Mas? baru tahu gunanya itu, thanx infonya.

    kl ms office diinstal semua mestinya ada.ntar ta buatin tutorialnya ya

  19. fendikristin berkata:

    OP yang baik nih Mas Ihwan..super duper sabar… banyak juga di kampus yang model2 nya si jarot ini ya..dulu di kampus-ku juga ada, ada yang emang lemot abis…ada juga yang pinter buangeett malah jadi “aneh” hihihihi

  20. takedisaja berkata:

    luqmanhakim said: Buat apa kuliah kalo cuma nyari ijazah! * Sambil duduk di pojokan bertahun-tahun menyesali nasib kenapa kuliah akuntansi dan bukannya seni rupa…

    emang mas buat kuliah buat nyari ijazah doang ya?*dari pada duduk sangat lama di pojokan, gimana kalo ilmu akuntansinya diwariskan ke saya?

  21. takedisaja berkata:

    nawhi said: Semoga di lain waktu tidak terulang lagi dan saya bisa lebih baik lagi dalam melayani pengguna-pengguna layanan di internet centre, aamiin.

    amiiin…. niat yg baik, smg dimudahkan jadi seperti yg diharapkan.

  22. nawhi berkata:

    wprazh said: ntar ta buatin tutorialnya ya

    oke, ditunggu Mas postingannya.

  23. nawhi berkata:

    fendikristin said: OP yang baik nih Mas Ihwan..super duper sabar… banyak juga di kampus yang model2 nya si jarot ini ya..dulu di kampus-ku juga ada, ada yang emang lemot abis…ada juga yang pinter buangeett malah jadi “aneh” hihihihi

    Nggak tahu kemarin itu kesambit Malaikat Penyabar mungkin he3.aku kasihan orangtuanya kalo liat mahasiswa2 kayak gitu, udah berkorban banyak buat nguliahin anaknya tapi ternyata kayak gitu.

  24. nawhi berkata:

    takedisaja said: amiiin…. niat yg baik, smg dimudahkan jadi seperti yg diharapkan.

    makasih Mas doanya.

  25. fauziatma berkata:

    Makasih udah ikutan, Wan. Hehe, tadi deg-degan banget buka jurnal ini. Nenangin diri dulu, baru baca deh.

  26. fauziatma berkata:

    nawhi said: lha kenapa nggak sekalian aja di-scan dan daftar onlen di tempat nge-print tadi. Apa malah nggak buang-buang waktu balik lagi ke sini. Tapi saya urungkan untuk menanyakan hal itu, saya anggap ini mungkin jalan yang diberi Allah bagi saya untuk menebus rasa bersalah saya pada Jarot.

    Lah iya, ya. Kenapa enggak di warnet itu aja. Manusiawi banget mikir begini, tapi kalau sampai dia diterima kerja, Ihwan benar-benar berjasa lho. Aamin.

  27. debapirez berkata:

    Wah…Ihwan makin sabar & bijak neh.calon suami idola gadis2 deh haha..

  28. itsmearni berkata:

    ternyata Ihwan baik ya ;p;p;p

  29. nawhi berkata:

    fauziatma said: Makasih udah ikutan, Wan. Hehe, tadi deg-degan banget buka jurnal ini. Nenangin diri dulu, baru baca deh.

    Sama-sama Ji.lha kenapa kok deg-degan segala 😀

  30. nawhi berkata:

    fauziatma said: tapi kalau sampai dia diterima kerja, Ihwan benar-benar berjasa lho. Aamin.

    aku malah lebih mikir kalau aku nggak bantu dia dengan maksimal trus akhirnya jadi kehilangan kesempatan kerja, yang pasti aku akan merasa bersalah banget.

  31. nawhi berkata:

    debapirez said: Wah…Ihwan makin sabar & bijak neh.calon suami idola gadis2 deh haha..

    Wekekekeke harus itu Om.

  32. nawhi berkata:

    itsmearni said: ternyata Ihwan baik ya ;p;p;p

    lha emang selama ini mengira aku bukan orang baik-baik ya :(( lebay.com

  33. nanazh berkata:

    ou ou ou…. jadi teringat salah satu materi dalam diklat saya, “service excellent” atau pelayanan prima… ni penting banget buat aparatur negara yang bertugas untuk pelayanan masyarakat… hmm teori2nya bagus dan menarik sih, cuman memang perlu i’tikad kuat dari semua pihak yang terkait untuk mewujudkan pelayanan macam ini…*OOT gak ya ni he… yang penting pada satu kesimpulan saya sangat setuju tentang peningkatan profesionalitas kita dalam melakukan apa pun, termasuk bekerja dan membantu orang lain

  34. fauziatma berkata:

    Biasalah pengalaman pertama.

  35. an99a berkata:

    Serba susah sih mas. Ktmu pelanggan yg jutek jg sebel pasti kan. Yg jd pelanggan jg gt, pas ketemu petugas / penjual yg nyebelin bawaannya pengen mites meh.. Haha.. Intinya jd pribadi yg baik aja deh dulu.. *sok berat ngomongnya

  36. daffari berkata:

    Mas mas yang baik.. Tfs..Klo pagi ini saya malah masih tertidur pulas, memanfaatkan waktu libur.. 😀

  37. tintin1868 berkata:

    belajar sabar dr jarot byk berkah dan ilmunya..

  38. moestoain berkata:

    :)SABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  39. ranumber77 berkata:

    Vote: 1 suara dariku.

  40. ydiani berkata:

    Moga dibalas yg terbaik

  41. takedisaja berkata:

    nawhi said: makasih Mas doanya

    waduw…lagi2 disangkain laki. *sigh*

  42. itsmearni berkata:

    nawhi said: lha emang selama ini mengira aku bukan orang baik-baik ya :(( lebay.com

    hihihihi…………..

  43. nawhi berkata:

    nanazh said: hmm teori2nya bagus dan menarik sih, cuman memang perlu i’tikad kuat dari semua pihak yang terkait untuk mewujudkan pelayanan macam ini…

    ya itulah teori memang mudah diucapkan, di presentasikan namun untuk penerapannya tidaklah mudah, ada ujian dari dalam dan luar diri kita yang akan menguji tekad dan kemauan kita. *berat banget bahasanya*

  44. nawhi berkata:

    fauziatma said: Biasalah pengalaman pertama.

    cieee HS-nya baru neh 😀

  45. nawhi berkata:

    an99a said: Yg jd pelanggan jg gt, pas ketemu petugas / penjual yg nyebelin bawaannya pengen mites meh.. Haha.. Intinya jd pribadi yg baik aja deh dulu.. *sok berat ngomongnya

    jadi inget, kemarin pas beli tahu telor si penjualnya kayak agak bete gitu gara-gara tahu telor yang udah dia buat ga jadi dipesen sama mahasiswa.aku liatnya kesian juga tapi dalam hati bilang: awas kalo pelayanannya jadi ga baik sama aku, aku kepreeet ganti ntar :Dintinya kalo jadi kerja di area public kudu bisa memanage diri dan perasaan, pembeli atau pengguna nggak mau tahu kita lagi bete atau senep, maunya mereka dilayanin dengan baik.

  46. nawhi berkata:

    daffari said: Mas mas yang baik.. Tfs..Klo pagi ini saya malah masih tertidur pulas, memanfaatkan waktu libur.. 😀

    sama-sama Fahri.enak banget selasa libur, pasti minggunya masuk yaa 😀

  47. nawhi berkata:

    tintin1868 said: belajar sabar dr jarot byk berkah dan ilmunya..

    betul Mbak, kita bisa belajar dari siapa aja. *sokbijak*

  48. nawhi berkata:

    moestoain said: 🙂

    makasih Mus senyumnya.

  49. nawhi berkata:

    ranumber77 said: Vote: 1 suara dariku.

    simpen buat ntar kalo aku nyalonin diri jadi Caleg 😀

  50. nawhi berkata:

    ydiani said: Moga dibalas yg terbaik

    aamiin, walo nggak ngarep balesan sih Mbak.yang penting udah nebus rasa bersalah saya sama si Jarot.

  51. nawhi berkata:

    ninelights said: 🙂

    Makasih senyumnya Ran.

  52. daffari berkata:

    nawhi said: enak banget selasa libur, pasti minggunya masuk yaa 😀

    orang-orang kerja, saya liburorang-orang terjaga, saya tidurhihihi… 😀

  53. wprazh berkata:

    Wan, udah ta buatin tuh caranya

  54. anazkia berkata:

    Ihwannnn…Ikutan lomba yah? Moga menang*baca dulu* 🙂

  55. anazkia berkata:

    Hiks, sedih baca ini, Wan :(Salut dan kagum buat Jarot

  56. nawhi berkata:

    Makasih Naz.Monggo dibaca.

  57. nawhi berkata:

    Lho kok sedih? Cup3Di dalam keadaannya yang kayak geto Jarot masih terpikir buat mencari kerja, moga dia berhasil.

  58. an99a berkata:

    yupz.. mestinya sama-sama saling menghargai. dan itu yg kayaknya susah ditemuin di endonesa.. 😀

  59. nanazh berkata:

    nawhi said: ada ujian dari dalam dan luar diri kita yang akan menguji tekad dan kemauan kita. *berat banget bahasanya*

    dicatet dulu biar inget, kalau inget ntar bisa konsekuen dengan apa yang pernah dipelajari/diucapkan… yosh semangat!

  60. intan0812 berkata:

    baca ini jadi ngaca ndiri…. masih suka ga sabar ngadepin anak2… kadang kecapean jadi pembenaran buat marah2 sama mereka :(.. makasih ihwan tulisannya…… jadi mengingatkan diri sendiri

  61. nawhi berkata:

    ini pasti taunya dari blognya Oji yaa :DAnak2…sama Mbak, aku juga kadang geto sama ponakan. Sama2 Mbak.

  62. intan0812 berkata:

    nawhi said: ini pasti taunya dari blognya Oji yaa 😀

    iya….. maren2 agak lama ga ol

  63. jampang berkata:

    alhamdulillah…. dapat hikmah dari kejadian. mudah2an, banyak hikmah lagi yang bisa didapat dari sekeliling kita. biar ‘kaya’.

  64. thebimz berkata:

    gimana kabarnya Jarot sekarang?

  65. onit berkata:

    waaah baru baca ini wan.. (lihat tglnya tnyt itu pas aku lagi nglembur final proyek)kamu jelas punya jiwa yg cocok utk bagian pelayanan loh.. kan kamu segitu empatinya sama dia, sampe punya rasa bersalah segala.. salut wan, lanjutkan terus empatinya tapi ga usah pake rasa bersalah ya ^^ (inget tulisanku yg ini kan http://onit.multiply.com/journal/item/695/lakukan_yang_kita_bisa )

  66. onit berkata:

    nawhi said: Eh nggak lama kemudian dia memanggil saya lagi, ternyata file transkrip nilainya tuh formatnya PDF sedangkan di form harus dalam format JPEG. Ya udah saya lalu menawarkan opsi untuk nge-print lagi transkrip nilainya untuk kemudian di-scan dan disimpan dalam format JPEG.

    tips aja wan.. lain kali bisa pake cara yg lebih gampang.tau acrobat professional? yg buat print pdf (ada versi legalnya gak di situ? hihihi). itu bisa buat save pdf as apa aja.. termasuk jpg..

  67. nawhi berkata:

    thebimz said: gimana kabarnya Jarot sekarang?

    wah nggak tahu ya Bim, moga aja dia udah dapat kerjaan.

  68. nawhi berkata:

    onit said: lanjutkan terus empatinya tapi ga usah pake rasa bersalah ya ^^ (inget tulisanku yg ini kan http://onit.multiply.com/journal/item/695/lakukan_yang_kita_bisa )

    siiip, semoga aku bisa terus mengasah rasa empatiku.ingat dunk.

  69. nawhi berkata:

    onit said: tau acrobat professional? yg buat print pdf (ada versi legalnya gak di situ? hihihi). itu bisa buat save pdf as apa aja.. termasuk jpg..

    iya aku udah dikasih tahu sama Mas Welly cara ini, lebih cepat memang. thanx Nit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s