Sebelum berangkat kerja tadi saya ijin datang siang untuk membayar PBB di kantor Kecamatan Sukun, sebenarnya sudah semingguan saya mendapatkan slip PBB dari Pak RT namun baru sekarang saya ‘tergerak’ untuk membayarnya. Jatuh temponya masih lama sih, bulan Juli.

Kalau ditanya apa motivasi saya membayar PBB, maka jawaban yang paling jujur adalah agar nanti saat mengurus apa-apa, entah itu KTP, KK dan lain sebagainya lancar. Tahu sendiri kan, jika akan mengurus surat-surat kayak gitu salah satu syaratnya adalah melampirkan bukti pembayaran PBB.

Jadi bukan karena seorang Ihwan itu warga negara yang baik yang taat pajak? Yaa, itu juga motivasinya, meskipun presentasinya kalah sama motivasi yang pertama 😛

Kasus Gayus tidak dipungkiri semakin membuat masyarakat tidak percaya kepada pada instansi pemerintahan bernama Dinas Perpajakan. Saya masih ingat salah seorang teman ada yang nyeletuk begini: Buat apa kita bayar pajak, paling-paling ya dikorupsi sama Gayus.
Saya sendiri tidak mau memukul rata bahwa semua pegawai pajak melakukan pelanggaran seperti Gayus. Saya percaya bahwa masih ada pegawai-pegawai pajak yang berdedikasi tinggi sebagai abdi negara. Tentang jumlahnya saya tidak tahu, apakah lebih banyak atau malah menjadi minoritas di antara para pegawai pajak semacam Gayus.

Di MP sendiri ada beberapa kontak yang merupakan pegawai pajak, sebut saja Mas Rifki. Atau yang masih calon-calon seperti Oji, Muse dan Anazh. Adik kelas saya semasa di SMU juga ada yang orang pajak, sekarang dia ditempatkan di ujung timur Indonesia sana. Selama berinteraksi dengan mereka di dunia maya, kesan yang saya dapatkan mereka adalah orang-orang yang baik, malah ada yang cukup religius.

Saya sendiri yakin bahwa di hati teman-teman saya itu, juga pegawai dan calon pegawai pajak yang hati nuraninya masih bersih dan berpihak pada rakyat pasti menentang dan tidak setuju dengan apa yang dilakukan Gayus. Di pundak mereka lah, saya bahkan mungkin seluruh rakyat Indonesia meletakkan harapan agar ke depannya Dinas Perpajakan bisa bersih dari segala praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Sehingga pajak yang telah dibayarkan oleh masyarakat bisa dipergunakan sebagaimana mestinya demi kesejahteraan masyarakat juga, bukan ‘kesejahteraan’ segelintir orang saja, Aamiin.



Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

68 responses »

  1. aghnellia berkata:

    sampe skrg belum dapet surat PBB dari pak RT! Ooh kalau PBB sampe juli yah, bukan maret?

  2. nawhi berkata:

    aghnellia said: sampe skrg belum dapet surat PBB dari pak RT! Ooh kalau PBB sampe juli yah, bukan maret?

    tanyain aja Mbak. Di slip tertera jatuh tempo: 29 Juli 2011.

  3. jampang berkata:

    setahu saya, PBB sama SPT Tahunan, beda batas penyampaiannya, teh amel

  4. dieend18 berkata:

    Mumpung ada mas Rifki, mau nanya sekalian nih.. Jatuh tempo PBB beda2 ga tiap thn? Di slip PBB ku tertulis jth tempo sept 2010. Krn wkt itu byr lewat atm, jd gak tertera tgl jth tempo utk thn 2011.. Apa jth temponya msh sama, sept 2011?

  5. museliem berkata:

    Kayaknya paradigma seperti ini harus diubah.. Ihwan, kasus Gasus itu terjadi karena ada sistem supply and demand, bukan karena uang pajak yang kalian bayar diambil oleh pegawai pajak.. Kayaknya bagaimana modus operasi gayus sudah sering dibicarakan di tv.. Ga sepicik itulah, lagian pajak yang lu bayar itu langsung dimasukkan ke rekening negara…

  6. dekmaniezt berkata:

    museliem said: karena ada sistem supply and demand, bukan karena uang pajak yang kalian bayar diambil oleh pegawai pajak

    pegawai pajak yang baek.. :”>Dulu gw pernah selintas ngamatin kasus Gayus *males sih*Dia menangani penghitungan dan peringanan besar pajak beberapa perusahaan, cmiiw.Kasus yang begini juga pernah kutemuin selain di pajak. Perusahaan meminta keringanan membayar. Dan sebagai tanda terima kasih telah diberi keringanan, perusahaan pun mengirim bingkisan kepada yang ngurusin itu atau kepada kepala kantor tempat dia mengurus keringanan.Yang begini ini masuk supply and demand juga gak yo?

  7. jampang berkata:

    dieend18 said: Mumpung ada mas Rifki, mau nanya sekalian nih.. Jatuh tempo PBB beda2 ga tiap thn? Di slip PBB ku tertulis jth tempo sept 2010. Krn wkt itu byr lewat atm, jd gak tertera tgl jth tempo utk thn 2011.. Apa jth temponya msh sama, sept 2011?

    insya Allah jatuh temponya sama tiap tahun, kecuali ada peraturan baru yang merubahnya 🙂

  8. trewelu berkata:

    sering heran, negri kita itu kaya raya loh jinawi tapi kok yang miskin2 buanyak, ya? Masih pula ditarikin pajaknya. Fakir miskin dan anak terlantar kok ya masih terlantar juga..

  9. jampang berkata:

    dekmaniezt said: Yang begini ini masuk supply and demand juga gak yo?

    sepertinya begitu

  10. darnia berkata:

    trewelu said: sering heran, negri kita itu kaya raya loh jinawi tapi kok yang miskin2 buanyak, ya? Masih pula ditarikin pajaknya. Fakir miskin dan anak terlantar kok ya masih terlantar juga..

    mungkin karena “nggak sadar kalo punya yang enak-enak” jadinya lengah dan diambil sama negara-negara yang (pada dasarnya) kere dalam sumber daya alambukankah ini bukti nyata the power of kefefet?

  11. nawhi berkata:

    museliem said: Kayaknya paradigma seperti ini harus diubah.. Ihwan, kasus Gasus itu terjadi karena ada sistem supply and demand, bukan karena uang pajak yang kalian bayar diambil oleh pegawai pajak.. Kayaknya bagaimana modus operasi gayus sudah sering dibicarakan di tv.. Ga sepicik itulah, lagian pajak yang lu bayar itu langsung dimasukkan ke rekening negara…

    Iya aku juga udah pernah denger di media-media tapi di tengah-tengah masyarakat udah kadung kayak gitu paradigma yang terbentuk.Makasih sudah menjelaskan lagi Mus 🙂

  12. nawhi berkata:

    trewelu said: sering heran, negri kita itu kaya raya loh jinawi tapi kok yang miskin2 buanyak, ya? Masih pula ditarikin pajaknya. Fakir miskin dan anak terlantar kok ya masih terlantar juga..

    kalo menurut para pakar dan ahli itu semua karena salah penanganan dan pengelolaan SDA-nya.SDA dieksploitasi sedemikian rupa tanpa mikirin gimana cara melestarikannya buat masa depan, yang lagi-lagi hasilnya hanya bisa dinikmatin oleh segelintir orang saja.

  13. nawhi berkata:

    darnia said: bukankah ini bukti nyata the power of kefefet?

    so…haruskah kita nunggu kefefet dulu baru bisa bangkit?kayaknya sih sekarang udah kefefet tapi tetep aja kayak gitu.

  14. darnia berkata:

    sebenernya sih…di departemen manapun, yang namanya korupsi pasti adahanya pas ada kasus Gayus ini, pas masyarakat mulai dikenai NPWP perorangan.Jadinya, seperti ironi aja. Lha wong yang disuruh bayar pajak aja kadang buat mencukupi kebutuhan sehari-hari susah banget 🙂

  15. darnia berkata:

    nawhi said: so…haruskah kita nunggu kefefet dulu baru bisa bangkit?kayaknya sih sekarang udah kefefet tapi tetep aja kayak gitu.

    masalahnya, orang-orang kita ini kelewat “baik hati”misalnya, ada perintah seluruh pemuda Indonesia harus mengikuti wajib militer, sebagai persiapan untuk mengeksplorasi neraga lain, apakah pada mau?pasti sekali lagi yang diomongin “say no to war”-lah, “anti kekerasan” lahlha wong negara lain yang merasa kefefet aja berani untuk menjajah negara lain, kita yang dijajah cuma bisa ngeluh aja kalo kita merasa kefefet :pwell, rakyat Indonesia memang merasa kefefet, namun masih belum punya power untuk menanggulangi kefefetnya itu :p

  16. trewelu berkata:

    salah penanganan sda atau sdmnya ya? 😉

  17. museliem berkata:

    dekmaniezt said: Yang begini ini masuk supply and demand juga gak yo?

    Yap bener bangeeet dek… Sering terjadi, masalahnya dari dulu DJP memang dihujat.. Yah mau pegimane lagi.. dinikmati ajah…Btw lu aja malas, apalagi gue ngikutin beritanya hahahahaa

  18. nawhi berkata:

    darnia said: well, rakyat Indonesia memang merasa kefefet, namun masih belum punya power untuk menanggulangi kefefetnya itu :p

    kalau bisa sih untuk bangkit itu tetep pake cara yang baik dan elegan, nggak perlu kita sampai menjajah bangsa lain karena kita udah pernah ngerasain sendiri kalau dijajah itu nggak enak banget. dan lagi pula kan di UUD kita menentang yang namanya penjajahan, masa mau menjilat ludah sendiri.

  19. museliem berkata:

    trewelu said: salah penanganan sda atau sdmnya ya? 😉

    Mulai deh nyalahin pemerintah.. atau nyari orang2 buat disalahin.. sebaiknya berkaca pada diri sendiri.. apa yang telah dilakukan.. at least kepada diri sendiri.. Sudahkah kita membuat diri sendiri bangga? Berhentilah menyalahkan…Dan satu lagi, gue tuh heran deh sama mahasiswa yang katanya idealis.. mereka bikin tugas masih copas ga sih? masih suka nyontek ga sih? masih suka bolos kuliah ga sih?

  20. darnia berkata:

    nawhi said: kita udah pernah ngerasain sendiri kalau dijajah itu nggak enak banget. dan lagi pula kan di UUD kita menentang yang namanya penjajahan, masa mau menjilat ludah sendiri.

    nah, kan… :pgw bilang juga apa….

  21. nawhi berkata:

    trewelu said: salah penanganan sda atau sdmnya ya? 😉

    awalnya emang dari mentalitas SDM-nya yang kurang.tapi saya sendiri juga sadar diri kalau kualitas saya masih kurang, jadi ya mari kita mulai berbenah dari diri kita sendiri.

  22. nanazh berkata:

    nawhi said: Dinas Perpajakan.

    ralat… kantor perpajakan… dinas selalu diidentikkan dengan satuan kerja untuk pemerintah daerah hehehe

  23. nawhi berkata:

    museliem said: Mulai deh nyalahin pemerintah.. atau nyari orang2 buat disalahin.. sebaiknya berkaca pada diri sendiri.. apa yang telah dilakukan.. at least kepada diri sendiri.. Sudahkah kita membuat diri sendiri bangga? Berhentilah menyalahkan…Dan satu lagi, gue tuh heran deh sama mahasiswa yang katanya idealis.. mereka bikin tugas masih copas ga sih? masih suka nyontek ga sih? masih suka bolos kuliah ga sih?

    wesss Mus makin keluar seriusnya neh, tumben-tumbenan deh. i like it :)*duduk di pojokan dengerin dulu*

  24. nawhi berkata:

    darnia said: nah, kan… :pgw bilang juga apa….

    aku kan emang orangnya baik hati, nggak bisaan dan suka ngempi 😛

  25. trewelu berkata:

    =)) ada yang sensi sepertinya… peace om..

  26. nawhi berkata:

    nanazh said: ralat… kantor perpajakan… dinas selalu diidentikkan dengan satuan kerja untuk pemerintah daerah hehehe

    Makasih Nazh atas koreksinya, tadi emang agak binun nyebutnya apa.

  27. trewelu berkata:

    nabi musa perlu 40 tahun untuk membangun mentalitas kaumnya. kita kira2 perlu berapa taun ya?

  28. darnia berkata:

    nawhi said: aku kan emang orangnya baik hati, nggak bisaan dan suka ngempi 😛

    itu dia yang gw maksud, mas :)karena di Indonesia ini banyak orang baik hati dan “baik hati” (dalam konteks demi menyelamatkan diri sendiri) maka agak susah negara ini untuk mendapatkan power of kefefet :p

  29. nanazh berkata:

    nawhi said: pegawai pajak, sebut saja Mas Rifki. Atau yang masih calon-calon seperti Oji, Muse dan Anazh.

    ralat lagi…. saya kantornya di “saudara” DJP, Direktorat Jenderal Perbendaharaan hehehe… mau tahu lebih jelasnya, silakan berkunjung ke http://nanazh.multiply.com/journal/item/150/this_is_my_officehehehehe

  30. nanazh berkata:

    nawhi said: pajak yang telah dibayarkan oleh masyarakat bisa dipergunakan sebagaimana mestinya demi kesejahteraan masyarakat juga, bukan ‘kesejahteraan’ segelintir orang saja, Aamiin.

    Allahumma aamiin…hmm tentang hal ihwal pajak, ya udah deh pake taglinenya mereka… “hari ini gak bayar pajak, apa kata dunia?”

  31. daffari berkata:

    saya bayar pajaknya dari kantor… 😀

  32. ibuseno berkata:

    Jadi keinget deh tunggakan PBB ku yg sudah 3 tahun hehehe.. makasih ya sudah mengingatkan Wan.

  33. nawhi berkata:

    nanazh said: saya kantornya di “saudara” DJP, Direktorat Jenderal Perbendaharaan hehehe… mau tahu lebih jelasnya, silakan berkunjung ke http://nanazh.multiply.com/journal/item/150/this_is_my_office

    jiaah salah lagi ya Nazh, maafkeun yaa :)*udah meluncur ke TKP*

  34. nawhi berkata:

    daffari said: saya bayar pajaknya dari kantor… 😀

    pajak yang mana? NPWP, PBB…?

  35. nawhi berkata:

    ibuseno said: Jadi keinget deh tunggakan PBB ku yg sudah 3 tahun hehehe.. makasih ya sudah mengingatkan Wan.

    wew nunggak 3 tahun? emang kalo ngurus-ngurus KTP dan sejenisnya gitu ga dimintain Teh?

  36. ibuseno berkata:

    nawhi said: wew nunggak 3 tahun? emang kalo ngurus-ngurus KTP dan sejenisnya gitu ga dimintain Teh?

    tinggal di rumah itu 3 tahun baru bikin KTP kemaren2 itu Wan hehehe. itu aja nembak bikin KTP nya , parah ih gw

  37. daffari berkata:

    nawhi said: pajak yang mana? NPWP, PBB…?

    NPWP sih, klo PBB mah urusannya ortu 😀

  38. rudyprasetyo berkata:

    Musti di lapor yah??? whhh, musti minta bukti setor pajak ke PH dong yah…baiklah.

  39. nawhi berkata:

    daffari said: NPWP sih, klo PBB mah urusannya ortu 😀

    sama, kalo NPWP dulu aku cuma ngurus nomernya aja trus pembayarannya penerbit yang nanganin. kalo di perpus aku belum dimintain NPWP.kalo PBB baru mulai sekarang sih bayarin, ya tanggung jawab sebagai pengganti ortu cieee gaya.

  40. dekmaniezt berkata:

    museliem said: Btw lu aja malas, apalagi gue ngikutin beritanya hahahahaa

    habisnya dalam kasusnya masih dimasukin politik dan kepentingan :(jadi bukan pure pajak…makanya gw males..

  41. siantiek berkata:

    PBB beda ya setiap wilayah batasnya?

  42. nawhi berkata:

    rudyprasetyo said: whhh, musti minta bukti setor pajak ke PH dong yah…baiklah.

    PH? wah Mas Rudy main sinetron yaaa?*pura-pura amnesia*

  43. nawhi berkata:

    siantiek said: PBB beda ya setiap wilayah batasnya?

    wah nggak tahu kalau itu Mbak, mohon yang kerja di perpajakan sudi kiranya menjawab 🙂

  44. rudyprasetyo berkata:

    nawhi said: PH? wah Mas Rudy main sinetron yaaa?

    Mosok gak tau? aku di salah satu nominasi panasonik ewerd taun 1951 loh…dan salah satu bintang paling berkilau di era 45-an juga

  45. nawhi berkata:

    rudyprasetyo said: aku di salah satu nominasi panasonik ewerd taun 1951 loh

    oh yaa, main sinetron apa? Putra Yang Ditukar kah? :D*disambit laptop*

  46. itsmearni berkata:

    eh eh.ku juga lum bayar PBB nehkeknya jatuh tempo 31 agustus dehah masih lamaaaaaaaaaaa*warga negara yang (agak)baik.bayar sih tapi ditunda* xixixi

  47. rudyprasetyo berkata:

    nawhi said: oh yaa, main sinetron apa? Putra Yang Ditukar kah? :D*disambit laptop*

    Bukan, judulnya yg bener Putra yang di tukar guling

  48. takedisaja berkata:

    nawhi said: Kasus Gayus tidak dipungkiri semakin membuat masyarakat tidak percaya kepada pada instansi pemerintahan bernama Dinas Perpajakan. Saya masih ingat salah seorang teman ada yang nyeletuk begini: Buat apa kita bayar pajak, paling-paling ya dikorupsi sama Gayus.Saya sendiri tidak mau memukul rata bahwa semua pegawai pajak melakukan pelanggaran seperti Gayus. Saya percaya bahwa masih ada pegawai-pegawai pajak yang berdedikasi tinggi sebagai abdi negara. Tentang jumlahnya saya tidak tahu, apakah lebih banyak atau malah menjadi minoritas di antara para pegawai pajak semacam Gayus.

    begitu deh kalo stigma sudah melekat. padahal bisa saja disana banyak juga pegawai yg lurus & bersih. dan anehnya bukan hanya dilekatkan pada instansi ybs, tp jg pd instansi lain yg berbau kuangan. *sigh*

  49. trewelu berkata:

    museliem said: sebaiknya berkaca pada diri sendiri.. apa yang telah dilakukan.. at least kepada diri sendiri.. Sudahkah kita membuat diri sendiri bangga? Berhentilah menyalahkan…

    sekarang jawaban separuh serius *separuh error* heuheusaya jadi keinget kritikan seorang teman yang pas banget kayaknya… di indonesia itu karena ewuh pakewuh banget, jadinya pada amar ma’ruf tapi nggak nahi munkar. mm, apakah tidak boleh kalau kita mencari akar kesalahan untuk mengubahnya? lagian siapa bilang mau nyalah2in orang lain, kali2 buat nyalah2in diri sendiri 😉 btw, kalau kebanyakan berkaca, saya malah takut jadi narsis ntar.. heuheuheu. *maaf kalau ada kata yang menyinggung, tapi jangan serius2 ah, cabe deh… masih mahal nggak ya harganya?*

  50. trewelu berkata:

    museliem said: Dan satu lagi, gue tuh heran deh sama mahasiswa yang katanya idealis.. mereka bikin tugas masih copas ga sih? masih suka nyontek ga sih? masih suka bolos kuliah ga sih?

    hayoo, yang mahasiswa pada ngacung, ditanyain tuh… beberapa waktu yang lalu saya malah lebih terkaget2 lagi waktu dikasih tahu beberapa teman kalau di sekolahnya, gurunya yang ngasih jawaban, mengizinkan contek2an waktu ebtanas. alhamdulillah saya tidak pernah menemui hal yang semacam ini sama sekali di sekolah2 saya. nah, kira2 kalau yang di sekolahnya aja diajarin nyontek, waktu besarnya jadi kayak apa ya? gimana juga yang gurunya suka bolos?bagaimana memutuskan lingkaran setan yang udah bikin pagar betis di negeri tercinta? *meskipun gak bayar pajak, saya juga cinta indonesia… ;)*

  51. fauziatma berkata:

    nawhi said: NPWP,

    NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bukan jenis pajak. Itu identitas Wajib Pajak.

  52. fauziatma berkata:

    nawhi said: masih calon-calon seperti Oji, Muse dan Anazh. Adik kelas saya semasa di SMU juga ada yang orang pajak, sekarang dia ditempatkan di ujung timur Indonesia sana. Selama berinteraksi dengan mereka di dunia maya, kesan yang saya dapatkan mereka adalah orang-orang yang baik

    Makasih, Wan. Harus bisa konsisten.

  53. onit berkata:

    ngomongin org pajak.. banyak yg bersih kok..tapi banyak jg yg gak bersih..udah lingkungannya begitu. yg bersih musti kuat bertahan. dan aku melihat yg sudah tua2 tapi masih kuat bertahan, walaupun dipindah2 ke tempat2 terpencil maupun ke divisi2 gak jelas hehehe… *bukan soal ewuh pekewuh, tapi saya sebagai outsider, duduk manis saja ngikutin peraturan*(pengalaman jadi “org dalem” di sbuah organisasi bobrok, udah nahi mungkar tereak ke sana ke mari, malah nambah musuh, jadi keluar aja deh :p)

  54. luqmanhakim berkata:

    nawhi said: Saya sendiri yakin bahwa di hati teman-teman saya itu, juga pegawai dan calon pegawai pajak yang hati nuraninya masih bersih dan berpihak pada rakyat pasti menentang dan tidak setuju dengan apa yang dilakukan Gayus.

    Nggak percaya…

  55. nawhi berkata:

    onit said: pengalaman jadi “org dalem” di sbuah organisasi bobrok, udah nahi mungkar tereak ke sana ke mari, malah nambah musuh, jadi keluar aja deh :p)

    di mana Nit dan kapan? kok aku nggak pernah baca ceritanya di blogmu.

  56. nawhi berkata:

    luqmanhakim said: Nggak percaya…

    hmm aku pernah baca Mas pengalaman2 buruk sampeyan berhadapan dengan orang pajak jadi wajar sampeyan bilang gitu.tapi ya nggak ada salahnya kan kalau aku menaruh harapan n kepercayaan pada pegawai2 pajak yang masih bersih.

  57. nawhi berkata:

    itsmearni said: keknya jatuh tempo 31 agustus dehah masih lamaaaaaaaaaaa*warga negara yang (agak)baik.bayar sih tapi ditunda* xixixi

    awas jangan sampe kelupaan yaa.tapi lebih cepat lebih baik daripada ntar pas butuh bukti slipnya jadi mendadak bayar n repot.

  58. nawhi berkata:

    takedisaja said: tp jg pd instansi lain yg berbau kuangan. *sigh*

    corcol neh ceritanya? kalau boleh tahu kerja di isntansi apa?

  59. nawhi berkata:

    fauziatma said: NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bukan jenis pajak. Itu identitas Wajib Pajak.

    maksudku itu jenis pajak perorangan gitu. *salah ngotot aja Wanmakasih Ji koreksinya.

  60. onit berkata:

    nawhi said: di mana Nit dan kapan? kok aku nggak pernah baca ceritanya di blogmu.

    di mana & kapannya sih biar jadi rahasia hidupku saja hehehe..ceritanya boleh deh kapan2 kutulis di blog. intinya, aku lihat orang2 cuma bisa teriak2 dari luar.. gak mengubah apa2.. trus aku coba masuk, menjadi terlihat seperti mereka (pura2, pdhl dalem hati gak :p), dan koar2 dr dalem, pake contoh dari diri sendiri.. gak ngaruh juga hehehe..jadi skrg aku sebagai org luar mau duduk manis aja 🙂 ini berlaku utk organisasi publik apapun wan. aku gak mau coba masuk kalo cuma utk mengubah. yg di dalem biar rusuh sendiri. dan berdoa buat orang2 dalem yg baik2 supaya kuat & bisa menambah jumlah.. supaya yg baik2 menang dan menggusur yg kacau2 itu :)aaamin ^^

  61. moestoain berkata:

    Dukung pegawai pajak yang baikbenahi pegawai pajak yang burukSABUDI (sastra budaya indonesia)mari kita jaga bersama!

  62. takedisaja berkata:

    nawhi said: corcol neh ceritanya? kalau boleh tahu kerja di isntansi apa?

    y ada bau-bau uangnya padahal sama sekali ga nyentuh.

  63. takedisaja berkata:

    moestoain said: Dukung pegawai pajak yang baikbenahi pegawai pajak yang buruk

    sepakat ma Mus.

  64. debapirez berkata:

    suruh pd bayar pajak yg banyak,Wan. spy tahun depan gaji kita naik 15% lg hahaha….

  65. nawhi berkata:

    moestoain said: Dukung pegawai pajak yang baikbenahi pegawai pajak yang buruk

    setujuh sekalii Mus.

  66. nawhi berkata:

    debapirez said: suruh pd bayar pajak yg banyak,Wan. spy tahun depan gaji kita naik 15% lg hahaha….

    wekekekeke Om Deba kenaikan gaji mulu yang dipikirin.

  67. debapirez berkata:

    nawhi said: wekekekeke Om Deba kenaikan gaji mulu yang dipikirin.

    maklum, berkaitan sm urusan dapur dan kasur hehe…

  68. ranumber77 berkata:

    luqmanhakim said: Nggak percaya…

    Kapan hari ada tuh komunitas PNS anti korupsi (cek lagi gan) diundang ke acaranya Pepeng di TVOne. Boleh percaya boleh tidak. Bagi saya tetap banyak juga yang bisa dipelajari dari cerita penggagasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s