Namanya Adi. Umurnya mungkin masih di bawah dua puluh lima tahun. Dia adalah tetangga sekaligus teman mengaji saat masih remaja dulu. Selepas dari SMK Adi bekerja di salah satu warung di Pulosari, sebuah kawasan jajanan malam dan nongkrong yang cukup terkenal di Malang. Sejak saat itu karena kesibukannya bekerja, dia jadi tidak pernah terlihat lagi di masjid.

Namun sejak beberapa bulan yang lalu dia mulai terlihat lagi di masjid. Minggu kemarin saat hendak berwudlu saya melihat ada yang aneh dengan cara dia membasuh tangannya. Adi tidak membiarkan tangan kanannya terkena kucuran air melainkan mengusapkan air mulai dari telapak tangan hingga sikunya. Setelah selesai wudlu saya menanyakan padanya cara berwudlunya yang tidak seperti biasanya itu.
Rupanya ada cedera di ujung jari tengahnya yang diakibatkan kecelakaan kerja yang dia alami tiga minggu sebelumnya. Ternyata Adi sudah tidak bekerja lagi di Pulosari dan sekarang bekerja di sebuah pabrik gir mesin. Kecelakaan itu terjadi saat Adi membersihkan mesin giling, tanpa sengaja jari jemari tangan kanannya hampir ikut tergiling karena sarung tangan karet yang dipakainya lengket pada rel yang sedang berjalan. Untung saja Adi masih bisa menarik tangannya sehingga tidak sampai terjadi hal yang fatal. Meskipun demikian dia harus merelakan ujung jari telunjuknya sedikit tergiling hingga hilang separuh kukunya.

Saya langsung bergidik ngeri saat Adi memperlihatkan cederanya tersebut, akibat kecelakaan kerja tersebut jari tengahnya kini hampir sama panjangnya dengan jari telunjuk. Saya lalu bertanya apakah dia mendapat asuransi atas kecelakaan yang dia alami tersebut. Ternyata tidak karena dia baru bekerja selama tiga bulan, statusnya masih sebagai tenaga kontrak sehingga belum berhak mendapatkan fasilitas asuransi kerja. Pihak perusahaan hanya mau memberi biaya pengobatan saja.

Di luar sana, pasti banyak Adi-Adi lainnya yang mungkin nasibnya sama atau jauh lebih buruk. Mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya salah satu anggota badan bahkan nyawa. Kehilangan salah satu anggota badan tentunya akan mengurangi kualitas hidup dan produktifitas seseorang. Apalagi jika sampai nyawa yang hilang dan dia merupakan tulang pulung keluarga, anggota keluarga yang ditinggalkan tentu akan sangat kehilangan sumber ekonomi keluarga. Itulah sebabnya kenapa yang namanya asuransi mutlak diperlukan.

Saya sendiri saat mengawali bekerja dulu juga berstatus sebagai tenaga honorer alias kontrak dan baru diikutkan asuransi setelah bekerja selama lima tahun. Namun Alhamdulillah pekerjaan saya tidak bersinggungan dengan hal-hal yang berbahaya, paling-paling kalau lagi apes itu jari tangan tergores kertas fotokopi yang masih panas. Yang paling parah itu pernah kesetrum karena mesin fotokopinya tidak dipasang kabel ground. Tentang status sebagai tenaga kontrak saya bisa menerimanya karena memang seperti itulah jalur yang harus saya ikuti.

Barusan tadi saya melihat siaran berita di teve tentang aksi demo yang dilakukan oleh ratusan buruh baik itu di ibukota maupun di daerah untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau dikenal dengan May Day. Ratusan buruh itu meneriakkan tentang peningkatan kesejahteraan dan penghilangan sistem kerja out sourching (kontrak) yang dianggap sebagai perbudakan modern. Tapi seperti aksi-aksi demo tahun sebelumnya, aspirasi mereka tidak pernah didengar apalagi dilaksanakan. Pemerintah hanya bisa memberikan janji-janji semu yang makin membuat jumlah pendemo makin menggurita dari tahun ke tahun.

Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung. Harusnya memang pemerintah segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi masalah-masalah yang terjadi antara pengusaha dan buruh. Jangan hanya bisa memberikan janji-janji semu dan membuat kebijakan-kebijakan yang tak berpihak pada buruh. Kedua belah pihak harus diajak duduk bersama mencari solusi yang terbaik. Pengusaha janganlah berorientasi pada keuntungan semata sehingga tidak sampai mengeksploitasi buruh.

Pada dasarnya hubungan antara pengusaha dan buruh adalah simbiosis mutualisme dimana kedua belah pihak saling memberikan keuntungan. Namun terbatasnya lapangan pekerjaan membuat buruh berada pada posisi yang lemah sehingga seringkali membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa atas ketidakadilan yang diterima.

Selamat Hari Buruh buat saudara-saudaraku para buruh. Semoga apa yang kalian perjuangan secepatnya terwujud sehingga keadaan bisa menjadi lebih baik.


*uhm kalo dipikir-pikir, saya juga termasuk buruh sebenarnya, buruh negara 😀
**maaf postingan telat gara-gara ini


Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

13 responses »

  1. nanazh berkata:

    sama dong, saya juga ‘buruh negara’…hmm nasib buruh emang masih diduakan yaks gegara kepentingan sistem kapitalis

  2. nawhi berkata:

    sukmakutersenyum said: wedew… 😦

    sedih ya Pril liat nasib para buruh.

  3. nawhi berkata:

    nanazh said: sama dong, saya juga ‘buruh negara’…hmm nasib buruh emang masih diduakan yaks gegara kepentingan sistem kapitalis

    toss kalo gitu.hmm tiap sistem ekonomi punya kelebihan dan kekurangannya. di sistem kapitalis tiap individu mempunyai kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dan meperoleh keuntungan, dimana plusnya adalah tiap individu dapat mengatur sendiri nasibnya sesuai dengan kemampuannya.namun minusnya adalah orang bisa melakukan apa saja demi meraih keuntungan sebesar-besarnya, kalau dalam kasus ini pengusaha mengeksploitasi buruh.nah peran pemerintah harusnya adalah mencegah hal itu terjadi, tapi di sini hal itu tidak/kurang dilaksanakan.*mendadak jadi pengamat ekonom*

  4. tintin1868 berkata:

    oh adi.. sedih bener baca ceritanya.. semoga para bosbos lebih mikir anakbuahnya.. dan lebih sejahterah..

  5. bambangpriantono berkata:

    Yah, memang itulah nasibnya

  6. debapirez berkata:

    jd pengen ikutan posting tentang buruh neh….

  7. autregenre berkata:

    nawhi said: Saya langsung bergidik ngeri saat Adi memperlihatkan cederanya tersebut,

    saya aja meringis bacanya.. btw kalo baru masuk kerja gitu ga dikasih tau “safety rules”nya ya? atau emang ga ada?

  8. thebimz berkata:

    debapirez said: jd pengen ikutan posting tentang buruh neh

    saya juga..

  9. utuhspeedy berkata:

    Upah minim resiko maximalKacau ni pemerintah

  10. onit berkata:

    jadi keinget kisah temen tki di koria dulu. itu jari sampe putus trus disambung lagi -_-;;sama jg di situ.. buruh sering demo di depan balekota..ntar kalo nasib buruh diperbaiki seperti di negara sini, malah para perusahaan yg hengkang krn ga bisa produksi murah lagi.. cari negara yg buruhnya masih murah.. apa semuanya musti dikerjakan oleh mesin saja?

  11. aftinanurulhusna berkata:

    Hari buruh kapan sih? Hari ini ya?

  12. maulizious berkata:

    semoga Adi gak sampai mengalami kecelakaan lg.. serem ngebayanginnya doang juga 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s