Agak bingung juga mencari buku yang masuk dalam kategori ini secara sebagian besar buku bacaan saya adalah novel-novel pop ringan yang gampang dicerna atau kalau nggak gitu buku-buku best seller yang semua orang pasti sudah tahu. Jadi dengan kata lain saya ini pembaca yang gampangan 😀

Tapi tadi pas ubek-ubek GR, saya menemukan satu buku yang baru dibaca oleh lima orang saja. Dan saya juga belum masukin buku itu dalam daftar buku saya meski sudah membacanya. Jadi sekarang nambah satu lagi pembacanya.

Buku ini merupakan karya pertama dari Nugroho Nurarifin, penulis buku So Real/Surreal yang pernah saya resensi di MP dan GR, silahkan baca di sini resensinya.

Judul bukunya adalah BIDIK: Tragedi Selalu Memiliki Dua Sisi.



Keunikan dari buku ini adalah adanya dua sisi, baik itu dari sisi cerita namun juga bentuk fisiknya. Jadi sebelum Andrea Hirata menulis Dwilogi Padang Bulan/Cinta Dalam Gelas yang dibaca dari sisi depan dan belakang, Nughoro sudah memulainya terlebih dahulu.

Sisi 1: Lomotion
Sisi pertama bercerita tentang Hendrik, seorang pria muda yang merasa memiliki bakat seni namun harus terperangkap dalam kehidupan yang tidak disukainya. Dia bekerja di bidang yang sama sekali bukan impiannya, melakukan tugas rutin yang membosankan dan mempunyai bos pemarah. Di rumah nasibnya tak lebih baik, dia terperangkap dalam pernikahan dengan wanita yang tak pernah dia cintai dan tak pernah menghargainya sebagai suami.
Sampai kemudian Hendrik berkenalan dengan dunia Lomography. Setelah belajar dan melakukan beberapa percobaan yang hasilnya bagus dia mendapat inspirasi untuk membuat sebuah proyek seni yang menurutnya akan melejitkan namanya. Dalam proyek itu dia akan memotret objek yang sama, di tempat yang sama selama 22 hari. Untuk mewujudkan ambisi seninya, dia memasang iklan pencarian model di koran dan mendapatkan seorang sekretaris cantik yang mau menjadi modelnya, bernama Astari Wirjono.

Sisi 2: Loco Motive
Sisi kedua bercerita tentang seorang pria (tidak disebutkan namanya oleh sang penulis) yang begitu mencintai teman kerjanya, yaitu Astari Wirjono. Pria ini seseorang yang baik, mencintai dengan tulus dan sepenuh hati namun entah mengapa Astari tak pernah mau membalas cintanya. Meskipun begitu cintanya pada Astari tak pernah luntur, dia rela terluka dan merana demi cinta sejatinya itu.
Selain pecinta yang merana, di sisi kedua ada tokoh lainnya yang diceritakan sedang berlatih menembak. Sang penembak ini hanya mendapat porsi cerita yang sepotong-sepotong, menceritakan proses dari belajar hingga mahir menembak.

Penghubung antara sisi 1 dan sisi 2 adalah Astari Wirjono dan fungsi dari dua benda yang ada pada cover sisi 1 dan 2: kamera dan pistol yaitu untuk mem-Bidik, sesuai dengan judul bukunya.

Dari segi penulisan, Nugroho berhasil membawa atmosfer yang berbeda di kedua sisi tersebut. Dalam sisi pertama tokoh utama yang kecewa dengan hidupnya selalu saja mengucapkan cacian dan makian, entah itu pada istri, bos atau kejadian-kejadian yang membuatnya tak senang. Sedangkan dalam sisi kedua tokoh utama yang menderita karena cinta membawa suasana yang romantic sekaligus merana. Sedangkan pada tokoh yang berlatih menembak, ada kesan misterius yang membuat pembaca bertanya-tanya untuk apa dia berlatih menembak.

Yang jelas, novel ini bernuansa agak suram tapi mempunyai ending yang cukup mengejutkan. Saya acungkan jempol atas ide kreatif penulisan dan pencetakan buku dengan dua sisi ini.

NB.
Sebenarnya sih pengin masukin buku yang satu ini, tapi ntar kesannya jadi narsis banget dan dituduh promosi wekekekeke

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

21 responses »

  1. sukmakutersenyum berkata:

    hehehegpp promo sisan 😀

  2. nawhi berkata:

    sukmakutersenyum said: gpp promo sisan 😀

    udah diklik tha? buku apa seeh? 😀

  3. anchaanwar berkata:

    Partisi Hati…Aturan bangga promosiin buku sendiri.Ga semua org bisa mewujudkan minat tulis nya menjadi sebuah novel!b^^d

  4. grasakgrusuk berkata:

    Emang pernh nulis buku wan? Judulnya apa? Ada d gramed g?

  5. nawhi berkata:

    anchaanwar said: Partisi Hati…Aturan bangga promosiin buku sendiri.Ga semua org bisa mewujudkan minat tulis nya menjadi sebuah novel!

    takutnya sih jadi basi kalo keseringan Cha, lagian ga enak ah, kemarin di meme pertama aku pasang situsku pada protes semua :))sekarang lebih mudah kok Cha, kan dah banyak penerbit2 indie, kayak misalnya nulisbuku.com yang melayani print on demand.

  6. nawhi berkata:

    grasakgrusuk said: Emang pernh nulis buku wan? Judulnya apa? Ada d gramed g?

    pernah Wet, udah dua buku.yang pertama Xerografer (2007) tapi ga tau masih ada apa enggak di toko buku.yang kedua Partisi Hati (2010), ini aku indie dan belinya onlen di sini: http://www.facebook.com/group.php?gid=111031158925226

  7. bambangpriantono berkata:

    Dah gak nemu Xerografere wan…tak ublek2 nang Gramed ambek toko2 buku sejenis

  8. nawhi berkata:

    bambangpriantono said: Dah gak nemu Xerografere wan…tak ublek2 nang Gramed ambek toko2 buku sejenis

    Ya wajar sih, wong terbitnya 2007 he3.terakhir kemarin anak MP yang masih nemu itu Nina, Dani dan Pamela.

  9. nawhi said: sebagian besar buku bacaan saya adalah novel-novel pop ringan yang gampang dicerna

    karena golongan libra males mikir yang berat2,hhahahaayoai gaaak?wkwkwkwkwkk

  10. nawhi berkata:

    myelectricaldiary said: karena golongan libra males mikir yang berat2,hhahahaayoai gaaak?

    beneeeerrr sekali Libran 01.uhm tapi kalo pas nulis lain lagi dunk, harus dipikir yang matang-matang idenya.

  11. autregenre berkata:

    cover art-nya mantap jayaaa..

  12. nawhi said: harus dipikir yang matang-matang idenya.

    karena mereka ga mau maluuuu..makanya perfectionis bangeeeeeeeeet,hahahahaha

  13. nawhi berkata:

    autregenre said: cover art-nya mantap jayaaa..

    yupe, aku jadi pengin bikin buku kayak gitu juga.

  14. nawhi berkata:

    myelectricaldiary said: karena mereka ga mau maluuuu..makanya perfectionis bangeeeeeeeeet,hahahahaha

    We No We So Wel Ray ahahahaha

  15. nawhi said: We No We So Wel Ray ahahahaha

    no smoshing daghhhhh

  16. ibuseno berkata:

    Cari bukunya ah,seru keliatannya

  17. nawhi berkata:

    ibuseno said: Cari bukunya ah,seru keliatannya

    terbitan 2005 Mbak, moga aja masih ada.

  18. ibuseno berkata:

    Kalo gak nemu pinjem Ihwan..:-)

  19. nawhi berkata:

    ibuseno said: Kalo gak nemu pinjem Ihwan..:-)

    wong aku pinjem di perpus kota itu 😛

  20. jampang berkata:

    tadi juga pengen ngasih komen “kenapa gak buku sendiri aja?”

  21. nawhi berkata:

    Mas Rifki: itu alasannya di bawah ndiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s