Di bagian belakang perpustakaan ada pintu yang menjadi penghubung antara bagian internet centre dan pengembangan. Pintu ini juga merupakan jalan bagi karyawan yang memarkir kendaraannya di sebelah samping perpustakaan. Keberadaan pintu ini agak rawan juga karena dikhawatirkan ada pengunjung perpustakaan yang nakal dan membawa kabur buku atau orang asing yang tahu-tahu main nyelonong saja. Meskipun di pintunya sudah diberi tulisan: SELAIN STAF PERPUS DILARANG MASUK, tapi tetap saja ada satu-dua orang yang sok-sok nggak bisa baca dan main nyelonong saja.

Nah beberapa hari yang lalu ketika saya baru saja sholat dan mau balik ke internet centre ada pengunjung perpustakaan yang berjalan di belakang saya. Pas saya membuka pintu, pengunjung yang ternyata bule Arab ini mau ikutan masuk. Tentu saja saya larang, karena dia nggak bisa bahasa Indonesia maka dengan bahasa Inggris seadanya saya tanyain keperluannya. Ternyata dia mau nge-print dokumen. Lalu saya bilang kalau mau ngeprint bisa di ruang multimedia. Sebenarnya sih kasihan juga, kan tinggal masuk aja udah bisa ngeprint di tempat saya tapi namanya peraturan harus dipatuhi dong ya.

Tak lama setelah saya duduk di sofa, si Bule Arab ini tahu-tahu muncul dan lalu minta dilayani ngeprint sama anak PKL yang lagi jaga. Rupanya ada staff lain yang mengijinkan dia lewat di pintu penghubung tadi. Dia sempat melihat ke arah saya dan bertanya apa dia bisa ngeprint, karena intonasinya kurang jelas saya nggak mengerti maksudnya.
Setelah menunjukkan dokumen yang diprint, si Bule Arab ini menghampiri saya.
“Can you speak english?” tanyanya sambil duduk di depan saya.
“Just litle bit.” Untung saya nggak keceplosan jawab just litle-litle :))

Dari ekpresi mukanya saya tahu si Bule Arab ini mungkin heran dan kecewa sama saya karena saya tadi melarangnya lewat pintu penghubung dan menyuruhnya balik ke depan (ke ruang multimedia).

“You can’t enter to the door because the door is only for staff. You’re the library visitor, so if you want to print here you must go out from the library and you enter here from the internet centre’s door.” Sambil ngomong gitu, tangan saya ikut memperagakan arah-arahnya agar dia mengerti.
“Okey…okey…” jawabnya sambil manggut-manggut. Saya harap sih dia mnegerti meski saya tahu grammar dan verb yang saya gunakan barusan pasti ada yang salah.
“Boleh saya minta alamat…” lanjutnya kemudian dengan aksen bulenya.
Tentu saja heran mendengarnya, dikasih penjelasan malah minta alamat. Alamat siapa? Masa alamat saya, jangan-jangan neh Bule Arab nggak terima dan mau nyegat saya di pengkolan depan. Waduh bisa berabe kalau ntar dia main keroyokan :))

“Alamat..?” tanya saya
“Iya alamat…” jawabnya enteng. Anak PKL yang sedari tadi dengerin juga heran dengan maksudnya.
Omaigot, untunglah saya langsung nangkep maksudnya. Si Bule Arab ini minta arah jalan yang harus dilewati dari bagian depan perpus menuju ke internet centre. Mungkin dia nggak tahu ngomongnya gimana dalam bahasa Indonesia.
Saya lalu mengambil selembar kertas bekas dan menggambarkan arah-arahnya. Setelah dokumennya selesai diprint, diapun lalu pamitan sambil mengucapkan salam. Dan dia tidak lagi lewat pintu penghubung, melainkan berjalan ke arah pintu internet centre.

Melayani user/mahasiswa dari luar bukan kali ini saja saya alami, dulu pas masih di loker dan fotokopi juga pernah. Dan sama seperti di internet centre, jika ada user/mahasiswa dari luar gitu pasti saya yang disuruh teman-teman untuk maju melayani mereka. Syukurlah meski dengan modal bahasa Inggris pas-pasan, saya bisa mengerti apa yang mereka inginkan dan demikian juga sebaliknya, mereka mengerti dengan apa yang saya omongin.

Paling sering melayani user kayak si Bule Arab di atas, mereka berasal dari Libya. Yang saya salut dari mereka, tiap kali habis dilayani gitu selalu pamintan pake salam. Meski raut muka mereka kayak sangar gitu tapi kalau udah ngomong keliatan friendly kok.
Kalau dulu pas di bagian loker, pernah ada bule (Arab juga) yang kalau pinjam loker itu nggak pernah ngasih identitas sebagai penukar kunci lokerna. Udah gitu juga nggak pernah mau ngomong, bahkan selesai pakai loker juga diam aja. Nggak ngomong terimakasih atau sekedar senyum gitu, pokoknya datar banget deh ekspresinya (kayak yang nulis kalau difoto suka datar mukanya). Saya dan teman-teman sampai agak kesal dibuatnya. Nggak tahu deh kenapa tuh bule kayak gitu, mungkin dia nggak bisa berbahasa Indonesia. Tapi logikanya, kalau udah niat belajar di luar negeri, ya kudu belajar bahasa nasional negara yang akan dituju sebagai tempat menuntut ilmu. Pernah pas mood lagi nggak enak, tuh bule datang, masih juga nggak mau ngomong. Dengan isengnya saya kasih dia loker paling pojok dan di bawah sendiri, padahal tuh bule tingginya kayak tiang listrik. Puas-puasin lo jongkok di pojokan wekekekeke.

Bukannya saya sentimen atau gimana, tapi memang user yang songgong kayak gitu perlu dikasih pelajaran. Apalagi yang dari luar negeri, mungkin mereka merasa negara mereka lebih maju atau lebih kaya jadi dianggap bisa bertingkah seenaknya. Tapi kalau negara mereka lebih maju, kenapa kuliah di sini? *binun*

Mentalitas orang Indonesia yang cenderung kagum berlebihan dan heboh kalau ada bule ikut andil dalam hal ini. Diakui atau tidak tanpa kita sadari kita lebih bangga untuk meniru-niru budaya dari luar daripada memelihara budaya warisan nenek moyang. Di dalam komik Hidup Itu Indah karya Aji Prasetyo (klewang) digambarkan di Indonesia ada dua budaya yang tengah bertempur, yaitu budaya Barat dan Timur Tengah. Mereka berebut pasar demi ‘berdagang’ produk dan ideologi. Di berbagai media, timbul stigma bahwa yang beraroma Barat itu melambangkan kemodernan sedangkan yang Lokal melambangkan keprimitifan. Yang berbau Lokal itu pasti sesat sedangkan yang berbau Arab pasti benar.

Lho kok jadi berat begini topiknya. Inti yang ingin saya sampaikan adalah kita sebagai orang Indonesia harus percaya diri berhadapan dengan orang-orang dari luar negeri. Tak perlu kita munduk-munduk di depan mereka, memberikan perlakuan istimewa yang ujung-ujungnya malah membuat mereka bertingkah seenaknya.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

54 responses »

  1. darnia berkata:

    nawhi said: Inti yang ingin saya sampaikan adalah kita sebagai orang Indonesia harus percaya diri berhadapan dengan orang-orang dari luar negeri. Tak perlu kita munduk-munduk di depan mereka, memberikan perlakuan istimewa yang ujung-ujungnya malah membuat mereka bertingkah seenaknya.

    meeeeeeeeeeeeeeeeehh…ogah amat yah!!!emang ada yah?

  2. bambangpriantono berkata:

    Itu yang jadi dilema bangsa iniMana identitas bangsa kita? satu sisi terbaratkan, sisi lain juga -maaf- terTimtengkan

  3. fickleboon berkata:

    itu bule arab mana? kok ngomongnya alamat hahaha… lucunyaaa.. :)kalo di perpus gw, suka ada user nyelonong masuk padahal dah ditulis. “restricted area, staff only” tapi sering banget ada yg nyelonong disko, sok sok nyari bukuuu… hidiiihhhh

  4. jampang berkata:

    kenyataannya perlakuan kepada orang asing lebih tinggi wan meski di negeri sendiri. contohnya aja soal gaji di perusahaan, meski level dan kemapuan sama, tapi yg bule digaji lebih tinggi 😦

  5. aghnellia berkata:

    oh bule juga bisa dr arab yaah..kirain cuma dari eropaah ma ameriki

  6. darnia berkata:

    aghnellia said: oh bule juga bisa dr arab yaah..kirain cuma dari eropaah ma ameriki

    di kantorku malah ada istilah bule India 😀

  7. saya dulu ada user bule, pas bulenya tanya “HOW MUCH” reflek langsung jawab “kalihewugangsalatus!” bulenya bengong “how much?” karena sotoy dan panik lupa bahasa inggrisnya duarebumaratus, akirnya tanya ke bininya si bule “buk bahasa inggrisnya 2 rebu maratus apaan?” tu ibu malah bisik2 ke bulenya, dan bulenya ketawa2 “hahahaha two thousand and five hundred… remember that!” *harga diri jatoh karena duarebumaratus*

  8. ivoniezahra berkata:

    Jd ingat pengalaman tmen di salon soal bule 😀

  9. intan0812 berkata:

    Di perusahaan2 pma yg ada di indonesia masih membanggakan karyawan2 bulenya… Padahal karyawan lokal ga kalah pinternya kok… Ga selalu bule pinter 🙂

  10. nawhi berkata:

    bambangpriantono said: satu sisi terbaratkan, sisi lain juga -maaf- terTimtengkan

    belum lagi ntar kena Japan n Korean Wave.

  11. nawhi berkata:

    fickleboon said: itu bule arab mana? kok ngomongnya alamat hahaha… lucunyaaa.. :)kalo di perpus gw, suka ada user nyelonong masuk padahal dah ditulis. “restricted area, staff only” tapi sering banget ada yg nyelonong disko, sok sok nyari bukuuu… hidiiihhhh

    mungkin Libya juga Chan.kadang juga yang bikin heran, udah tahu di pintu ada tulisan tutup masiiih aja nanya, hakdesss.

  12. nawhi berkata:

    jampang said: contohnya aja soal gaji di perusahaan, meski level dan kemapuan sama, tapi yg bule digaji lebih tinggi 😦

    untung aja di perpus nggak ada yang bule.

  13. nawhi berkata:

    aghnellia said: oh bule juga bisa dr arab yaah..kirain cuma dari eropaah ma ameriki

    biar lebih spesifik Mbak :))

  14. nawhi berkata:

    emokidonlastevening said: saya dulu ada user bule, pas bulenya tanya “HOW MUCH” reflek langsung jawab “kalihewugangsalatus!” bulenya bengong “how much?” karena sotoy dan panik lupa bahasa inggrisnya duarebumaratus, akirnya tanya ke bininya si bule “buk bahasa inggrisnya 2 rebu maratus apaan?” tu ibu malah bisik2 ke bulenya, dan bulenya ketawa2 “hahahaha two thousand and five hundred… remember that!” *harga diri jatoh karena duarebumaratus*

    ahahahaha sama Piit, aku juga kadang masih kebalik-balik antara thousand dan hundred. biasanya aku ingat2 tahun aja.

  15. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Jd ingat pengalaman tmen di salon soal bule 😀

    ceritain dunk Kakak ^_^

  16. nawhi berkata:

    intan0812 said: Di perusahaan2 pma yg ada di indonesia masih membanggakan karyawan2 bulenya… Padahal karyawan lokal ga kalah pinternya kok… Ga selalu bule pinter 🙂

    Ya emang susah kalo dari pihak-pihak yang berkuasa sendiri udah membeda-bedakan kayak gitu.

  17. itsmearni berkata:

    hihihihiaku ketawa pas dia bilang minta alamat :-))

  18. nawhi berkata:

    itsmearni said: aku ketawa pas dia bilang minta alamat :-))

    begitu bulenya pergi, kami langsung ketawa ngakak.

  19. rengganiez berkata:

    nawhi said: Inti yang ingin saya sampaikan adalah kita sebagai orang Indonesia harus percaya diri berhadapan dengan orang-orang dari luar negeri. Tak perlu kita munduk-munduk di depan mereka, memberikan perlakuan istimewa yang ujung-ujungnya malah membuat mereka bertingkah seenaknya.

    heeh..betulllllllllllll

  20. nawhi berkata:

    rengganiez said: heeh..betulllllllllllll

    toss deh kalo gitu Mbak.

  21. trewelu berkata:

    bulenya yang diem lempeng itu cowok apa cewek? Kalo orang arab co ke co biasanya ramah2 pake cipika cipiki gandengan tangan, tapi tidak ke lawan jenis. Tapi kalo ce biasanya lempeng2 cenderung galak apalagi ke cowok. Bentrok budaya aja kali ya.

  22. nawhi berkata:

    trewelu said: bulenya yang diem lempeng itu cowok apa cewek

    cowok Mbak, putih, kacamataan, rambutnya keriting kayak mie hi3oh iya tambahan: dia jadi model di kalender tahunan kampus.

  23. ibuseno berkata:

    nawhi said: cowok Mbak, putih, kacamataan, rambutnya keriting kayak mie hi3oh iya tambahan: dia jadi model di kalender tahunan kampus.

    scan dong kalender kampus yg ada foto bulenya itu hihi penasaran..

  24. nawhi berkata:

    ibuseno said: scan dong kalender kampus yg ada foto bulenya itu hihi penasaran..

    tuuh kan tau ada bule Arab langsung penasaran ahahaha*kabuur*

  25. thebimz berkata:

    fickleboon said: tapi sering banget ada yg nyelonong disko, sok sok nyari bukuuu… hidiiihhhh

    mungkin mau kenalan sama echan…

  26. thebimz berkata:

    darnia said: ada istilah bule India

    bule depok juga ada kok

  27. thebimz berkata:

    emokidonlastevening said: “kalihewugangsalatus!”

    wkwkwkwkwkwkwk

  28. nawhi berkata:

    thebimz said: bule depok juga ada kok

    jangan bilang itu kamu Bim 😛

  29. ivoniezahra berkata:

    Iya, besok kakak 🙂

  30. ibuseno berkata:

    nawhi said: tuuh kan tau ada bule Arab langsung penasaran ahahaha*kabuur*

    iih.. kebayang dong bule cakep campur arab hahaha

  31. anchaanwar berkata:

    Ada sisi positif yg bisa kita pelajari dari mereka. Seperti punctual, sportif dll. Tapi kalo sampe muja2 dan kemudian merendahkan diri, ada ya?!

  32. nawhi berkata:

    anchaanwar said: Ada sisi positif yg bisa kita pelajari dari mereka. Seperti punctual, sportif dll. Tapi kalo sampe muja2 dan kemudian merendahkan diri, ada ya?!

    Ya setiap bangsa mempunyai sisi positif n negatif, tinggal kitanya aja yang harus selektif dalam menerimanya.itu di atas udah ada contohnya yang bule pinjam loker. ya nggak sampe merendahkan petugas sih, cuma songgong gayanya.

  33. onit berkata:

    klo dr libya emang kesian wan..pernah denger katanya krn kerusuhan libya kmrn, beasiswa pemerintah mereka distop, jadi di indo mrk pontang panting, trus kedutaan mereka yg negoin ke kampus2 utk diskon uang kuliah/gratis

  34. thebimz berkata:

    nawhi said: jangan bilang itu kamu Bim

    saya kalopun bule jadinya bule bekasi 🙂

  35. nawhi berkata:

    onit said: klo dr libya emang kesian wan..pernah denger katanya krn kerusuhan libya kmrn, beasiswa pemerintah mereka distop, jadi di indo mrk pontang panting, trus kedutaan mereka yg negoin ke kampus2 utk diskon uang kuliah/gratis

    oh gitu ya, semoga keadaan mereka bisa lekas membaik ya. makasih infonya Nit.

  36. m4s0k3 berkata:

    nawhi said: kita sebagai orang Indonesia harus percaya diri berhadapan dengan orang-orang dari luar negeri. Tak perlu kita munduk-munduk di depan mereka, memberikan perlakuan istimewa yang ujung-ujungnya malah membuat mereka bertingkah seenaknya.

    Sajojo! eh setuju! di tempat les gw juga orang arab, orang korea, thailand, turkim ceko banyak kok. tapi pas ngobrol biasa aja. mereka juga sama aja kayak kita.

  37. nawhi berkata:

    Kamu ngasih atau ikut les Yas?

  38. nawhi berkata:

    Kamu ngasih atau ikut les Yas?

  39. m4s0k3 berkata:

    ikut les, wan.. pengennya ngasih les tapi blum pede ngajar :p

  40. nanazh berkata:

    hohohoho service excellent beneran nih…heuheuheu hal ihwal tentang roaming komunikasisaya masih bisa menguasai bahasa Minang di sini….*bingung banyak orang sini tuh ngomong apa*

  41. nawhi berkata:

    kan udah diajarin pas prajabatan he3oh udah belajar ya sebelumnya?

  42. nanazh berkata:

    belajar apaan? bahasa inggris, arab, atau minang? heheheya little-little i can lah~_~

  43. ninelights berkata:

    “Mentalitas orang Indonesia yang cenderung kagum berlebihan dan heboh kalau ada bule ikut andil dalam hal ini. Diakui atau tidak tanpa kita sadari kita lebih bangga untuk meniru-niru budaya dari luar daripada memelihara budaya warisan nenek moyang. Di dalam komik Hidup Itu Indah karya Aji Prasetyo (klewang) digambarkan di Indonesia ada dua budaya yang tengah bertempur, yaitu budaya Barat dan Timur Tengah. Mereka berebut pasar demi ‘berdagang’ produk dan ideologi. Di berbagai media, timbul stigma bahwa yang beraroma Barat itu melambangkan kemodernan sedangkan yang Lokal melambangkan keprimitifan. Yang berbau Lokal itu pasti sesat sedangkan yang berbau Arab pasti benar.”Oh,karena ini ya alasan sebenarnya tentang pertanyaan seputar ‘1st reader’ tadi?:)

  44. masfathin berkata:

    Ternyata di sana banyak bule ya… Ckckck salut 🙂

  45. masfathin berkata:

    Ternyata di sana banyak bule ya… Ckckck salut 🙂

  46. fauziatma berkata:

    Antara ramah dan memuja-muja itu beda tipis ya.

  47. nawhi berkata:

    ninelights said: Oh,karena ini ya alasan sebenarnya tentang pertanyaan seputar ‘1st reader’ tadi?:)

    ini makin memperkuat alasanku yang udah aku kemukakan tadi malam.

  48. nawhi berkata:

    masfathin said: Ternyata di sana banyak bule ya… Ckckck salut 🙂

    Ya ga banyak2 amat sih Di.

  49. nawhi berkata:

    fauziatma said: Antara ramah dan memuja-muja itu beda tipis ya.

    errr nggak juga sih Ji. kalo ramah itu kita bersikap sesuai norma kesopanan sedangkan memuja-muja itu udah di luar konteksnya. *apa sih*

  50. debapirez berkata:

    ga foto bareng dl,Wan?hehe…

  51. fauziatma berkata:

    Maksudnya Indonesia kan terkenal dengan keramahtamahannya ke pendatang asing, sedangkan kenyataannya kebiasaan memuja-muja mereka.

  52. nawhi berkata:

    debapirez said: ga foto bareng dl,Wan?hehe…

    Om Deba penasaran yaaa? :))

  53. fendikristin berkata:

    seru juga ya Mas..tempat kerja Mas Ihwan banyak interaksi dengan orang banyak

  54. nawhi berkata:

    fendikristin said: seru juga ya Mas..tempat kerja Mas Ihwan banyak interaksi dengan orang banyak

    iya Mbak, jadi ga gampang bosen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s