Mumpung malem minggu, posting tentang cinta yuuuk.
Udah lama nggak nulis paka kata ganti pertama aku jadi agak canggung gitu, happy reading 🙂

2 Juli 2011

Cinta Pertama itu tidak akan pernah terlupakan, bahkan mungkin sampai kita mati nanti. Entah itu kisahnya berakhir indah atau menyakitkan, pastinya kisah itu akan mendapatkan tempat tersendiri di hati kita.
Kisah cinta pertamaku sendiri boleh dibilang yaa, agak menyakitkan. Cinta pertamaku terjadi saat aku duduk di bangku SMP. Saat itu aku mempunyai seorang teman yang sangat akrab, sebut saja namanya Sandia. Sandia adalah seorang gadis tomboy berambut pendek yang dengan sifat manjanya membuatku merasa gemas dan selalu bahagia bila berada di dekatnya.
Hubungan kami sangat dekat sekali. Dalam hal pelajaran kami saling membantu bila ada yang kesulitan, contek-contekan ketika ulangan, bercanda bersama di waktu istirahat, beberapa kali kami juga sempat duduk sebangku. Yang paling aku ingat dari Sandia adalah panggilan Kakak yang dia berikan padaku, senang gitu dengernya setiap kali dia memanggiku Kakak dengan manjanya. Kedekatan kami ini menimbulkan perasaan yang berbeda di hatiku, ada kegelisahan manakala sehari saja dia tak masuk, ada rasa cemburu setiap kali melihatnya bersama anak laki-laki yang lain. Namun panggilan kakak itu membuatku ragu untuk mengutarakan perasaanku padanya. Aku takut rasa cintaku itu akan merusak hubungan persahabatan kami. Akupun memilih untuk memendam sendiri perasaan itu. Satu-satunya orang yang tahu hanyalah teman sebangkuku, Hadi.

Namun suatu hari, entah Hadi keceplosan atau gimana, Sandia akhirnya mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Apa yang aku takutkan terjadi, sejak saat itu Sandia tak mau lagi berteman denganku, bahkan untuk sekedar menyapa saja dia tak mau. Rasanya sedih banget melihat sikap cueknya saat itu, seolah aku nggak ada di hadapannya, di dalam hidupnya. Dari para sahabatnya aku mendapat informasi jika Sandia sudah mempunyai pacar, satu sekolahan juga dengan kami tapi beda kelas. Aku pun penasaran, ingin tahu seperti apa cowok yang sudah berhasil mendapatkan Sandia. Ketika aku melihat cowok itu, aku sadar bahwa dia memang lebih pantas mendapatkan Sandia daripada aku. Ya udah, akupun bisa menerima dengan ikhlas kenyataan itu.

Yang aku tidak habis pikir, sampai kenaikan kelaspun Sandia tetap tak mau menegurku sama sekali. Setiap kali aku mencoba menyapa atau tersenyum padanya, dia selalu memasang wajah ketus dan tak bersahabat. Untungnya di kelas dua, kami sudah tidak sekelas lagi sehingga aku tak lagi tersiksa dan sedih dengan sikap dingin Sandia tersebut. Menginjak kelas tiga, kami dipertemukan lagi dalam kelas yang sama, namun ternyata sikapnya tak berubah padaku, bahkan sampai kami lulus. Seandainya mencintai Sandia adalah suatu kesalahan aku rela meminta maaf padanya, asalkan dia mau berteman lagi denganku.

Waktupun bergulir, meski cinta pertamaku kandas namun aku tetap mengenangnya sebagai kenangan indah dalam hidupku, terutama saat-saat indah bersama Sandia.

Lalu suatu hari, pada masa awal-awal daftar di facebook, secara iseng aku mengetikkan nama lengkap Sandia di kolom pencarian. Ajaib, aku menemukan profilnya. Tentu saja aku langsung meng-add-nya. Rasanya senang banget ketika melihat fotonya, antara percaya dan tidak percaya gitu. Sandia yang dulu tomboy kini telah berubah menjadi wanita dewasa yang anggun. Tapi yang sedikit agak bikin sedih, di profilnya tercantum sudah setengah tahun dia tidak mengup-date profilnya. Ada sekitar sebulanan, barulah Sandia menerima permintaan pertemananku. Kemudian kami pun berteman lewat dunia maya. Sandia saat itu sudah tinggal lama di Yogya, kebetulan dia dulu mengambil kuliah kedokteran hewan di salah satu PTN di sana. Setelah lulus dia juga bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di kota gudheg tersebut.

Sekian lama tak berkontak, pertanyaan yang dari dulu tak pernah terjawab akhirnya mendapat kesempatan untuk aku cari tahu jawabannya, yaitu kenapa Sandia memutuskan hubungan persahabatan kami setelah dia mengetahui perasaan cintaku padanya. Meski awalnya bingung dan canggung, akhirnya Sandia menjawab bahwa saat itu dia bingung harus bagaimana dan dengan sedikit bercanda dia bilang masih takut untuk pacaran. Ya sudah, karena aku nggak mau membuat dia nggak nyaman, maka akupun menyudahi pembicaraan tentang hal itu.

Sekitar enam bulanan kemudian, Senja pulang ke Malang karena kontrak kerjanya sudah habis. Diapun mengajakku untuk ketemuan. Tentu saja aku sangat senang mendengarnya, tapi rasa senang kurasakan ini adalah rasa senang karena bertemu dengan teman SMP. Okelah, dia memang cinta pertamaku. Tapi kalau ditanya tentang perasaan, aku sudah biasa saja, apalagi aku juga tahu dari profil facebooknya kalau dia sudah mempunyai pacar.
Kami bertemu di salah satu mall di Malang, saat pertama kali melihatnya aku sudah bisa mengenali dari raut wajahnya. Hanya bedanya dia nampak kurusan dan rambutnya dibiarkan memanjang. Sambil menikmati minuman di food centre, kami bernostalgia tentang masa-masa di SMP, bercerita tentang pekerjaan masing-masing juga tak lupa sharing tentang pengalaman di dalam dunia percintaan. Juga tentang rencana pernikahannya dengan pacarnya yang aktif di LSM itu. Sandia heran banget kok aku bisa menemukan profilnya di facebook dan masih ingat nama lengkapnya. Tentu saja ingat, bagaimana mungkin aku melupakan cinta pertamaku.

Selama hampir satu jam lebih kami ngobrol, setelah itu Sandia minta ditemani untuk membeli jaket untuk cowoknya dan celana jeans untuknya sendiri. Lha trus buatku apa? He he he.
Saat memilih-milih jaket, dia mencobakannya padaku, katanya sih tinggi badan cowoknya sama denganku. Dia juga minta saran padaku jaket seperti apa yang biasanya disukai cowok. Pramuniaga yang melihat kami tersenyum ketika Sandia mencobakan sebuah jaket jeans padaku, mungkin dia mengira kami ini sepasang kekasih. Pun saat mencoba jeans dia memintaku menunggu di depan kamar ganti dan dimintai pendapat tentang jeans pilihannya. Meski awalnya agak canggung, namun selajutnya aku bisa enjoy dan menikmati kebersamaan kami ini. Mungkin ini cara Tuhan mengganti kekecewaanku yang dulu.

Selesai belanja, aku mengajaknya makan di tempat langganan karena sama-sama lapar. Di tempat makan Sandia bercerita lagi tentang kehidupannya di Jogja, agak kaget juga pas dia cerita kalau dia rajin dugem tiap minggu bersama gank dan pacarnya. Sehabis makan, dengan santainya Sandia mengeluarkan sebungkus rokok dan korek api dari tasnya. Katanya dia sudah nahan-nahan sejak di mall tadi. Dan malam itu, di depan mata para pengunjung lainnya tersaji sebuah pemandangan yang sangat kontras, seorang cewek gaul dengan sebatang rokok di sela-sela jari-jemarinya duduk berdampingan dengan seorang cowok cupu berkacamata. She is totally different those night. Aku tidak melihat lagi Sandia, gadis tomboy manja yang dulu pernah begitu aku cintai. Tapi kuakui, aku suka cara berbicaranya yang smart dan sexy itu.

Kini Sandia sudah menikah dan hidup bahagia bersama suaminya di Kalimantan. Dia bekerja di sebuah klinik hewan di sana. Terakhir kali kontak, dia mengirimkan sugest beberapa teman SMP kami yang entah kenapa susah banget kami ketemukan di antara jutaan pengguna facebook itu.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

21 responses »

  1. ciieeeeee.. crt cinta pertama saya gak diposting di blog tp ada di buku… *komersil*

  2. mahasiswidudul berkata:

    Cinta pertama… udah lupa tuh.. udah minum panadol :))

  3. anotherorion berkata:

    wan potone dong wan, sapa tau bisa ikutan nemenin kowe jatuh cinta wkwkwkwk

  4. bambangpriantono berkata:

    O alaah…cinta laura toh*mlipir*

  5. bambangpriantono berkata:

    *Priyooooo….wis tuku jamu durung???*

  6. fauziatma berkata:

    Duh maaf, kok susah dimengerti ya akhirnya.

  7. nawhi berkata:

    Dapit: sekalian aja sama covernya.

  8. nawhi berkata:

    NinDul: eaaa ini ngiklan juga, duta panadol ya buk.

  9. nawhi berkata:

    Priyo: cari aja di FBku tapi jenenge yo dudu Sandia he3

  10. nawhi berkata:

    Mas Nono: tapi ga pake becek m ga ada ojek.

  11. nawhi berkata:

    Oji: akhirnya yg mana Ji?

  12. ivoniezahra berkata:

    G mau mengenang cinta pertamaku! I hate this moment

  13. nawhi berkata:

    Yeah i know that, maaf ya kalo jadi ngingetin.

  14. ivoniezahra berkata:

    gak paa2 yg penting cinta terakhr smpai hayat memisahkan 😀

  15. puritama berkata:

    SMP tu masih polos mas, begitu tahu ada orang yg suka pasti jadi takut..ahahaha..

  16. nawhi berkata:

    Ivon: aamiin, moga cepet ketemu ya.

  17. nawhi berkata:

    Puri: jangan2 kamu dulu juga gitu? He3

  18. jampang berkata:

    hm… jd pengen ngelanjutin cerita yg dulu… yg baru sampe proses mengungkapkan perasaan doang.

  19. itsmearni berkata:

    Wan..diparagraf 9 kok namanya berubah jadi senja ?Gak bisa quote neh,lagi pake hape

  20. cinta pertama never forget daghhh ;-D

  21. debapirez berkata:

    pengalamanmu dengan Sandia saat SMP agak2 mirip denganku. duh, dulu mash masih malu2 anjing kalau suka sm cewek…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s