Arus lalu lintas di kala musim mudik lebaran memang sangat padat dan rawan menimbulkan kecelakaan, oleh karena itu kita sebagai pengguna jalan dituntut untuk berhati-hati agar selamat sampai di tujuan. Jangan sampai acara mudik lebaran yang seharusnya menjadi cerita bahagia berubah menjadi petaka yang meninggalkan duka, naudzubillahimindzalik.

Saya sendiri saat acara lebaran kemarin mengalami suatu kejadian yang boleh dibilang hampir bersinggungan dengan maut. Ceritanya pagi itu saya dan pacar baru saja dari rumah kerabat pacar di daerah Suhat. Berhubung pacar tetep masuk meski hari raya maka setelah berlebaran sebentar saya segera mengantar dia ke tempat kerjanya.

Seperti biasa, jika dari arah Suhat menuju tempat kerja pacar saya mengambil jalur yang melewati sebuah gang di daerah Betek. Gang ini boleh dibilang merupakan jalan pintas yang menjadi fave semua pengguna jalan yang ingin menuju jalan veteran karena bisa menghemat waktu. Nah ketika hendak memasuki gang tersebut, dari arah berlawanan ada beberapa pengendara motor yang menggerombol hingga memakan separuh jalan. Setelah menyalakan lampu sen saya mulai ambil ancang-ancang untuk menyeberang dengan mengurangi kecepatan motor. Namun mendadak dari belakang rombongan motor tersebut muncul mikrolet yang melaju dengan kencangnya menyalip mereka. Saya bisa melihat dengan jelas sopir mikrolet tersebut marah karena hampir separuh jalan dipakai oleh rombongan motor tersebut. Saking marahnya dia tidak memperhatikan ke depan dimana ada motor saya yang menunggu giliran untuk menyeberang.

Alhamdulillah, Allah menggerakkan kedua tangan saya ini sehingga saya secara reflex menghindari mikrolet tersebut. Yang tidak saya sadari adalah ketika menghindari mikrolet dari depan yang main nyelonong itu saya membahayakan diri dan pengguna jalan di belakang saya. Alhamdulillah lagi, penggendara motor yang ada di belakang saya juga reflex menghindari saya sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan. Meski dapat bonus umpatan tidak mengapa yang penting saya dan pacar masih dilindungi Allah. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada kami berdua jika saya tidak refleks menghindari mikrolet tersebut.

Beberapa hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian di atas adalah:
• Jika menempuh perjalanan dengan motor secara rombongan jangan bergerombol hingga tak menyisakan ruang bagi pengguna jalan yang lain. Selain bisa membahayakan rombongan itu sendiri juga dapat membahayakan pengguna jalan yang lain.
• Jagalah agar tetap berkonsentrasi di jalan sehingga bisa reflex menghindar jika terjadi hal-hal yang membahayakan diri kita. Terkadang meski kita sudah berhati-hati namun bisa tetap celaka karena keteledoran orang lain.

Ya udah gitu aja sekedar sharing pengalaman saat berkendara. Semoga Allah senantiasa melindungi kita saat berada di jalan raya dari segala mara bahaya yang ada, aamiin.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

33 responses »

  1. ikhwatiislam berkata:

    tfs bgt nih pngingatnya, baru 2 hari bawa motor ke kntor soalnya, *pamer di lapak orang,,,xixi

  2. jampang berkata:

    alhamdulillah….. selamatjangankan naik motor, ngeliat orang-orang berjalan kaki bergerombol sampe separuh gang juga bikin kesel

  3. siantiek berkata:

    jalanan bukan milik sendiri, bagi2 sama orang, tapi kalo trotoar khusus buat pejalan kaki loch bukan buat pengendara motor ya , awas jgn naik !!

  4. bundel berkata:

    Udah biasa ya sopan santun di jalanan ditinggalkan orang sekarang. Susah ‘kan jadinya hidup enak dan nyaman di negeri kita ini? Untung selamat, ikutan senang ah. BTW pacarnya kerja di toko atau hotel ya, kok nggak mengenal liburan sih?

  5. rengganiez berkata:

    lha wong jalan kaki di pinggir saja kadang rawan disenggol kendaraan…eh itu di jakarta dink, karena pedestrian yang gak ada, kalopun ada sudah dijejali pedagang kaki lima

  6. orangjava berkata:

    Peraturan LALU LINTAS di Indonesia tak diperhatikan, yang ngatur nya bisa disogok, SIM bisa beli, payah, makanya SIM disini dari RI gak dianggap, harus Les lagi……….jamanku dulu ada istilah awas ada BANGO (Pak Pol pake topi putih) yang suka minta duit……….

  7. nawhi berkata:

    ikhwatiislam said: tfs bgt nih pngingatnya, baru 2 hari bawa motor ke kntor soalnya, *pamer di lapak orang,,,xixi

    sama-sama, hati-hati ya di jalan.jadi ingat pas pertama kali naik motor ke kerjaan rasanya seneng gitu 😀

  8. nawhi berkata:

    bundel said: Udah biasa ya sopan santun di jalanan ditinggalkan orang sekarang.

    iya Bun, apalagi kalo liat anak-anak n para remaja yang suka seenaknya kalo di jalan. orangtuanya gimana ya kok nggak kuatir terjadi apa-apa sama anaknya dilepas gitu aja di jalan padahal belum punya SIM.saya aja baru pake motor pas udah kerja, itupun masih grogi.

  9. nawhi berkata:

    rengganiez said: kalopun ada sudah dijejali pedagang kaki lima

    kalo di malang udah lama ditertibkan, dulu pas jaman masih kecil yang namanya jalan itu udah berubah jadi kayak pasar. tapi sekarang2 ini jadi kangen juga liatnya, soalnya kenangan masa kecil dibelikan pakaian lebaran di sana.

  10. nawhi berkata:

    thebimz said: hati2 wan..

    iya Bim, makasih ya.

  11. nawhi berkata:

    orangjava said: jamanku dulu ada istilah awas ada BANGO (Pak Pol pake topi putih) yang suka minta duit……….

    jaman sekarang juga masih sama Om, malah sekarang ini polisi ada yang sukanya nyari-nyari kesalahan. pernah diceritain paman, pas dicegat polisi tetep aja kena padahal sudah lengkap semuanya. tau ga gara-gara apa? hanya gara-gara bannya ga ada penutup pentilnya.

  12. ivoniezahra berkata:

    Lain kali lbh hati2 mas 🙂

  13. bundel berkata:

    nawhi said: iya Bun, apalagi kalo liat anak-anak n para remaja yang suka seenaknya kalo di jalan. orangtuanya gimana ya kok nggak kuatir terjadi apa-apa sama anaknya dilepas gitu aja di jalan padahal belum punya SIM.saya aja baru pake motor pas udah kerja, itupun masih grogi.

    Hihihihi…… yang selalu kuatiran kayaknya cuma saya deh. Anak-anak saya cuma bisa naik sepeda doang lho sampe sekarang karena saya nggak pernah izinkan beli motor/.

  14. orangjava berkata:

    nawhi said: jaman sekarang juga masih sama Om, malah sekarang ini polisi ada yang sukanya nyari-nyari kesalahan. pernah diceritain paman, pas dicegat polisi tetep aja kena padahal sudah lengkap semuanya. tau ga gara-gara apa? hanya gara-gara bannya ga ada penutup pentilnya.

    Edan…disini ada Polisi Ex Jerman Timur dipecat tanpa hormat, karena terima sogokan UJIAN SIM….anehnya di RI yak…payah…

  15. aghnellia berkata:

    uhuy yang punya pacar baru! Ihiy..Alhamdulillah dah punya pacar baru! 😉

  16. nawhi berkata:

    m4s0k3 said: Titi dj, brur

    yupe, thanx bro.

  17. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Lain kali lbh hati2 mas 🙂

    iya, emang kudu extra hati2.

  18. nawhi berkata:

    bundel said: saya nggak pernah izinkan beli motor

    wah jarang-jarang ini secara jumlah pemilik motor semakin banyak sekarang ini Bun.

  19. nawhi berkata:

    aghnellia said: Alhamdulillah dah punya pacar baru! ;

    kok yang dikomenin ini doang Mbak he3.

  20. kakrahmah berkata:

    oohh, naik motor ama pacar…. :p

  21. nawhi berkata:

    kakrahmah said: oohh, naik motor ama pacar…. :p

    preeetttttt 😛

  22. trewelu berkata:

    alhamdulillah masih diberi keselamatan… kayaknya ada hikmah yang lain, jangan emosi sambil nyetir.

  23. nawhi berkata:

    trewelu said: kayaknya ada hikmah yang lain, jangan emosi sambil nyetir

    aah iya bener Mbak, tadi mau nambahin itu juga, thanx.

  24. debapirez berkata:

    jgn pegangan tangan sm pacar kalau lg nyetir motor ya 😉

  25. anotherorion berkata:

    debapirez said: jgn pegangan tangan sm pacar kalau lg nyetir motor ya 😉

    sependapat sama pendapat ustad

  26. anotherorion berkata:

    *yang bener pegangan tangan sama ustad dedi wae wkwkwkwkk

  27. closetonothing berkata:

    kontrollah tangan pacar kalau sedang berkendara.

  28. luqmanhakim berkata:

    Ngomongin maut di jalan raya, kesian Saipul Jamil. Udah ketimpa musibah bininya meninggal karena kecelakaan itu, sekarang dia jadi tersangka pasal kelalaian dalam berkendaraan…

  29. debapirez berkata:

    anotherorion said: *yang bener pegangan tangan sama ustad dedi wae wkwkwkwkk

    akhi Priyo paham aja maksud saya haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s