Sesuai dengan judulnya, komik ini berisi tentang 100 peristiwa yang bisa menimpa siapa dan di mana saja. Mulai dari didatangi orang gila, kebelet di tempat umum,digodain banci hingga lupa menutup ‘garasi’ bawah. Semua perisitiwa digambarkan dengan gambar yang lucu, orisinil dan menurut saya Indonesia banget, sebagaimana ciri khas gambar Benny Rachmadi dalam komik-komik saat dia masih berduet dengan Mice (Much. Misrad).

Beberapa peristiwa pernah juga saya alami, misalnya saja memakai baju yang sama dengan orang lain. Sama persis kayak di buku yaitu memakai batik yang motifnya sama tapi saya masih lebih beruntung karena warnanya beda.

Digodain banci juga pernah, malah saya lebih parah lagi. Ceritanya waktu itu saya lagi rekreasi bersama orang-orang kantor ke Bali. Suatu malam agenda kami adalah menikmati pertunjukkan cabaret show di sebuah kapal pesiar.

Nah salah satu performer-nya itu seorang waria yang berdandan ala Krisdayanti. Naluri jurnalistik mendorong saya untuk melihat dari dekat biar enak motretnya. Eh ndilalah pas di tengah-tengah pertunjukan, si Krisdayanti KW 2 ini menunjuk-nunjuk ke arah saya, maksudnya nyuruh saya naik ke panggung. Paniklah saya. Saya udah geleng-geleng dan menolak mati-matian tapi si KD KW 2 itu tetep ngotot, apalagi para penonton juga bersorak-sorak gitu. Akhirnya saya hanya bisa pasrah ikut naik ke panggung. Beneran deh, peristiwa itu horror banget. Sampai sekarang saya masih malu dan trauma gitu. Eh ini review kok malah jadi cerita gini 😛

Okey, back to the book.

Mungkin karena sebelum membaca udah dapat review singkat dari sang pemilik buku kalau isinya tidak seheboh serial Lagak Jakarta akhirnya alam bawah sadar saya jadi terinfluence dan tidak mau berekspektasi banyak bisa ketawa-ketawa ngakak seperti saat membaca serial Lagak Jakarta. Dan hal itu terjadi beneran saat saya membacanya.

Entah apa benar karena saya sudah terinfluence review dari sang pemilik buku atau karena memang ada sesuatu yang hilang dikarenakan duet Benny dan Mice ini pecah. Dari lembar pertama sampai akhir saya hanya tersenyum simpul melihat dan membaca kelucuan di dalam komik ini. Nggak tahu lah, saya nggak dapet feel-nya.

Tapi saya tetap acungin jempol dua buat Benny karena saya tidak bisa menggambar sebagus dan selucu beliau. Apalagi dengan setting yang cukup detail di setiap peristiwa, pasti dibutuhkan kejelian dan kesabaran saat mengerjakannya. Tetap berkarya Mas Benny, semoga next time bisa lebih baik lagi. Dukung komik Indonesia..!!

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s