Adakalanya kita merasa apa yang terjadi pada diri kita atau orang lain itu tidak adil, lalu ujung-ujungnya kita jadi terkesan mempertanyakan dimana keadilan Tuhan. Di negeri ini banyak sekali memang contohnya ketidak adilan. Lihat saja jika seorang pencuri ayam tertangkap langsung dihajar oleh massa hingga meregang nyawa tapi bagaimana dengan para pencuri uang negara? Banyak yang masih bebas berkeliaran, kalaupun berhasil dipenjarakan hidupnya masih bisa bermewah-mewah.

Tapi sebagai makhluk Tuhan kita tidak boleh berputus asa, Tuhan tidak pernah tidur. Dia mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh para makhluk-Nya. Siapa yang menanam kebaikan maka dia akan menuai kebaikan juga, demikian juga sebaliknya. Sebuah cerita berikut ini mungkin salah satu bukti bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur.

Tersebutlah di sebuah instansi pemerintahan ada beberapa orang pegawai honorer, di antara mereka ada yang usianya paling tua dan sudah bekerja paling lama dibanding yang lain. Sebut saja namanya Bondet. Sayangnya sebagai seorang senior di kantor, Bondet tak bisa memberikan contoh yang baik bagi para juniornya. Setiap hari dia selalu datang siang, atau kalau tidak begitu absent dengan berbagai alasan. Kalaupun dia masuk, kehadirannya lebih banyak santainya. Dia seakan tidak peduli bahwa etos kerjanya yang seenaknya itu mengakibatkan para juniornya kewalahan dalam bekerja.

Lalu suatu kabar baik datang mengakhiri masa penantian para honorer tersebut untuk diangkat menjadi PNS. Pemerintah menargetkan bahwa pada penghujung tahun semua pegawai honorer di seluruh Indonesia harus sudah diangkat menjadi PNS semua. Mekanisme pengangkatan PNS itu nanti akan digilir mulai dari pegawai yang usianya paling tua dan memiliki masa kerja paling lama.

Bondet tentu saja senang sekali mendengar hal itu, dia optimis bahwa dirinya akan diangkat yang pertama kali di kantor tempat dia bekerja. Dengan bangganya dia mengatakan hal itu kepada para juniornya.

Tak lama pengumuman tentang siapa saja pegawai honorer yang lolos itu keluar. Semua terkejut karena ternyata nama Bondet tidak tertera di lembar pengumuman tersebut. Padahal beberapa juniornya ada yang lolos. Di pengumuman gelombang kedua hal yang terjadi lagi, Bondet hanya bisa gigit jari melihat para juniornya melakukan pemberkasan untuk pengurusan sebagai PNS. Barulah di gelombang terakhir nama Bondet muncul.

Usut punya usut, sebenarnya nama Bondet sudah dinyatakan lolos pada gelombang pertama. Namun saat itu dia kebagian NIP (Nomer Induk Pegawai) format lama sedangkan saat itu sudah diberlakukan NIP baru sehingga harus dibuatkan NIP baru yang prosesnya lama. Lalu surat pengangkatannya sempat hilang karena tertumpuk di antara ratusan berkas para pegawai honorer lainnya. Itulah sebabnya kenapa nama Bondet tidak jadi dicantumkan pada pegumuman gelombang pertama.

Tuhan memang tidak pernah tidur, Dia tahu siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan siapa yang bekerja seenaknya. Namun sayangnya kejadian itu tak membuat Bondet sadar, bahkan sekarang setelah menjadi PNS dia makin siang saat tiba di kantor. Semoga saja dia cepat sadar dan memperbaiki kinerjanya tersebut.

Lalu bagaimana dengan para pencuri uang negara yang sampai sekarang masih bebas berkeliaran? Sampai kapan mereka akan berleha-leha di atas penderitaan rakyat? Tak perlu pesimis, kalaupun mereka lolos dari jerat hukum dan keadilan di dunia maka sesungguhnya hokum dan keadilan di akhirat telah menanti mereka.

*kesambit apaan ya saya kok siang-siang nulis serius gini

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

48 responses »

  1. rengganiez berkata:

    baru ngadep berita dari Kementerian PAN : Pegawai Negeri Sipil di tingkat pemerintahan daerah hanya efektif bekerja selama enam bulan dari setahun waktu kerja mereka. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, di sisa enam bulan kerja berikutnya kebanyakan PNS menganggur. ni akibat rendahnya etos kerja para PNS yang diperparah dengan terlambatnya penyaluran dana dari pemerintah pusat.

  2. darnia berkata:

    rengganiez said: baru ngadep berita dari Kementerian PAN : Pegawai Negeri Sipil di tingkat pemerintahan daerah hanya efektif bekerja selama enam bulan dari setahun waktu kerja mereka. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, di sisa enam bulan kerja berikutnya kebanyakan PNS menganggur. ni akibat rendahnya etos kerja para PNS yang diperparah dengan terlambatnya penyaluran dana dari pemerintah pusat.

    JEGEEEEEEEEEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRRRRR

  3. rengganiez berkata:

    darnia said: JEGEEEEEEEEEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRRRRR

    bukan gw yang ngemeng, tapi pak Menteri lohhhh

  4. darnia berkata:

    rengganiez said: bukan gw yang ngemeng, tapi pak Menteri lohhhh

    hehehhe iyamungkin ini ada sedikit dendam dari diriku, Mbak Niez…tapi tiap kali ada omongan miring tentang PNS, aku agak sedikit bersyukur karena pas itu “dipermainkan” saat seleksi DepKeu πŸ˜€

  5. ayanapunya berkata:

    ya emang sih kadang suka sebel sama PNS. kalo datang ke kantor siang, mereka suka ga ada. mungkin karena jumlahnya udah terlalu banyak kali, ya? jadi ada yang nggak kebagian kerjaan πŸ˜€

  6. nawhi berkata:

    rengganiez said: Pegawai Negeri Sipil di tingkat pemerintahan daerah hanya efektif bekerja selama enam bulan dari setahun waktu kerja mereka. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, di sisa enam bulan kerja berikutnya kebanyakan PNS menganggur. ni akibat rendahnya etos kerja para PNS yang diperparah dengan terlambatnya penyaluran dana dari pemerintah pusat.

    teguran neh buat diri sendiri, apakah sebagai PNS sudah bekerja dengan efektif apa belum.kalau saya melihat ketidakmerataan beban kerja juga bisa menyebabkan etos kerja jadi rendah, ada bagian yang beban kerjanya berat banget tidak sebanding dengan tenaga yang ada. lalu ada bagian yang beban kerja terlalu ringan sehingga tiap hari kebanyakan menganggurnya.

  7. rengganiez berkata:

    darnia said: hehehhe iyamungkin ini ada sedikit dendam dari diriku, Mbak Niez…tapi tiap kali ada omongan miring tentang PNS, aku agak sedikit bersyukur karena pas itu “dipermainkan” saat seleksi DepKeu πŸ˜€

    dimainin piyee?

  8. nawhi berkata:

    darnia said: JEGEEEEEEEEEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRRRRR

    matanya sambil melotot neh. zoom in zoom out πŸ˜€

  9. nawhi berkata:

    rengganiez said: bukan gw yang ngemeng, tapi pak Menteri lohhhh

    tapi yang nulis di sini sampeyan hihihi

  10. nawhi berkata:

    darnia said: mungkin ini ada sedikit dendam dari diriku, Mbak Niez…tapi tiap kali ada omongan miring tentang PNS, aku agak sedikit bersyukur karena pas itu “dipermainkan” saat seleksi DepKeu

    ow gitu tho ceritanya.emang ‘dipermainkan’ kayak gimana sih?*duduk di samping Mbak Niez*

  11. nawhi berkata:

    ayanapunya said: ya emang sih kadang suka sebel sama PNS. kalo datang ke kantor siang, mereka suka ga ada. mungkin karena jumlahnya udah terlalu banyak kali, ya? jadi ada yang nggak kebagian kerjaan πŸ˜€

    tapi jangan sebel sama aku ya, jam 8 udah di kantor kok :Dkalau jumlahnya udah terlalu banyak tapi kenapa tiap tahun selalu ada seleksi CPNS yaa?*garuk-garuk*

  12. ayanapunya berkata:

    nawhi said: tapi jangan sebel sama aku ya, jam 8 udah di kantor kok :Dkalau jumlahnya udah terlalu banyak tapi kenapa tiap tahun selalu ada seleksi CPNS yaa?*garuk-garuk*

    titipan mungkin? :Dtapi katanya tahun ini ga ada penerimaan kan, ya?

  13. darnia berkata:

    rengganiez said: dimainin piyee?

    ya gitu deh….Saat itu seleksi CPNS tahun 2008 *bekson Nyai Roro Kidul* kan DepKeu buka pendaftaran tuh. Gegara kerjaan di kantor lama amsyong dan aku pengen pindah kerjaan, daftarlah secara onlen. Jelas2 di situ ditulis “Fakultas Pertanian” bisa mendaftar. Dan akhirnya aku dapet no pendaftaran dan jadwal ngasih dokumen ke DepKeuAkhirnya pas hari H, aku ditolak gitu. Katanya karena program studiku gak masuk seleksi mereka. Yang diterima adalah program studi Industri Pertanian, yang pada saat itu masih BARU BUKA di tahun yang sama,di ITB doang. Keliatan banget gak niatnya. Dan pas itu ada gitu temen2 Pertanian dari UGM dan ITB dengan prgram studi semacam itu, semuanya ditolak.Ngamuk deh gw di tempat sama bagian pendaftarannya (yang kayaknya masih honorer juga, ngeliat umurnya sama aja kayak aku). Pas aku bilang pingin ketemu penanggung jawab seleksi CPNS, dia bilang meeting sampe GAK-TAU-KELAR-JAM-BERAPA….ah..udah ngafretos aja. Gak usah kerja di situ sekalian hahhaha

  14. tantodikdik berkata:

    kalau saya lihat di sekeliling saya, emang PNS nih udah overload. hanya di bagian keuangan dan perekonomian yang sibuk. sementara yang lain bisa santai-santai.selain itu, kompetensi PNS sangat minim. bahkan banyak yang tidak bisa menggunakan komputer (terutama angkatan lama). bahkan yang baru saja diterima (CPNS), ada yang masih gagap menggunakan office word. bayangkan. bikin surat yang simpel saja belum bisa. tapi gaji tetep sama aja. istilahnya Pinter Goblok Pendapatan Sama (PGPS). hehe..

  15. rirhikyu berkata:

    tantodikdik said: bahkan banyak yang tidak bisa menggunakan komputer (terutama angkatan lama). bahkan yang baru saja diterima (CPNS), ada yang masih gagap menggunakan office word. bayangkan. bikin surat yang simpel saja belum bisa. tapi gaji tetep sama aja. istilahnya Pinter Goblok

    KE TER LA LU AN

  16. darnia berkata:

    tantodikdik said: selain itu, kompetensi PNS sangat minim. bahkan banyak yang tidak bisa menggunakan komputer (terutama angkatan lama). bahkan yang baru saja diterima (CPNS), ada yang masih gagap menggunakan office word. bayangkan. bikin surat yang simpel saja belum bisa. tapi gaji tetep sama aja. istilahnya Pinter Goblok Pendapatan Sama (PGPS)

    :oOMG!!!!!!!

  17. elywidya berkata:

    rak ngerti aq mase.. πŸ˜€

  18. ivoniezahra berkata:

    hm aku kek pernh dngr y cerita ini πŸ˜›

  19. tintin1868 berkata:

    kenapa juga namanya bondet..pns oh pns..

  20. rengganiez berkata:

    nawhi said: teguran neh buat diri sendiri, apakah sebagai PNS sudah bekerja dengan efektif apa belum.kalau saya melihat ketidakmerataan beban kerja juga bisa menyebabkan etos kerja jadi rendah, ada bagian yang beban kerjanya berat banget tidak sebanding dengan tenaga yang ada. lalu ada bagian yang beban kerja terlalu ringan sehingga tiap hari kebanyakan menganggurnya.

    makanya ada moratorium penerimaan PNS..biar gak semakin numpuk PNS yang beban kerjanya ringan2 ituh..

  21. rengganiez berkata:

    darnia said: Akhirnya pas hari H, aku ditolak gitu. Katanya karena program studiku gak masuk seleksi mereka. Yang diterima adalah program studi Industri Pertanian, yang pada saat itu masih BARU BUKA di tahun yang sama,di ITB doang. Keliatan banget gak niatnya. Dan pas itu ada gitu temen2 Pertanian dari UGM dan ITB dengan prgram studi semacam itu, semuanya ditolak.

    banyak titipan kali dan…kasiannn hehehe

  22. ibuseno berkata:

    Jadi skearang sudah punya NIP wan ?

  23. darnia berkata:

    rengganiez said: banyak titipan kali dan…kasiannn hehehe

    nyieeeeeeeeeeh….sepertinya gitusoalnya pas aku lagi ngamuk2, ada ibu2 nganter anak cowoknya ngemeng gini,”Mbak, saya bu Lalala, temennya pak Lelele. Ini kemarin berkas anak saya yang diminta pak Lelele buat seleksi kali ini..”DAN DIA NGOMONG GITU DI DEPAN KITA SEMUA YANG MERE-MERE….*eh..itu kenapa kapital semua ya?*

  24. nawhi berkata:

    tantodikdik said: bahkan yang baru saja diterima (CPNS), ada yang masih gagap menggunakan office word. bayangkan. bikin surat yang simpel saja belum bisa. tapi gaji tetep sama aja. istilahnya Pinter Goblok Pendapatan Sama (PGPS). hehe..

    weleh-weleh…dulu saya pernah dengar ada wacana dimana para PNS akan digaji menurut kemampuan, kinerja dan prestasinya.dengan sistem itu, bisa jadi dua orang PNS yang golongannya sama namun gajinya beda. atau yang lebih junior dengan kemampuan lebih mendapat gaji lebih besar dari senior yang kemampuannya minim.

  25. nawhi berkata:

    elywidya said: rak ngerti aq mase.. πŸ˜€

    ya wes nyimak aja kalo gitu.

  26. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: hm aku kek pernh dngr y cerita ini πŸ˜›

    denger di mana? πŸ˜€

  27. nawhi berkata:

    tintin1868 said: kenapa juga namanya bondet..

    biar cocok sama karakternya he3

  28. rengganiez berkata:

    darnia said: nyieeeeeeeeeeh….sepertinya gitusoalnya pas aku lagi ngamuk2, ada ibu2 nganter anak cowoknya ngemeng gini,”Mbak, saya bu Lalala, temennya pak Lelele. Ini kemarin berkas anak saya yang diminta pak Lelele buat seleksi kali ini..”DAN DIA NGOMONG GITU DI DEPAN KITA SEMUA YANG MERE-MERE….

    woooo..trus ntar kalo dikasih kerjaan yang banyak, ngeluh kecapekan :-p

  29. tintin1868 berkata:

    *duduk deket dani & m.niez, nyimak komennya.. geleng2 pala..

  30. nawhi berkata:

    ibuseno said: Jadi skearang sudah punya NIP wan ?

    Alhamdulillah sudah Teh.

  31. nawhi berkata:

    darnia said: DAN DIA NGOMONG GITU DI DEPAN KITA SEMUA YANG MERE-MERE….*eh..itu kenapa kapital semua ya?*

    sabar Dan sabar…tarik nafas dalam-dalam, hembuskan…*telpun si Mas biar nenangin*

  32. nawhi berkata:

    jampang said: *nunduk

    kenapa Mas?

  33. nanazh berkata:

    manajemen kinerja pemerintahan dan perencanaan SDM pemerintahan memang masih belum bagus, tetapi untuk kementerian saya mah sedang berusaha untuk berubah :)*instansisentris hohoho*

  34. nawhi berkata:

    nanazh said: tetapi untuk kementerian saya mah sedang berusaha untuk berubah :)*instansisentris hohoho*

    semoga yang lain juga menyusul ya Nas.istilah baru tuh he3

  35. anotherorion berkata:

    heeh peristiwa kek gitu kuwi ketoke cuma pemancing perhatian kita kok wan, opo dewe tertarik misuh2i opo enggak, toh dewe misuh2 po ora, jenenge karma mesthi ana

  36. debapirez berkata:

    Dulu pas perkenalan pertama kali, bu Sekjen bilang bahwa ia amat jarang sekali telat datang ke kantor. Dalam hati gw biang:”mgkn inilah prtanda bhw dia bakal jd sekjen.minimal disiplin lah”. Dan gw cb tiru kebiasaannya.mudah2an bs jd sekjen jg hehe..

  37. bundel berkata:

    Itu artinya Bondet justru yang merasa Tuhan tidak pernah tidur, Bondet masih kebawa juga jadi PNS. Dengan demikian, datang pagi-pagi atau agak siang, kerja keras atau malas-malasan tidak ada masalah. Hihihihihi………..

  38. azitafebriani berkata:

    nawhi said: PNS akan digaji menurut kemampuan, kinerja dan prestasinya.dengan sistem itu, bisa jadi dua orang PNS yang golongannya sama namun gajinya beda. atau yang lebih junior dengan kemampuan lebih mendapat gaji lebih besar dari senior yang kemampuannya minim.

    yang saya denger juga gitu mas..tapi kalau ga salah sih perhitungan ini untuk tunjangan. Jadi tunjangan itu dihitungnya berdasarkan kinerja per orang. Setiap pegawai punya grade masing-masing sesuai kinerjanya. Jadi ga ada lagi deh yang ngerasa udah kerja keras banget tapi penghasilan sama dengan “PNS pengangguran”.Tapi ya gitu deh,,entah kapan realisasinya (di instansi saya).yang penting tetep SEMANGAT!!!!!! :p

  39. bundel berkata:

    debapirez said: Dulu pas perkenalan pertama kali, bu Sekjen bilang bahwa ia amat jarang sekali telat datang ke kantor. Dalam hati gw biang:”mgkn inilah prtanda bhw dia bakal jd sekjen.minimal disiplin lah”. Dan gw cb tiru kebiasaannya.mudah2an bs jd sekjen jg hehe..

    Bu Nining begitu ya? Kalau bu Ria gimana? Bu Ria ‘kan yang orang Tapanuli itu, namanya? Semoga kelak Sekjennya pak Deddy Bagus atine! Amin-amin-amin.

  40. debapirez berkata:

    Wah…kok Bunda tahu namanya?iya, beliau jam 6 atau setengah 7 ajaa dah di kantor. Saya sich pengennya kalau bs jd Ketua DPR aja,Bun hehe..

  41. onit berkata:

    aku denger2 katanya pengangkatan pns waktu itu banyak bgt karena akibat otonomi daerah wan. tiap kepala daerah boleh mengusulkan sebanyak2nya. terjadilah ketidakefisienan ini (kebanyakan pns). akhirnya, baru2 ini peraturan diubah: permintaan cuma boleh utk tenaga pendidik & kesehatan aja. sisanya: seleksi ketat.

  42. tantodikdik berkata:

    nawhi said: weleh-weleh…dulu saya pernah dengar ada wacana dimana para PNS akan digaji menurut kemampuan, kinerja dan prestasinya.dengan sistem itu, bisa jadi dua orang PNS yang golongannya sama namun gajinya beda. atau yang lebih junior dengan kemampuan lebih mendapat gaji lebih besar dari senior yang kemampuannya minim.

    kalo yang gaji remunerasi katanya emang sesuai dengan kinerja, Bro. makanya diperlukan alat ukur yang jelas. dan yang paling susah mengukur kinerja ya di Kementrian Dalam Negeri. heuheu… Kementrian di mana Saya ada di dalamnya. *remunerasi terakhir πŸ˜€

  43. luqmanhakim berkata:

    Kalo Tuhan tidur, nggak kebayang kayak apa… Tapi kalo ngomongin soal PNS, maaf Wan, banyak hal yang aku benci dari instansi pemerintah, salah satunya memang ketidakprofesionalan dan berbelit-belitnya urusan birokrasi yang sebenernya sepele.. Istriku pernah 2 kali di instansi pemerintah, di Departemen Keuangan sama di Departemen Pertanian. Dua-duanya sama-sama nggak profesional dan berbelit-belit. Urusan pengangkatan yang sama persis kayak di cerita Ihwan, berbelit-belit dan parahnya lagi kalo udah dicampurtangani masalah korup dengan embel-embel biaya administrasi atau apalah namanya. Ditambah lagi dulu KPP memang lumayan korup, nggak heran kalo sampe sekarang aku masih menuduh mereka tetep korup. Aku gerah ngeliat kondisi itu, akhirnya minta istriku keluar dari instansi pemerintah yang sangat tidak profesional dan kacau-balau birokrasinya. Kalo aku, dari dulu nggak pernah minat ke instansi pemerintah, sayang-sayang otakku kalo dibodoh-bodohi sama feodalisme dan ketololan memperumit masalah sederhana. Hukum birokrasi, kalo bisa dipersulit, buat apa dipermudah, hal ini yang banyak di instansi pemerintah. Ya, semoga di generasi Ihwan PNS bisa lebih baik, meski aku belom nemuin kebaikan apapun yang membawa perubahan baik. * Sori kalo aku agak nyinyir ngomentarin tentang PNS ya, ini subyektif banget dari sudut pandangku pribadi lho, bukan sudut pandang umum…

  44. luqmanhakim berkata:

    rengganiez said: baru ngadep berita dari Kementerian PAN : Pegawai Negeri Sipil di tingkat pemerintahan daerah hanya efektif bekerja selama enam bulan dari setahun waktu kerja mereka. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, di sisa enam bulan kerja berikutnya kebanyakan PNS menganggur. ni akibat rendahnya etos kerja para PNS yang diperparah dengan terlambatnya penyaluran dana dari pemerintah pusat.

    Yang aku tangkep Niez, banyak dari PNS itu yang nggak ngerti sebenernya mereka itu kerja apa. Teriak-teriak masalah profesional juga percuma, kalo mereka nggak ngerti harus ngerjain apa. Kerjaan mereka mempermudah urusan-urusan kepemerintahan, dalam hal ini juga melayani masyarakat yang butuh jasa mereka dalam kaitannya dengan masalah pemerintahan, bukannya dipersulit dan diembel-embeli dengan atas nama biaya administrasi.

  45. bundel berkata:

    debapirez said: Wah…kok Bunda tahu namanya?iya, beliau jam 6 atau setengah 7 ajaa dah di kantor. Saya sich pengennya kalau bs jd Ketua DPR aja,Bun hehe..

    Tau lah, wong ngobrol aja pernah kok hehehehe………Pas waktu dia terima kabar dia kepilih jadi Sekjen dia sedang sama bu Ria di tempat saya. Tiga tahun lalu apa ya bang?

  46. thebimz berkata:

    bondet bondet bondeetttt

  47. estiningtyas berkata:

    kesejahteraan pns skr sdh lebih baik ya drpd jaman bapak ibu saya dulu huhuhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s