Barusan terlibat dialog kecil dengan anak PKL, namanya Yayan. Ceritanya ada user minta tolong sama dia. Lalu setelah selesai membantu user, saya tanyain usernya minta tolong apa? Ternyata minta tolong nge-zoom tampilan di word. Saya kira minta tolong nge-zoom tampilan internet seperti ini.



Eh ternyata Yayan baru tahu kalau tampilan di internet bisa di-zoom juga.
“Oalah Yan, kemana aja kamu, kok baru tahu.”
“Lha aku kan anak TKJ Mas, nggak ngerti kayak gitu.”
TKJ salah satu jurusan di sekolahan Yayan, kepanjangannya Teknik Komputer dan Jaringan. Katanya sih yang diajarkan hanya masalah hardware saja, sedangkan kalo software itu pelajarannya anak jurusan programmer.

“Ya jangan membatasi diri,” komentar saya (sok) bijak.
Yayan hanya terdiam.
“Ngerti nggak maksudku?”
“Iya ngerti, maksudnya aku harus belajar yang lainnya kan.”
“Yupe bener.”

Sebenarnya saya ngomong gitu jadi kayak nyentil diri sendiri karena terkadang saya juga suka gitu. Kayak misalnya neh, meski saya sudah di ditempatin di bagian warnet selama setahun tapi saya nggak ngerti apa-apa tentang jaringan computer. Lha wong nginstall windows aja nggak bisa, bisanya hanya install program-program kecil kayak Microsoft, Photoshop dan lain-lain. Bukannya saya nggak mau belajar sih tapi emang udah ada orang yang ditugasin untuk menangani soal hardware dan jaringan di warnet, yaitu bagian IT. (pembelaan diri mode on)

Saya lalu jadi teringat satu kalimat bijak yang kurang lebih kayak gini bunyinya: belajarlah banyak hal, meski nggak sampai mendalam banget yang penting kita punya banyak keahlian. Kalau dipikir-pikir emang ada benarnya, dengan mempunyai banyak keahlian maka kualitas kita sebagai manusia atau tenaga kerja semakin bagus.

Namun saya juga punya pendapat lain, bahwa kita kudu fokus dengan bidang yang kita geluti jika ingin mencapai hasil maksimal.
Kayak misalnya neh, saya dulu sempat dilema antara milih fokus mengaji atau menulis. Akhirnya saya pilih yang kedua

Saya memilih bukannya tanpa pertimbangan. Saat itu pelajaran yang diajarkan Ustad saya sangat sulit yaitu tentang Ilmu Bahasa Arab dan Nahwu, dimana tiap minggu ada tesnya mulai dari hafaln kosakata dan grammarnya. Jujur saja, saya rasanya saat itu kayak underpresure. Mengaji bukan lagi menjadi aktifitas rohani yang menenangkan jiwa dan hati namun jadi bikin galau dan keder tiap minggunya.

Sedangkan kalau menulis itu emang udah passion alias panggilan jiwa saya. Meskipun banyak rintangan di dalamnya namun tidak pernah membuat saya kapok untuk menekuni dunia tulis-menulis.
Akhirnya dengan berat hati (halaah) saya putuskan untuk mundur dari mengaji dan fokus ke menulis. Tapi tentu saja saya tidak mengutarakan alasan yang sebenarnya itu kepada ustad saya

Jadi kesimpulan terakhir adalah janganlah membatasi diri, pelajarilah banyak hal di dalam hidup kita. Namun jika kita sudah menemukan panggilan jiwa kita, maka fokuskan diri kita agar bisa meraih hasil yang maksimal.

Salam SuperOne…!!

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

30 responses »

  1. fendikristin berkata:

    tinggalkan jejak dulu yaaa mau pulang kantor hihihihi 😀

  2. mahasiswidudul berkata:

    Aku juga… Jurusan teknik elektro doyannya photoshop.. Kan bukan jurusan DKV (desain komunikasi visual – kalo gak salah).. Hehe 😀

  3. jampang berkata:

    kalau zaman dulu para ahli ilmu itu menguasai berbagai bidang sekaligus, tapi sekarang lebih banyak spesialisasi

  4. siantiek berkata:

    suka-sukamulah Wan, yg penting kalo dah ahli, bagi2 elmunya 😉

  5. mychocolatebox berkata:

    iya stuju..hrs bnyk belajar…jgn membatasi diri….dunia itu tak sebatas daun kelor…hihihihi…

  6. moestoain berkata:

    Hmm tumben bijak? hehehe

  7. roelworks berkata:

    nawhi said: windows aja nggak bisa, bisanya hanya install program-program kecil kayak Microsoft, Photoshop dan lain-lain.

    Windows juga punya Microsoft …:Dseperti halnya Word dkk (office suite)kalau mengaji sulit, ya wajar…soalnya ada setan khusus yang tugas ganggu orang ngaji..makanya sulit…tapi ustadz saya bilang ada dosa yang hanya bisa gugur ,melalui merasakan beratnya mencari ilmu (agama) ..ngantuk, capek, dst …

  8. lembarkertas berkata:

    Setujuuuuu! Aku suka craft, tapi kayaknya panggilan jiwa n yg paling mungkin saat ini menulis.

  9. tintin1868 berkata:

    eh ngezoom aja kog baru tahu.. padahal sekolah komputer ya.. yang diajarin dalamnya komputer kali? bukan software? ilmu emang ga ada habisnya..

  10. t4mp4h berkata:

    Menjadi spesialis bukan berarti tidak belajar/mengetahui hal lain lho ! Kawan saya Kristupa Saragih adalah geologist menjadi fotografer ternama di negeri ini, dan ilmu fotografinya menjadi referensi banyak orang di Asia. Selain dokter kulit, dr Robby Ko Sp.KK adalah pakar tentang ilmu keguaan (speleologi), bahkan menjadi pembimbing akademis ilmuwan speleologi. Tompi adalah dokter yang sekaligus musisi, dan banyak contoh lainnya. Salam dari historian yang berkecimpung di dunia IT.

  11. t4mp4h berkata:

    oiya tapi jangan contoh Roy Suryo ya,…. dia sih kebanyakan hal yg dipelajari tapi gak pinter-pinterhahahahahhaha

  12. wib711 berkata:

    t4mp4h said: oiya tapi jangan contoh Roy Suryo ya,…. dia sih kebanyakan hal yg dipelajari tapi gak pinter-pinterhahahahahhaha

    hahahahaha…… mantap kiye

  13. onit berkata:

    setuju wan.. ikuti panggilan jiwamu!soal mengaji vs menulis, kalo aku melihat pilihanmu menulis itu lebih tepat, krn dgn menulis kamu bisa lebih berkontribusi untuk dunia. kalo mengaji lebih berguna utk dirimu sendiri aja 🙂

  14. onit berkata:

    tintin1868 said: eh ngezoom aja kog baru tahu.. padahal sekolah komputer ya.. yang diajarin dalamnya komputer kali? bukan software? ilmu emang ga ada habisnya..

    iya mbak.. ini kayak waktu aku sekolah komputer, ngulik2nya pake linux. ga ngerti windows :p pas dimintain tolong ya butuh coba2/ngulik2/tanya2 dulu baru bisa bantuin. tapi paling gak dgn sekolah komputer jd lebih cepet ngertinya klo ketemu sistem2 yg lain.

  15. ayanapunya berkata:

    Aku bisa instal windows sendiri.lumayan ngirit duit klo komputer bermasalah.tinggal format.beres.hehe

  16. sukmakutersenyum berkata:

    kirain td pedagang kaki lima hehe

  17. siantiek berkata:

    onit said: setuju wan.. ikuti panggilan jiwamu!soal mengaji vs menulis, kalo aku melihat pilihanmu menulis itu lebih tepat, krn dgn menulis kamu bisa lebih berkontribusi untuk dunia. kalo mengaji lebih berguna utk dirimu sendiri aja 🙂

    mengaji juga bisa untuk orang lain kok, tidak untuk diri sendiri.Kalau kita sudah pandai membaca Alquran dan sudah tahu hukum2 atau ilmu yg lainnya, kan nanti bisa mengajarkan orang lain. Apalagi seperti Ihwan tulis , dia ingin belajar bahasa Arab nah itu juga bisa dibagikan ke orang lain.

  18. anchaanwar berkata:

    Sebelum lanjut kuliah saya mikir bahwa saya sudah banyak tahu tentang core bisnis kantor saya, tapi begitu kuliah, saya baru sadar bahwa selama ini saya hanya seperti katak dalam tempurung. Yang sayang tau hanyalah secuil dari apa yang ada.Mari terus belajar!

  19. nanazh berkata:

    betuuuuuuuuuuullll… numpang curcol nasehatnya pak pejabat Kanwil saya ah… yang mengutarakan tentang nilai-nilai Kementerian Keuangan yang salah satunya adalah tentang profesionalisme… kalau baru menguasai satu bidang saja namanya baru ahli, tapi kalau profesional ya mampu menguasai bidang apa pun yang bersinggungan dengan kerja bidang sendiri… begitu nasehat yang mengena dari beliau

  20. wprazh berkata:

    pelajari semuanya dan tetap fokus pada satu bagian sebagai ketrampilan utama

  21. ibuseno berkata:

    sekarang saatnya fokus pd persiapan perkawinan hehe

  22. debapirez berkata:

    Tuh Wan jgn cm membatasi 1 wanita aja. Tp jg explore yg lain haha….*setanpleiboi mode on…

  23. debapirez berkata:

    t4mp4h said: Menjadi spesialis bukan berarti tidak belajar/mengetahui hal lain lho ! Kawan saya Kristupa Saragih adalah geologist menjadi fotografer ternama di negeri ini, dan ilmu fotografinya menjadi referensi banyak orang di Asia. Selain dokter kulit, dr Robby Ko Sp.KK adalah pakar tentang ilmu keguaan (speleologi), bahkan menjadi pembimbing akademis ilmuwan speleologi. Tompi adalah dokter yang sekaligus musisi, dan banyak contoh lainnya. Salam dari historian yang berkecimpung di dunia IT.

    Tp kok jrg ya bc tulisan om Tampah yg ttg sejarah hehe…Bs rikues ga,Om?*salam dr akuntan pengamat panti pijat haha…

  24. t4mp4h berkata:

    debapirez said: Tp kok jrg ya bc tulisan om Tampah yg ttg sejarah hehe…Bs rikues ga,Om?*salam dr akuntan pengamat panti pijat haha…

    kalau bicara sejarah panti pijat, pasti kamu lebih tahu Ded

  25. onit berkata:

    siantiek said: mengaji juga bisa untuk orang lain kok, tidak untuk diri sendiri.Kalau kita sudah pandai membaca Alquran dan sudah tahu hukum2 atau ilmu yg lainnya, kan nanti bisa mengajarkan orang lain. Apalagi seperti Ihwan tulis , dia ingin belajar bahasa Arab nah itu juga bisa dibagikan ke orang lain.

    kan ihwan tulis aktivitas rohani ^^kalo aktivitas rohani emang musti didapat sendiri sambungan rohaninya.. tiap orang belajar sendiri baik tanpa maupun dgn pengetahuan. aktivitas rohani kan bukan logika ^^lain kalo ihwan judulnya belajar bhs arab, mau jadi guru bhs arab, hehehe ya kuliah aja di sastra arab 🙂

  26. itsmearni berkata:

    debapirez said: Tuh Wan jgn cm membatasi 1 wanita aja. Tp jg explore yg lain haha….*setanpleiboi mode on…

    gubraxxxxxxxxxxxxxxxsetan beneran ini mahhahahaha

  27. ivoniezahra berkata:

    @mas deba : Wah, si mas deba mau bkin sy jantungan yah nyuruh2 si mas lirik2 lg

  28. debapirez berkata:

    Eh…ada “satpam”nya Ihwan muncul. Ngumpet ah hehe…

  29. onit berkata:

    ihwan ga jawab2.. jadi kutambahin komen deh (copy paste) :p“Kalau engkau bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. Imam Ghazali

  30. nawhi berkata:

    Iya maaf teman2 belum bisa jawab soalnya lagi libur, keriting kalo balesin pake hape.Itu hadits atau hanya pernyataan Imam Ghazali Nit?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s