Untuk memulihkan kondisi Ibu agar kembali seperti sebelum terkena stroke, Dokter Wahyudi-dokter yang menangani Ibu-memberikan beberapa latihan. Untuk mengembalikan kemampuan Ibu dalam berbicara, Dokter Wahyudi memberikan latihan meniup dan menghisap. Tujuannya untuk melatih lidah dan melatih otot-otot di sekitar mulut. Untuk latihan meniup Ibu tidak mengalami kesulitan namun untuk latihan menghisap agak kesulitan.
Agak aneh juga sih, padahal Ibu sudah bisa minum memakai sedotan. Biasanya saya mengakalinya dengan cara meminta Ibu menghisap udara memakai sedotan namun Ibu kurang menyukainya. Kami sendiri khawatir jika udara yang dihisap melalui mulut terlalu banyak nanti malah meyebabkan perut Ibu kembung.

Sedangkan untuk mengobati tangan kanan Ibu yang lemas, Dokter Wahyudi memberikan latihan menggerakkan tiap sendi di tangan Ibu. Mulai dari persendian bahu, siku, pergelangan tangan dan jari jemari. Untuk latihan ini Ibu tidak mengalami kendala. Biasanya ketika menggerakkan tiap sendi saya mengajak Ibu untuk menghitungnya, jadi sekalian melatih kemampuan berbicara.

Latihan yang lain yaitu latihan meremas, benda yang kami pergunakan adalah bola tenis. Namun Ibu masih kesulitan untuk melakukannya, mungkin terlalu keras untuk tangan Ibu yang masih lemah.
Nah kemarin sebelum pulang kerja saya sempat sharing dengan salah satu pegawai di perpus yang pernah mengalami stroke, sebut saja namanya Pak Hasan. Bedanya dengan Ibu, Pak Hasan terkena stroke karena penyakit diabetes yang dideritanya sejak lama. Malah kondisi Pak Hasan dulu lebih parah, beliau terkena stroke separuh badannya. Tapi memang sih untuk peyebabnya lebih ringan yaitu penyumbatan, bukan pendarahan seperti Ibu saya.

Untuk melatih tangannya yang lumpuh dulu, Pak Hasan mempergunakan plastisin atau malam. Tekstur malam yang lembut lebih bersahabat bagi tangan penderita stroke yang masih lemah. Maka sebelum menuju ke rumah sakit kemarin malam, saya mampir di toko kelontong terdekat. Alhamdulillah toko tersebut menjual malam, sayapun membeli dua buah plastik, satu plastik berisi lima buah plastisin.

Setelah sampai di rumah sakit, saya segera membentuk plastisin tersebut menjadi bola. Untuk latihan awal saya hanya memakai satu plastik saja biar ukurannya tidak terlalu besar. Setelah bola malam itu jadi saya pun mengajak Ibu untuk melatih jari-jemarinya.



“Ngga…iso…” ucap Ibu karena memang jari-jemarinya belum bisa meremas bola malam tersebut.
“Iya pelan-pelan latihanya, nanti pasti bisa,” saya berusaha membesarkan hati Ibu.

Kami pun lalu melanjutkan latihan tersebut. Saya tahu memang tidak ada yang instant, apalagi untuk memulihkan kondisi fisik yang terkena stroke. Pak Hasan sendiri bilang bahwa beliau membutuhkan waktu 28 hari untuk bisa pulih seperti sedia kala, itupun masih lemas badannya dan masih harus banyak-banyak berlatih.

Semoga Ibu tetap semangat dan tidak pernah bosan apalagi putus asa dalam melatih mulut dan tangannya.

Ya Allah berikan keajaiban pada Ibu hamba, pulihkanlah segera kondisinya agar bisa sehat seperti sedia kala, aamiin.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

45 responses »

  1. bundel berkata:

    nawhi said: Latihan yang lain yaitu latihan meremas, benda yang kami pergunakan adalah bola tenis. Namun Ibu masih kesulitan untuk melakukannya, mungkin terlalu keras untuk tangan Ibu yang masih lemah.

    Coba digunakan bola yang sangat empuk kenyal-kenyil itu, yang biasanya berwarna terang menyala semisal hijau, kuning dan merah neon. Bolanya ‘kan juga sebesar bola tennis, malah ada yang kecilan lagi.

  2. wib711 berkata:

    moga cepat pulih ibundanya Ihwan….

  3. beanas berkata:

    Well, there’s nothing instant in this world. To build a strong power, we should spend many time to learn and keep learning. Since your mom is quite weak, you should be persistant to support her frequently. Never give up for your mom and especially yourself.

  4. moestoain berkata:

    Semangat bu.. Sampeyan pasti BISA

  5. asasayang berkata:

    ayo budhe! Cemangat!

  6. beanas berkata:

    moestoain said: Semangat bu.. Sampeyan pasti BISA

    *ralat : semangat pak ..

  7. elywidya berkata:

    ayo semngat buuu..mase juga

  8. moestoain berkata:

    beanas said: *ralat : semangat pak ..

    nyemangatin ibunya..

  9. beanas berkata:

    moestoain said: nyemangatin ibunya..

    hehehehheee .. #ikutnyemangatinjuga ..

  10. nawhi berkata:

    bundel said: Coba digunakan bola yang sangat empuk kenyal-kenyil itu, yang biasanya berwarna terang menyala semisal hijau, kuning dan merah neon. Bolanya ‘kan juga sebesar bola tennis, malah ada yang kecilan lagi.

    kemarin juga mau nyari itu Bun tapi belum sempat ke toko mainan anak.

  11. nawhi berkata:

    wib711 said: moga cepat pulih ibundanya Ihwan….

    aamiin, makasih Wib.

  12. nawhi berkata:

    beanas said: Never give up for your mom and especially yourself.

    iya Nas, aku sadar aku emang kudu kuat n ga boleh putus asa dalam mengobatkan Ibu.btw kamu udah balik ke Bali tha?

  13. nawhi berkata:

    moestoain said: Semangat bu.. Sampeyan pasti BISA

    aamiin, nuwus Mus.Bapak dulu melatihnya gimana Mus sampe bisa puih lagi? apa ikut fisioterapi?

  14. nawhi berkata:

    elywidya said: ayo semngat buuu..mase juga

    yuuuk mariii he3

  15. nawhi berkata:

    asasayang said: ayo budhe! Cemangat!

    eh maaf kelewat :D”Iya Lin, matur nuwun.” *mewakili Ibu*

  16. beanas berkata:

    nawhi said: btw kamu udah balik ke Bali tha?

    Iya mas, ini udah di kuta. Kemarin pas ketemu di jalan niatnya mau ngobrol bentar.. Eh kayaknya sampean cepet-cepet..Btw, yg jaga sapa aja?

  17. moestoain berkata:

    nawhi said: aamiin, nuwus Mus.Bapak dulu melatihnya gimana Mus sampe bisa puih lagi? apa ikut fisioterapi?

    Ayah dulu belajar gerakkan tangan, kaki, mulut ya masih dirumah sakit, setelah 4 bulanan dan dikira, seluruh anggota tubuhnya sudah bisa mulai gerak walau belum sempurna, ayah sudah dibolehkan pulang dan oleh murid2 beliau dipesantren yang kuliah di keperawatan dibuatin alat alat untuk melatih gerak anggota tubuhnya, semacam barbel dari kain sak tepung yang diisi pasir, gak berat, tapi selalu beliau pakai setiap pagi. ya memang lama penyembuhan totalnya. Dan memang harus sabar, baik yang sakit ataupun yang merawatnya. Semangat Sam.Mus gak tahu apakah ayah saat ikut fisio terapi atau tidak, yang mus tahu hanya semangat beliau untuk sembuh. Maklum waktu itu mus masih kelas 2 SD.

  18. ydiani berkata:

    yang sabar ya wan, dulu bapak juga stroke dan koma hampir sebulan krn pendarahan otak, terapi kayak sekitar setahun udah normal lagi sekarang, semangaat, moga ibu cepet pulih ya

  19. darnia berkata:

    Yang penting support-nya, mas..Insya Allah ibu bisa pulih dan tetap semangat menjalani sesi terapi pemulihannya

  20. jampang berkata:

    dukung terus supaya ibu lebih semangat

  21. fendikristin berkata:

    Ibuu ayoo semangaattt!! 🙂 Mas Ihwan juga jangan bosan-bosan memompa semangat ibu yaaa :)*bola yang kenyal2 gitu Mas Ihwan..coba cari di gramedia, saya pernah liat ada disana, mgkin kalau malam *lilin saya sebut-nya* lebih keras dan tidak elastis ketika di tekan

  22. babybluesky berkata:

    amien..tetap semangat ya,bu..semoga cepat sembuh n keluarga yg merawat selalu sabar dan pantang menyerah.jd inget alm mama yg koma 15 hr n meninggal krn stroke..

  23. ibuseno berkata:

    Semangat terus buat Ibunya Ihwan… Ihwannya juga jagan putus semangat untuk jadi motivator ibu.Insya Allah segera di pulihkan

  24. wayanlessy berkata:

    Semoga ibu terus semangat latihannya ya..kalaupun lelah dan bosan, mas Ihwan jangan lelah menyemangati ibu.Ibu saya sudah dua kali kena serangan stroke mas. Serangan yg pertama yg pendarahan lumayan parah, namun Alhamdulillah saat itu ibu saya yg sedang latihan SN langsung merasa waktu lumpuhnya baru menjalar di kaki. Langsung tutup latihan dengan meditasi dan minta antar saat itu juga ke unit stroke di RS Pertamina. Dengan penanganan yg sangat dini, ibu saya ‘hanya’ lumpuh separuh badan selama ‘hanya’ sebulan. Fisioterapi intensif dengan semangat. Kemudian ibu kembali bisa ke kantor dan bekerja kembali. Serangan yg kedua baru saja beberapa bulan yg lalu, untung hanya pendarahan sangat ringan. Ternyata ibu saya sempat tidak minum obat pengendali tekanan darah tingginya. Sekarang sudah gak boleh lupa itu jaga tekanan darahnya.Alhamdulillah, kembali pulih.Terus semangat ya mas Ihwan.

  25. bundel berkata:

    nawhi said: kemarin juga mau nyari itu Bun tapi belum sempat ke toko mainan anak.

    Minta tolong anggota keluarga lainnya nyarikan. Saya dulu kalau mau dioperasi atau lagi dirawat, pasti bawa bola itu, saya pakai excersice tangan, soalnya pembuluh nadi saya sangat kecil, nyaris nggak kelihatan. Enak digenggamnya lho.

  26. adearin berkata:

    Trs semangat Wan biar ibu jg semangat

  27. masfathin berkata:

    Hayo Ibu, pasti akan sembuh kembali. Yakin deh 🙂 *ihwan harus trus yakin ya…

  28. anotherorion berkata:

    tetep semangat moga2 iso balik sedia kala wan

  29. ivoniezahra berkata:

    Asyik kalau latihan sama ibu santai, serius dan sambil dibecandaiin hihihihi, kayak semalam.Ibu sendiri ngomong, Semangat! ^^

  30. nawhi berkata:

    beanas said: Kemarin pas ketemu di jalan niatnya mau ngobrol bentar.. Eh kayaknya sampean cepet-cepet..Btw, yg jaga sapa aja?

    iya soalnya udah kesiangan itu habis dari rumah sakit.ya gantian tiap harinya.

  31. nawhi berkata:

    ydiani said: dulu bapak juga stroke dan koma hampir sebulan krn pendarahan otak, terapi kayak sekitar setahun udah normal lagi sekarang, semangaat, moga ibu cepet pulih ya

    wah lama juga terapinya tapi Ibu saya kan ga mpe koma, semoga bisa lebih cepat, aamiin.

  32. nawhi berkata:

    darnia said: Yang penting support-nya, mas..Insya Allah ibu bisa pulih dan tetap semangat menjalani sesi terapi pemulihannya

    Iya Dan, aku kalo mau ke rumah sakit kud nge-charge diriku dulu, pokoknya kudu hepi n semangat biar pas di depan Ibu tetep semangat mengajak beliau latihan.

  33. nawhi berkata:

    jampang said: dukung terus supaya ibu lebih semangat

    doakan saya agar sabar n tetep semangat ya Mas.

  34. nawhi berkata:

    fendikristin said: bola yang kenyal2 gitu Mas Ihwan..coba cari di gramedia, saya pernah liat ada disana,

    oh ada tho Mbak di toko buku? oke makasih infonya ya.

  35. nawhi berkata:

    babybluesky said: amien..tetap semangat ya,bu..semoga cepat sembuh n keluarga yg merawat selalu sabar dan pantang menyerah.jd inget alm mama yg koma 15 hr n meninggal krn stroke..

    aamiin, makasih yaa.maaf jika jadi membuka memori dukanya.

  36. nawhi berkata:

    ibuseno said: Semangat terus buat Ibunya Ihwan… Ihwannya juga jagan putus semangat untuk jadi motivator ibu.Insya Allah segera di pulihkan

    Iya Teh, aamiin, makasih sekali lagi.

  37. nawhi berkata:

    wayanlessy said: Semoga ibu terus semangat latihannya ya..kalaupun lelah dan bosan, mas Ihwan jangan lelah menyemangati ibu.

    Aamiin, makasih Mbak udah sharing pengalamannya.Semoga Ibunya Mbak Lessy juga terhindar dari serangan stroke lagi ya.

  38. nawhi berkata:

    adearin said: Trs semangat Wan biar ibu jg semangat

    aamiin, makasih Mbak.

  39. nawhi berkata:

    masfathin said: Hayo Ibu, pasti akan sembuh kembali. Yakin deh 🙂 *ihwan harus trus yakin ya…

    aamiin, memelihara keyakinan itu yang susah Yan, moga Ibu n kami sekeluarga tetep semangat.

  40. nawhi berkata:

    anotherorion said: tetep semangat moga2 iso balik sedia kala wan

    aamiin, suwun ya Yo doanya.

  41. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Asyik kalau latihan sama ibu santai, serius dan sambil dibecandaiin hihihihi, kayak semalam.Ibu sendiri ngomong, Semangat! ^^

    Iya Dek, kamu juga jangan pernah lelah bantu aku yaa.

  42. ivoniezahra berkata:

    nawhi said: Iya Dek, kamu juga jangan pernah lelah bantu aku yaa.

    Insya Allah, pasti aku dampingi dan bantu 🙂

  43. debapirez berkata:

    alhamdulillah…semoga lekas membaik ya…

  44. bearahmat berkata:

    aamiin… semoga lekas membaik…

  45. tintin1868 berkata:

    ada itu bolabola plastik yang empuk yang bisa buat dipegang diremes gitu..segera sembuh ya ibunda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s