Membaca artikel di VOA yang berjudul Hipertensi pada Usia Paruh Baya Bisa Picu Penyakit Kardiovaskular (28-12-2011) membuat saya jadi berpikir andaikan saya bisa memutar waktu, mungkin saya bisa mencegah stroke menyerang Ibu saya. Dalam artikel tersebut, Norrina Allen dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern di Chicago mengatakan, “Orang yang terkena tekanan darah tinggi pada usia itu berisiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular, berbeda dengan orang yang tekanan darahnya terus normal pada usia itu.”

Penyakit kardiovaskular merupakan suatu istilah untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular). Ada tiga bentuk penyakit kardiovaskular, yakni penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, dan penyakit vaskular perifer.
Penyakit jantung koroner adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai jantung. Implikasinya meliputi infark miokard (serangan jantung), angina (nyeri dada), dan aritmia (irama jantung abnormal).
Penyakit serebrovaskular adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai otak. Implikasinya meliputi stroke (kerusakan sel otak karena kurangnya suplai darah) dan transient ischaemic attack (kerusakan sementara pada penglihatan, kemampuan berbicara, rasa atau gerakan).
Penyakit vaskular perifer adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai tangan dan kaki yang berakibat rasa sakit yang sebentar datang dan pergi, serta rasa sakit karena kram otot kaki saat olah raga.

Jika menilik dari riwayat kesehatan Ibu, beliau memang selama ini sering mengalami sakit kepala. Biasanya Ibu mengobatinya dengan obat sakit kepala yang dijual bebas di warung, celakanya Ibu jadi tergantung pada obat tersebut sehingga tiap kali sakit kepala menyerang pasti akan meminum obat itu. Salah satu bibi saya sebenarnya sudah pernah memperingatkan saya agar saya membawa Ibu berobat ke dokter jika sakit kepalanya kambuh lagi, sekalian untuk mengetahui tekanan darah Ibu. Bibi saya curiga kalau Ibu mempunyai hipertensi jika melihat dari sakit kepala yang sering dialaminya tersebut.

Namun belum sempat saya membawa Ibu berobat ke dokter, stroke sudah keburu menyerangnya pada tanggal 25 Desember 2011 kemarin. Terjadi pendarahan di otak kiri Ibu yang menyebabkan beliau kesulitan berbicara dan tangan kanannya tak mampu digerakkan lagi. Untungnya kami segera membawa beliau ke rumah sakit sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Belakangan saya baru tahu bahwa dalam penanganan stroke dikenal istilah Golden Time. Golden time adalah batas waktu penanganan stroke, waktunya dihitung tiga jam setelah gejala mulai menyerang. Saat itulah penanganan harus segera dilakukan. Jika tidak tertangani hingga golden time terlewati, sel-sel otak yang terserang akan mati. Dampaknya, persyarafan yang terhubung dengan sel-sel tersebut juga ikut mati. Jika kebetulan yang terkena adalah saraf pengatur gerak kaki, kaki penderita akan lumpuh. Jika yang kena saraf pengatur organ bicara, penderita akan kesulitan mengucap kata-kata.



Sampai dengan hari ini, sudah hampir dua minggu Ibu dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah sudah banyak kemajuan yang dialami Ibu, bahkan kabar terakhir yang saya terima dari kakak tadi, selang infusenya sudah dilepas oleh dokter. Beliau sudah mulai bisa berbicara meski dengan kata-kata yang terbatas. Untuk tangannya masih belum bisa digerakkan, memang dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan untuk melatihnya agar bisa berfungsi secara normal kembali.

Bagi teman-teman saya sarankan untuk rajin mengecek tekanan darahnya, sebelum terlambatdan terjadi serangan stroke atau penyakit kardiovaskuler seperti yang terjadi pada Ibu saya. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Untuk bisa mencegahnya maka kita perlu mengetahui apa sajakah yang menyebabkan hipertensi itu. Selain faktor genetika, usia, dan jenis kelamin, ada beberapa faktor penyebab lain, antara lain:
1. Stres atau perasaan tertekan.
2. Kegemukan (Obesitas).
3. Kebiasaan merokok.
4. Kurang berolahraga.
5. Kelainan kadar lemak dalam darah (Dislipidemia).
6. Konsumsi yang berlebihan atas garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi.
7. Kurang mengonsumsi makanan yang berserat dan diet yang tidak seimbang.

Sedangkan Gejala Umum Hipertensi bisa dilihat dari tanda-tanda di bawah ini:
1. Sakit kepala saat bangun tidur yang kemudian menghilang setelah beberapa jam.
2. Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk.
3. Mudah lelah, lesu, Impoten.
4. Telinga berdenging.
5. Detak jantung berdebar cepat.
6. Pandangan agak kabur, susah tidur, sakit pinggang, dan mudah menjadi marah.

Adapun Pencegahan Hipertensi bisa kita lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat (Sayur dan buah).
2. Mengurangi konsumsi garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi.
3. Mengurangi berat badan, istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur.
4. Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin.

Jadi mulai sekarang mari kita jaga dan kontrol tekanan darah kita agar terhindar dari penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Ingat bahwa penyakit-penyakit di atas sekarang ini tidak hanya menyerang orang berusia lanjut saja, yang masih muda pun bisa terkena jika tidak menerapkan gaya hidup yang sehat. Seperti pesan penutup Allen dalam artikel VOA di atas: “Penting dalam usia relatif muda, 30 atau 40 tahun, kita mengembangkan gaya hidup sehat, menjaga tekanan darah agar tetap normal. Itu pada akhirnya bisa mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular.”

Referensi
http://astitbercerita.blogspot.com/2011/09/mengulur-golden-time-mencegah-kecacatan.html
http://www.deherba.com/tekanan-darah-tinggi-pencegahan-dan-pengendalian.html
http://medicastore.com/artikel/250/Kaitan_Penyakit_Kardiovaskular_Hiperkolesterolemia_dan_Pola_Hidup_Sehat.html

gambar dicopy dari: http://www.satunews.com/read/13484/2011/07/08/vitamin-e-lindungi-penderita-stroke-html

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

30 responses »

  1. ivoniezahra berkata:

    pertamax…:))*baca belakangan 😛

  2. fendikristin berkata:

    rajin memeriksakan kesehatan Mas Ihwan..walau tidak ada gejala apapun

  3. ivoniezahra berkata:

    nawhi said: Konsumsi yang berlebihan atas garam,

    Peringatan keras buatmundut 😛

  4. ivoniezahra berkata:

    nawhi said: Penyakit jantung koroner adalah penyakit pembuluh darah yang mensuplai jantung. Implikasinya meliputi infark miokard (serangan jantung), angina (nyeri dada), dan aritmia (irama jantung abnormal).

    Penyakit yang sempat menyerang bapak dan harus dilarikan ke ICU :(Ah, semoga bapak udah tenang di sana, amin*

  5. ivoniezahra berkata:

    Kayaknya aku perlu nech periksa tensi darahku :-S

  6. tintin1868 berkata:

    tfs ceritanya.. jadi nambah ilmu dari penyakit ibu ya.. jadi rajin2 kitanya check up dan jaga kesehatan..

  7. jampang berkata:

    waduh…. harus segera ubah pola makan dan pola hidup nih.

  8. moestoain berkata:

    Semoga ibu terus semangat dan sadar diri menjaga tekanan darahnya. Amien. Terima kasih Infonya Sam, semoga iPad bulan ini jadi milikmu hehehe

  9. ibuseno berkata:

    aku koq ndredeg ya baca tulisan ini.. sering banget aku sakit kepala dan minum panadol merah kalau pas sakit kepala menyerang.. dan ciri hypertensi hampir semuanya.. oooh tidakkk.. hiks, mesti jaga kesehatan beneran dan pola makan ya WanTFS sharingnya… smoga ibu cepat pulih ya

  10. asasayang berkata:

    gejala yg nomer 2 dan 4 sering kualami, sering was2 juga sih apalagi mamak juga punya hipertensi, aq sendiri kelebihan BB, tp sejauh ini kalo periksa normal terus tp tetap was2 juga. . .Trus masalah konsumsi obat warung tjd ma mertua. . .kadang pengen negur agar jgn beli2 obat warungan gtu tapi ga enak ati dan ga bisa juga liat beliau2 sakit. . .sdgkn kalo dibawa ke dokter ga pernah mau. . .

  11. m4s0k3 berkata:

    nawhi said: 1. Sakit kepala saat bangun tidur yang kemudian menghilang setelah beberapa jam.2. Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk.3. Mudah lelah, lesu, Impoten.4. Telinga berdenging.5. Detak jantung berdebar cepat.6. Pandangan agak kabur, susah tidur, sakit pinggang, dan mudah menjadi marah.

    nomor 1, sesekalinomor 2, sering bangetnomor 3, cuma lelah dan lesu,gak pake impoten dong. hehenomor 4, seringnya ampun-ampunan. biasanya lagi hening, eh tiba-tiba berdenging.nomor 5, sering juga.nomor 6 semuanya selalu! huaaaaaaammpuunnneniwei, semoga ibu lekas sembuh ya, wan. sing sabar. sing a song kalo perlu *jayus* 😀

  12. museliem berkata:

    Bibiku sudah 2 tahun ini kena stroke, sayang dia agak malas melatih tubuh bagian kirinya, jadi agak lambat proses penyembuhannya…

  13. togogsemar berkata:

    tfs, om. memang harus sering check up kesehatan. dulu mendiang ibu saya juga telat memeriksa kondisi kesehatan dia dan memang akhirnya terlambat.

  14. wayanlessy berkata:

    Sejak ibu saya kena stroke kedua, dokter wanti2 beliau untuk nggak pernah lepas obat hypertensinya.

  15. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: pertamax…:))*baca belakangan 😛

    maaf Jeung ga jualan pertamax 😛

  16. nawhi berkata:

    fendikristin said: rajin memeriksakan kesehatan Mas Ihwan..walau tidak ada gejala apapun

    Iya Mbak, cuman emang kebiasaan umum baru mau periksa ke dokter kalo sudah merasakan ada gejala-gejala.malah kadang ada orang yang ga mau periksa ke dokter karena takut kena vonis macem-macem.

  17. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Peringatan keras buatmundut 😛

    berarti tugasmu ntar sebagai juru masak 😛

  18. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: semoga bapak udah tenang di sana, amin*

    aamiin, ndut.

  19. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Kayaknya aku perlu nech periksa tensi darahku :-S

    yang kemarin ditolak sama suster pas minta cek tensi hi3

  20. nawhi berkata:

    tintin1868 said: tfs ceritanya.. jadi nambah ilmu dari penyakit ibu ya.. jadi rajin2 kitanya check up dan jaga kesehatan..

    sama-sama, iya betul sekali Mbak.

  21. nawhi berkata:

    jampang said: waduh…. harus segera ubah pola makan dan pola hidup nih.

    hayoo Mas diet he3

  22. nawhi berkata:

    moestoain said: Semoga ibu terus semangat dan sadar diri menjaga tekanan darahnya. Amien. Terima kasih Infonya Sam, semoga iPad bulan ini jadi milikmu hehehe

    Aamiin Aaamii Ya Robbal Alamiin.

  23. nawhi berkata:

    ibuseno said: aku koq ndredeg ya baca tulisan ini.. sering banget aku sakit kepala dan minum panadol merah kalau pas sakit kepala menyerang.. dan ciri hypertensi hampir semuanya.. oooh tidakkk.. hiks, mesti jaga kesehatan beneran dan pola makan ya WanTFS sharingnya… smoga ibu cepat pulih ya

    tenang Teh, udah ga dredeg lagi sekarang?Iya emang kudu dijaga semuanya biar ga sampe kena stroke kayak Ibu.aamiin, makasih Teh.

  24. nawhi berkata:

    asasayang said: gejala yg nomer 2 dan 4 sering kualami, sering was2 juga sih apalagi mamak juga punya hipertensi, aq sendiri kelebihan BB, tp sejauh ini kalo periksa normal terus tp tetap was2 juga. . .Trus masalah konsumsi obat warung tjd ma mertua. . .kadang pengen negur agar jgn beli2 obat warungan gtu tapi ga enak ati dan ga bisa juga liat beliau2 sakit. . .sdgkn kalo dibawa ke dokter ga pernah mau. . .

    untuk lebih jelasnya kamu baca link ini aja Lin: http://www.detikhealth.com/read/2011/05/30/130258/1649997/869/apakah-hipertensi-itu-penyakit-keturunaniya kalo kayak gitu emang dilema banget, emang kenapa kok mertua ga mau diajak ke dokter?

  25. nawhi berkata:

    m4s0k3 said: nomor 3, cuma lelah dan lesu,gak pake impoten dong. hehe

    no pic is HOAX :)))*ngakak salto*

  26. nawhi berkata:

    m4s0k3 said: eniwei, semoga ibu lekas sembuh ya, wan. sing sabar. sing a song kalo perlu *jayus* 😀

    aamiin, makasih yas.Oh iya, Ibu biasanya minta diputerin pujian Istighfar karya Gus Dur.

  27. nawhi berkata:

    museliem said: Bibiku sudah 2 tahun ini kena stroke, sayang dia agak malas melatih tubuh bagian kirinya, jadi agak lambat proses penyembuhannya…

    emang dari si penderitanya kudu semangat Mus sebab kalo nggak ya susah, semoga Ibuku semangat terus dalam berlatih.

  28. nawhi berkata:

    togogsemar said: tfs, om. memang harus sering check up kesehatan. dulu mendiang ibu saya juga telat memeriksa kondisi kesehatan dia dan memang akhirnya terlambat.

    sama-sama.Innalillahi, Ibu terkena stroke juga?

  29. nawhi berkata:

    wayanlessy said: Sejak ibu saya kena stroke kedua, dokter wanti2 beliau untuk nggak pernah lepas obat hypertensinya.

    kira-kira Ibu saya nanti apa tergantung juga sama obat hypertensi?

  30. estiningtyas berkata:

    tfs infonya mas ihwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s