Kata kunci: pasar malam, polkadot, gula-gula, cerpelai, rasi, palung, rajah

Malam ini Fairus begitu gembira karena keinginannya untuk pergi ke pasar malam akhirnya dikabulkan kedua orangtuanya. Sudah tiga hari ini gadis berambut keriting itu hanya bisa memendam rasa iri ketika mendengar cerita teman-teman sekelasnya betapa menakjubkan dan meriahnya pasar malam yang diadakan di lapangan Rampal tersebut. Kesibukan kedua orangtuanya membuat mereka baru bisa pergi ke pasar malam di hari terakhir.

Suasana pasar malam sangat ramai, lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Sepertinya hampir semua penduduk kota dingin itu tumpah ruah di pasar malam, memenuhi setiap stand dan wahana permainan yang ada. Dari semua wahana permainan yang disediakan, wahana Bianglala dan Rumah Salju menjadi favorit anak-anak hingga menyebabkan antrian yang mengular. Sedangkan pengunjung remaja dan dewasa mengular di wahana Naga Terbang yang memacu adrenalin.


Di antara semua pengunjung, penampilan Fairus nampak cukup menonjol dengan dandanannya yang mirip penyanyi cilik dari Rumania, Cleopatra Stratan. Rambut dikepang dua dan gaun polkadot warna merah jambu. Ayah Fairus memang sejak dulu mengidolakan penyanyi yang melejit dengan lagu Ghita tersebut. Tak heran jika sekarang putri kesayangannya itu didandani mirip Cleopatra dan untungnya Fairus juga suka dan nyaman dengan dandanan tersebut.

“Ayah, aku mau gula-gula itu!” pinta Fairus sambil menunjuk penjual gula-gula yang sedang sibuk melayani pembeli yang sebagian besar anak-anak.
“Tidak boleh Fay, nanti giginya bisa berlubang kalau sering makan gula-gula,” potong Aida, ibu Fairus.
“Aku kan udah lama nggak makan gula-gula.”
“Lha kemarin, makan permen di rumah Nenek, itu sama saja Fay.”
Fairus langsung menekuk muka sambil memandangi ayahnya, seakan meminta pembelaan.
“Iya benar kata Ibu, jajan yang lain saja.” Ternyata ayahnya kali ini setuju dengan pendapat sang ibu, membuat Fairus hanya bisa pasrah.

***


Sementara itu di sudut lain pasar malam, Prama berdiri sendirian di depan stand minuman. Sedari tadi dia mengamati setiap pengunjung pasar malam yang lewat di depannya. Udara dingin Malang seakan tak membuat Prama menggigil meski hanya mengenakan kaus oblong dan celana selutut. Beberapa orang yang menyangkanya pengemis, melemparkan uang koin ke arahnya.

Sekonyong-konyong seekor cerpelai menghampiri dan naik menuju pundaknya. Binatang mungil itu tampak lucu sekali, dengan dua warna bulu yang menyelimuti tubuhnya. Bagian dada, tangan dan kakinya berwarna putih, sedangkan punggung dan ekornya berwarna coklat muda. Sedangkan warna kepalanya sendiri gabungan dari dua warna tersebut. Tekstur bulunya begitu lembut seperti kapas, membuat siapa saja yang melihatnya ingin membelai-belai gemas.

“Kenapa lama sekali Rasi? Dari tadi aku menunggumu di sini hingga dikira pengemis oleh para pengunjung pasar malam!”
“Maafkan Tuan, saya tadi dikejar-kejar kucing sialan yang mengira saya seekor tikus..” jawab siluman cerpelai bernama Rasi itu dengan suara gemetar.

Setahun yang lalu Rasi hanyalah seekor cerpelai malang yang ditinggal mati kedua induknya saat terjadi kebakaran di Alas Purwo. Untunglah Prama-bocah titisan Batara Kala- menyelamatkan dirinya bahkan memberinya kekuatan sehingga mampu berubah wujud menjadi manusia. Sejak saat itu Rasi menjadi pengikut Prama yang setia. Berdua, mereka mengelilingi Banyuwangi memburu anak-anak Sukerta untuk dijadikan mangsa.

Batara Kala terlahir dari air kama (mani) Batara Guru yang jatuh ke laut. Dikisahkan bahwa pada suatu senja Batara Guru dan Dewi Uma pergi menghibur diri dengan menunggang lembu Andini. Ketika sampai di atas lautan, tidak sengaja angin menyingkap kain Dewi Uma. Batara Guru yang tergiur melihat betis istrinya lalu mengajaknya memadu kasih saat itu juga namun tentu saja ditolak. Karena tak mampu lagi menahan hasrat, akhirnya air kama Batara Guru keluar dan jatuh ke laut. Kama itu menjelma menjadi raksasa dan mengamuk di khayangan meminta untuk diakui sebagai anak dan diberi makan. Batara Guru mengakuinya sebagai anak dan diberi nama Batara Kala. Sedangkan makanannya diberi makan berupa bocah Sukerta.

Kini Prama dan Rasi telah tiba di Malang, bersiap untuk mencari korban lagi.

***


Fairus sedang duduk sendirian di sebuah stand bakso bakar, Ibunya sedang pergi ke toilet sedangkan ayahnya mengambil uang di ATM. Meskipun begitu dia tidak merasa takut atau canggung karena di tangannya ada handphone yang menjadi mainannya sedari tadi. Keasyikannya bermain handphone sedikit terusik ketika secara tak sengaja matanya menangkap seekor binatang mungil yang sedang asyik memakan sisa-sisa makanan di bawah meja.



Baru kali ini Fairus melihat binatang yang sekilas mirip tikus itu dan membuatnya bertanya-tanya apa nama binatang tersebut. Fairus makin tertarik ketika binatang berbulu putih dan cokelat itu melihat ke arahnya dan terdiam beberapa saat. Buru-buru Fairus menyalakan kamera di handphonenya namun belum sempat membidik, binatang itu sudah lari keluar dari stand. Tak mau kehilangan mainan barunya, Fairus pun segera menyusul keluar juga.

Setengah berlari Fairus mengejar cerpelai yang larinya ternyata lumayan gesit itu, beberapa kali dia menabrak pengunjung pasar malam. Tapi untung Fairus tidak sampai kehilangan jejak, dia terus mengikuti kemana cerpelai itu pergi hingga tiba di sebuah sudut lapangan yang kosong. Cerpelai itu terpojok di antara dua tenda stand. Fairus senang sekali sementara cerpelai itu nampak panik karena tidak bisa lagi melarikan diri. Dengan penuh kehati-hatian Fairus mendekati cerpelai tersebut.

“Sini Sayang, jangan takut aku tidak akan menyakitimu.”
Cerpelai itu mundur ke belakang, semakin terpojok.
Fairus semakin mendekat. Ketika tangannya hampir menyentuhnya, mendadak keluar cahaya yang menyilaukan dari bulu-bulu cerpelai tersebut. Fairus tak sempat menutup matanya, dalam sekejab dia merasakan tubuhnya seperti terhisap begitu kuat. Setelah itu semuanya kembali gelap.

***


Suasana pasar malam yang ceria dan menyenangkan mendadak berubah mencekam ketika penjual gula-gula menemukan mayat seorang anak kecil di sudut lapangan, saat dia hendak buang air kecil. Jasad anak itu begitu mengenaskan, tubuhnya kurus hingga seperti tinggal tulang dibalut kulit saja. Yang paling mengerikan adalah raut wajahnya agak menghitam dengan mata melotot dan mulut menganga lebar seakan menunjukkan rasa sakit dan ketakutan yang amat sangat ketika bocah itu meregang nyawa.

Aparat kepolisian segera dipanggil untuk menangani kejadian yang sangat menggemparkan itu. Banyak sekali orang yang berebut ingin melihat jasad anak kecil tersebut, sebagian besar penasaran, sebagian lainnya khawatir jika anak kecil itu adalah salah satu anggota keluarganya, termasuk diantaranya Aida dan Firman.

“Ayo Yah, kita liat anak itu, aku khawatir jangan-jangan dia…” Aida
tak mampu meneruskan kata-katanya, hanya air mata yang keluar dari kedua sudut matanya.
“Ibu jangan keburu berpikir yang tidak-tidak…Ayah yakin Fairus baik-baik saja..” ucap Firman berusaha menenangkan istrinya.
“Tapi Yah, dari tadi kita tidak kunjung menemukannya…” protes Aida sambil berusaha menerobos kerumunan orang di depannya. Firman mengikutinya, di palung hati pria itu sebenarnya juga ada kekhawatiran yang sama namun dia berusaha menepisnya karena dia tidak mau ikutan panik seperti istrinya.

Aida dan Firman akhirnya berhasil menerobos kerumunan tersebut. Dengan tangan gemetar Aida menyingkap kertas koran penutup jasad anak malang tersebut. Pelan-pelan kertas koran itu tersingkap, Aida dan Firman terus berdoa dan berharap semoga itu bukan jasad putri kesayangan mereka.
Hati kedua suami istri yang telah menikah selama sewindu itu sangat lega dan bersyukur sekali mengetahui bahwa jasad anak itu adalah seorang anak laki-laki. Firman lalu menggandeng tangan istrinya berlalu dari situ.
“Lalu sekarang kita cari di mana lagi Yah?” Aida menyeka air matanya.
“Bagaimana kalau kita coba balik lagi ke bagian informasi, siapa tahu Fairus sudah ditemukan.”
“Semoga ya Yah..”

Aida dan Firman pun lalu segera bergegas menuju bagian informasi namun baru beberapa langkah mendadak ada yang memanggil mereka. Demi mendengar suara yang sudah familiar itu, mereka berdua menoleh dengan penuh rasa keterkejutan bercampur senang.
“Fairuus…!!” seru mereka bersamaan.
Aida langsung berlari menghambur ke arah Fairus dan memeluknya erat sekali.
“Kamu kemana aja Fay, kami mencari-cari kamu dari tadi?” tanya Aida sambil memeriksa seluruh tubuh Fairus, memastikan bahwa putrinya selamat tidak kurang suatu apapun.
“Aku nggak kemana-mana kok, tadi aku cuma main-main sebentar, habis Ibu dan Ayah lama sekali perginya.”
“Ayah kan sudah berpesan kalau kamu nggak boleh kemana-mana, tunggu di stand bakso bakar sampai kami kembali. Kami tadi sangat kuatir sekali Fay mencari kamu kemana-mana tapi tidak kunjung ketemu. ”
“Maafin aku Yah, Bu…” ucap Fairus tertunduk.
“Ya sudah, yang penting sekarang Fairus sudah kita temukan Yah. Lain kali jangan diulangi ya Fay. Nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana. Kami akan sangat sedih sekali Fay.”
“Jangan kuatir Bu, tadi aku baik-baik saja kok, malah aku punya teman baru sekarang.”
“Oh ya, siapa nama temanmu?” tanya Aida dengan antusias sekali.
“Iniiih…” jawab Fairus seraya mengambil ‘sesuatu’ dari balik gaun polkadotnya.
Aida langsung berjingkat menjauh begitu melihat seekor binatang berbulu lebat di depan matanya.
“Itu apaa Fairus?”
Fairus malah tertawa cekikikan melihat ibunya sampai kaget ketakutan demi melihat teman barunya tersebut, tak terkecuali Firman.
“Ini kalau nggak salah namanya cerpelai. Fairus dapat dari mana?”
“Tadi aku lihat dia lagi makan sisa makanan, trus aku kejar dan tangkap deh. Lucu kan Yah, aku boleh pelihara dia yaa?” rajuk Fairus dengan manjanya.
“Tidak boleeh, Ibu kan sudah pernah bilang kalau di rumah kita tidak boleh ada binatang. Ibu tidak mau nanti ada yang kencing dan buang kotoran sembarangan, belum lagi nanti bulunya rontok di sofa dan tempat tidur. Binatang itu pasti juga kutuan. Ibu tidak mau Fay…!!
Fairus dan Firman hanya bisa bengong melihat reaksi Aida yang begitu hebohnya.
“Sudah Bu ngerapnya?” ledek Firman pada istrinya, membuat Fairus tertawa lagi.
“Ayaah! Kok malah gitu sih. Ayah udah lupa sama aturan kita dulu?”
“Itu kan aturannya Ibu, kalau Ayah sih fine-fine aja ada binatang di rumah. Malah rencananya Ayah mau melihara kucing angora. Tapi karena sekarang Fairus sudah menemukan cerpelai, ya sudah kita pelihara aja.”
“Horeee..!!” teriak Fairus dengan senangnya, sementara Aida hanya bisa berdiri manyun.
“Dinamain apa cerpelainya Fay?”
“Rasi!”

***


Fairus baru saja selesai mengenakan baju seragam sekolah. Dia sedang menyisir rambutnya sambil menghadap ke kaca. Ada keceriaan yang tergambar jelas di wajahnya .
“Tuan, jangan lupa disembunyikan dulu Rajah Kalacakranya,” ucap Rasi yang duduk di atas meja rias.
“Oh iya, untung kamu ingetin. Kalau tidak, bisa curiga orang tuaku melihatnya.” Fairus menatap rajah di lengan kanannya, sebuah gambar lingkaran yang terbentuk dari huruf-huruf aksara Jawa yang ditulis secara terbalik. Rajah tersebut merupakan tanda khusus yang ada pada manusia titisan Batara Kala. Kedua matanya berkilatan sejenak, dalam sekejab rajah itu pun lenyap.



“Fay sudah siap belum? Ayo cepat sarapan dulu, nanti telat lho,” tanya Aida yang muncul dari balik pintu kamar Fairus.
“Iya Bu, aku sudah siap,” jawab Fairus dengan riang.

Aku sudah siap memangsa teman-temanku….

Jumlah karakter tanpa spasi: 9701

Diikutkan dalam Lomba Fiksi Fantasi 2012 yang diselenggarakan oleh 9lightsproduction.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

55 responses »

  1. dieend18 berkata:

    Akhirnya selesai juga… 🙂

  2. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: Rajah Kalacakra

    Yamaroja jaromayaYamarani niramayaYasilapa palasiyaYamidoro rodomiyaYamidosa sadomiyaYadayuda dayudayaYasiyaca cayasiyaYasihama mahasiya

  3. nawhi berkata:

    dieend18 said: Akhirnya selesai juga… 🙂

    iya neh, setelah melalui perjuangan ngetiknya karena tadi listrik di kantor byar-pet mulu T_T

  4. nawhi berkata:

    edwinlives4ever said: Yamaroja jaromayaYamarani niramayaYasilapa palasiyaYamidoro rodomiyaYamidosa sadomiyaYadayuda dayudayaYasiyaca cayasiyaYasihama mahasiya

    ini disimpan dulu Mas, belum waktunya keluar :D*moga ada semangat buat lanjutin nanti kalo lombanya udah kelar*

  5. tintin1868 berkata:

    walah temen2nya kasian dimangsa ternyata..eh itu langsung nyanyi ghita loh lihat fotonya cleopatra startan..

  6. puritama berkata:

    udah dikirim, mas?

  7. ivoniezahra berkata:

    Moga menang Ndut 🙂

  8. nawhi berkata:

    tintin1868 said: walah temen2nya kasian dimangsa ternyata..eh itu langsung nyanyi ghita loh lihat fotonya cleopatra startan..

    ya resiko Mbak jadi temennya :Dmasih sama ya efeknya.

  9. nawhi berkata:

    puritama said: udah dikirim, mas?

    belum, ini aku endapin dulu di MP.kali aja nanti malam dapat wangsit lagi buat ngedit. masih seminggu detlennya kan?

  10. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Moga menang Ndut 🙂

    aamiin, makasih tadi atas apresiasinya.

  11. tintin1868 berkata:

    nawhi said: ya resiko Mbak jadi temennya :Dmasih sama ya efeknya.

    kapan itu ku sampe hafal lagu ghita gegara ponakan.. nyanyinya belibet deh..

  12. nawhi berkata:

    tintin1868 said: kapan itu ku sampe hafal lagu ghita gegara ponakan.. nyanyinya belibet deh..

    aku juga suka kesleo lidah kalo niruin, tapi seneng he3

  13. anchaanwar berkata:

    Bagus! b^^dTapi predictable sih 😀

  14. nawhi berkata:

    anchaanwar said: Bagus! b^^dTapi predictable sih 😀

    Makasih Cha.perlu latihan bikin twist memang.

  15. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: perlu latihan bikin twist memang.

    Making twist ending in a short story is rather difficult. It’s easier with novels. Read some Stephen King’s short stories, he knows how to make beautifully crafted twist-ending in short stories.

  16. nawhi berkata:

    edwinlives4ever said: Making twist ending in a short story is rather difficult. It’s easier with novels. Read some Stephen King’s short stories, he knows how to make beautifully crafted twist-ending in short stories.

    iya bener banget Mas, apalagi di cerpen ini karakternya dibatasi jadi tadi banyak yang aku edit n pangkas.buatku sendiri, cerpenku ini lebih cocok jadi bab 1 dari sebuah novel 😀

  17. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: lebih cocok jadi bab 1 dari sebuah novel

    Yup. So, what are you waiting for? Finish the novel.

  18. anchaanwar berkata:

    Gw tadinya berharap endingnya si prama itu kena batunya.Misalnya ternyata ortunya Fayrus itu jg ternyata ‘bukan org biasa’

  19. nawhi berkata:

    edwinlives4ever said: Yup. So, what are you waiting for? Finish the novel.

    nunggu ngumpulin energi n referensi Mas.fiksi fantasi ini baru banget buatku jadi aku perlu memperbanyak ‘senjata’ku buat nulis.

  20. edwinlives4ever berkata:

    edwinlives4ever said: Finish the novel.

    Here’s an idea: Create several more chapters (say 4 or 5 chapters) with several other characters for each chapter , and each chapter tells a part of the big picture from the chapter’s main character’s side. Slowly the characters of the different chapters will meet through the events of the story. The last chapter will be the big showdown. Add an epilogue for the twist ending.

  21. nawhi berkata:

    anchaanwar said: Gw tadinya berharap endingnya si prama itu kena batunya.Misalnya ternyata ortunya Fayrus itu jg ternyata ‘bukan org biasa’

    ada alasan kenapa aku bikin mereka tetep manusia biasa karena ku pengin explore n main2 dengan tokoh yang anak2 n muda Cha.tapi boleh juga tuh idenya, thanks Cha.

  22. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: fiksi fantasi ini baru banget buatku jadi aku perlu memperbanyak ‘senjata’ku buat nulis.

    Download and read this: http://edwinlives4ever.multiply.com/video/item/585/COMICS_The_Myths_of_Cthulhu

  23. nawhi berkata:

    edwinlives4ever said: Here’s an idea: Create several more chapters (say 4 or 5 chapters) with several other characters for each chapter , and each chapter tells a part of the big picture from the chapter’s main character’s side. Slowly the characters of the different chapters will meet through the events of the story. The last chapter will be the big showdown. Add an epilogue for the twist ending.

    aku sudah menerapkan cara ini di Partisi Hati, Mas :-)dan memang cara ini mengasyikkan sekali, ibaratnya kita ‘merajut’ cerita dari berbagai sudut/tokoh lalu kita pertemukan mereka dengan sebuah ending yang mengejutkan.

  24. nawhi berkata:

    edwinlives4ever said: Download and read this: http://edwinlives4ever.multiply.com/video/item/585/COMICS_The_Myths_of_Cthulhu

    Makasih Mas, nanti aku dunlut di warnet luar aja 😀

  25. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: aku sudah menerapkan cara ini di Partisi Hati, Mas 🙂

    Do it again that way. That could be your signature style.

  26. dieend18 berkata:

    Ternyata bikin cerita fantasi seru jg ya wan :-)Kmaren saking serunya nulis, ternyata udah lebih dr 10rb karakter. Terpaksa dipangkas sana-sini.. :-(Jadi tergoda utk mengembangkan ceritanya, mumpung idenya msh sliweran di otak 😀

  27. jampang berkata:

    wah… keren.pengen ikutan juga cuma blm dapat ide detilnya

  28. nawhi berkata:

    dieend18 said: Ternyata bikin cerita fantasi seru jg ya wan :-)Kmaren saking serunya nulis, ternyata udah lebih dr 10rb karakter. Terpaksa dipangkas sana-sini.. :-(Jadi tergoda utk mengembangkan ceritanya, mumpung idenya msh sliweran di otak 😀

    sebenarnya ide tentang sukerta ini sudah lama, bahkan aku punya draftnya di kompie.cuma mau melanjutkanya itu aku ga pede.nah pas ada lomba ini kok kebetulan ada keyword rajah yang ngingetin aku sama Rajah Kalacakra, langsung deh aku tulis ceritanya.ayoo diterusin, sudah saatnya novel fantasi indonesia berjaya, masa pembaca kita dicekokin harpot dkk mulu 😀

  29. nawhi berkata:

    jampang said: wah… keren.pengen ikutan juga cuma blm dapat ide detilnya

    Makasih Mas.ayo semangat, mungkin bisa bkin cerita fantasi dengan nafas islam kayak komik 99Sehan aja jadi tokoh utamanya 😀

  30. dieend18 berkata:

    Udah baca Nibiru blm?Salut bgt ama imajinasi Tasaro yg bs ngarang nama tokoh, nama tempat sampe bahasa ajaib gitu 🙂

  31. nawhi berkata:

    dieend18 said: Udah baca Nibiru blm?Salut bgt ama imajinasi Tasaro yg bs ngarang nama tokoh, nama tempat sampe bahasa ajaib gitu 🙂

    belum Dee.kalau melihat dari cerita di backcovernya, menurutku Nibiru kayak gabungan dari harpot dan lord of the ring ya? CMIIW.

  32. dieend18 berkata:

    Kalo menurutku malah spt Eragon 😀

  33. nawhi berkata:

    dieend18 said: Kalo menurutku malah spt Eragon 😀

    itulah resiko yang aku lihat kalau menulis cerita fantasi, pasti akan dibanding2kan dengan novel fantasi luar.secara garis besar novel fantasi mempunyai resep yang sama: from zero to hero. seseorang yang bukan siapa-siapa/lemah mendapat kekuatan untuk mengalahkan lawannya.*sokserius.com* 😀

  34. dieend18 berkata:

    Hihihi.. Pastinya gitu wan, yg bikin belakangan pasti dibandingin ama yg udah duluan ada…

  35. ayanapunya berkata:

    aku baru dapat 2 halaman. nggak tau nih bakal selesai apa nggak. belum pernah nulis cerita fantasi

  36. sahabatry berkata:

    Kereeen 🙂 terinspirasi dari anak sukerta…..

  37. nawhi berkata:

    ayanapunya said: aku baru dapat 2 halaman. nggak tau nih bakal selesai apa nggak. belum pernah nulis cerita fantasi

    ayo pasti bisaaa, aku juga baru kali ini nulis cerfan.

  38. nawhi berkata:

    m4s0k3 said: Bagus

    makasih Yas atas masukannya kemarin.

  39. nawhi berkata:

    sahabatry said: Kereeen 🙂 terinspirasi dari anak sukerta…..

    Makasih Ry.btw kamu termasuk anak sukerta kan? 🙂

  40. ayanapunya berkata:

    nawhi said: Makasih Ry.btw kamu termasuk anak sukerta kan? 🙂

    anak sukerta apa yak?

  41. Kami locked postingan ini. Dilarang mengedit dan atau set for contact sampai lomba selesai dilaksanakan yah…Terima kasih sudah berpartisipasi dalam #LombaFiksiFantasi2012. :)-Panitia-

  42. rhehanluvly berkata:

    akhirnya mudeng juga abis baca anak sukertajadi fairus ini anak tunggal?

  43. nawhi berkata:

    rhehanluvly said: akhirnya mudeng juga abis baca anak sukertajadi fairus ini anak tunggal?

    eaaaa jadi yang bikin bingung itu tho? 😀

  44. sahabatry berkata:

    nawhi said: Makasih Ry.btw kamu termasuk anak sukerta kan? 🙂

    Kalau dilihat dari referensinya sih, yg termasuk anak sukerta itu salah satunya adalah “anak tunggal”….dan aku memang anak tunggal, tapi gak tau juga sih, padahal pengen banget nyoba diruwat….hehehhhe

  45. sahabatry berkata:

    ayanapunya said: anak sukerta apa yak?

    Menurut buku yg saya baca, Sukerta adalah anak-anak yang lahir pada kondisi dan situasi tertentu. Terdapat sekitar 60 macam anak yang dianggap sukerta, salah satunya anak tunggal perempuan (anting-unting). Keberadaan anak sukerta ini dikaitkan dengan cerita pewayangan yaitu Batara Kala. Anak sukerta adalah santapan dari Batara Kala, sehingga harus dilakukan upacara ruwatan untuk menghalaunya. *salam kenal & mohon maaf kalo penjelasannya kurang*

  46. m4s0k3 berkata:

    baru tau arti anak sukerta 🙂

  47. nawhi berkata:

    m4s0k3 said: baru tau arti anak sukerta 🙂

    kamu sama Piter juga termasuk anak sukerta Yas.dua bersaudara laki-laki disebut uger-uger lawang.*batara kala mode on*

  48. qqcakep berkata:

    Infonya lomba di mana Mas? Mau ikutan.

  49. klik aja link di akhir postingan, hari ini terakhir!

  50. Makasih Mbak, doain menang ya.

  51. nawhi berkata:

    ALHAMDULILLAH MENANG JUARA KEEMPAT..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s