Tadi malam saya dan Ndut mengalami suatu kejadian yang benar-benar di luar dugaan kami. Kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan, bahkan sampai tadi pagi rasanya saya masih ragu apakah saya memang benar-benar sudah ada di rumah. Mungkin terdengar lebay tapi memang kejadian semalam cukup traumatik bagi saya.

Ini semua diawali oleh sebuah undangan pernikahan teman kerja Ndut, sebut saja Siska namanya. Siska ini rumahnya di Pagak, Malang Selatan. Kami berdua memang belum pernah ke daerah sana namun dengan berbekal peta lokasi resepsi yang diberikan di undangan kami berdua sepakat untuk datang ke resepsi pernikahan Siska.


Di peta ditunjukkan bahwa untuk menyampai lokasi kami harus melewati perempatan Kepanjen, terus ke selatan, belok ke barat lalu belok lagi ke utara dan terakhir belok ke timur. Terlihat mudah sekali bukan untuk dicapai? Namun kenyataannya benar-benar berbanding seratus delapan puluh derajat. Apalagi di peta tersebut tidak ada keterangan berapa kilometer jarak dari perempatan Kepanjen hingga ke Pagak. Kami tidak bermaksud menyalahkan Siska, memang kesalahan ada pada kami berdua yang tidak survey dulu sebelum berangkat.

Jam keberangkatan kami sebenarnya juga molor dari yang direncanakan sehingga membuat kami terburu-buru saat berangkat dari Malang. Ditambah lagi hujan yang mengguyur malam itu benar-benar menyempurnakan perjalanan kami.



Lihatlah hasil google map di atas. Jarak dari Kepanjen-Pagak di peta adalah 10 cm. Adapun skala petanya adalah 2 mi : 2 km yang artinya 2 milimeter di peta sama dengan 2 km di medan. Mari kita hitung jarak sebenarnya antara Kepanjen-Pagak.

10 cm = 100 mm
100 : 2 = 50 mm

Berarti Kepanjen-Pagak itu 50 km?

Hmm bener nggak sih ini hitungan saya?

Ya udah lanjut cerita saja.

Dari Malang ke Kepanjen tidak ada kendala yang kami hadapi karena jalur itu sudah sering kami lalui. Kendala mulai terasa setelah melewati perempatan Kepanjen dimana kondisi jalan gelap dan banyak lubang di sana-sini. Beberapa kali motor saya tak sengaja melewati lubang-lubang itu.
Asumsi bahwa jarak Kepanjen-Pagak itu dekat membuat saya bertanya-tanya kok belokan ke kiri yang dimaksud di peta tidak kunjung kami temukan. Padahal sudah cukup jauh jarak yang kami tempuh. Saya lalu bertanya apakah teman-temannya yang lain juga datang ke resepsi Siska, kata si Ndut mereka berangkat pagi-pagi buta. Weks, di sini saya mulai heran. Emang berapa jauh sih sebenarnya jarak Kepanjen-Pagak itu kok mereka berangkat sepagi itu

Belokan ke kiri itu akhirnya kami temukan, sayapun melajukan motor agak pelan karena saya kira udah dekat. Namun lama-kelamaan jalan di depan kami semakin gelap, tidak ada lagi rumah penduduk di kanan-kiri jalan. Di depan kami keadaannya benar-benar gelap gulita, yang ada hanya cahaya dari lampu depan motor saya. Saya lalu menoleh ke kanan-kiri dan barulah saya sadar kalau kami sudah berada di tengah-tengah hutan. Ya Allah ini mau kemana? Kok jadi gini jalannya, batin saya.

“Ndut, ini benar jalannya? Coba kamu lihat petanya?” tanya saya mulai agak panik.
“Iya benar, di peta ini lurus terus kok.”
“Tapi ini hutan Ndut, kita sendirian sekarang, bahaya ini…”

Bayangan-bayangan buruk mulai melintas di pikiran saya. Teringat cerita perampokan atau pembegalan pengendara motor di jalan sepi, di tengah hutan atau perkebunan tebu yang pernah saya baca atau dengar dari orang. Rasa panik dan amarah mulai muncul di dalam diri saya. Panik jika kejadian buruk menimpa kami berdua, marah pada Ndut yang tidak bertanya dulu pada Siska tentang medan ke rumahnya itu seperti apa. Berkali-kali saya menyebut nama Allah, meminta perlindungan dari-Nya dan menepis kebimbangan antara meneruskan perjalanan kami atau balik pulang saja.

Setelah beberapa lama kami menemukan pemukiman penduduk namun hanya beberapa dan kembali kami harus melewati jalan yang gelap gulita. Di pikiran saya muncul bayang-bayang Ibu, teringat pesannya agar kami tidak pulang larut malam. Saya tidak sanggup membayangkan bagaimana perasaan Ibu, Emaknya Ndut dan keluarga kami jika terjadi apa-apa pada kami berdua. Sungguh, saya merasa benar-benar di titik kepasrahan malam itu.

Di pinggiran jalan kami melihat ada sebuah warung, saya lalu menyuruh Ndut untuk bertanya ke situ. Ternyata kami masih harus menempuh jarak 4 km lagi untuk sampai ke Pagak. Astaghfirullah…

Tak ada pilihan lain, kami lanjutkan saja perjalanan kami melintasi hutan yang gelap gulita itu. Di tengah jalan kami sempat melihat ada orang yang menuntun motornya, mungkin ban motornya kempes. Kami berdua hanya bisa bersimpati dan berdoa semoga kami tidak mengalami hal serupa.

Medan yang kami tempuh ternyata lebih sulit lagi karena melewati perbukitan, dimana di sebelah kiri kami terhampar jurang. Mungkin jika siang hari pemandangan di situ bagus karena ada pegunungan dan pepohonan yang tumbuh menjulang tinggi. Tapi ini malam hari jadi buang jauh-jauh pemandangan indah tersebut.

Kami akhirnya sampai di pemukiman penduduk. Dengan rasa lelah dan lega setelah melewati medan yang sulit kami berhenti di sebuah warung mie untuk bertanya alamat Siska. Fiuh, ternyata kami kebablasan dan harus muter meski itu tidak jauh. Terimakasih kepada sound system yang menggema begitu keras di desa Bumirejo sehingga kami dengan mudah menemukan rumah Siska. Sempat sih ragu ketika masuk ke tenda pernikahannya namun untunglah kami tidak salah tempat, memang di situlah rumah Siska.

Bagaimanakah perjalanan kami saat pulang dari resepsi pernikaha Siska? Apakah sama horror-nya dengan perjalanan ketika menuju ke sana? Sabaar, akan saya ceritakan di blog selanjutnya. Sekarang mau Jumatan dulu ya

*Fiuuh ternyata menuliskan kembali kisah tadi malam membuat saya kembali dilingkupi kehororan.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

62 responses »

  1. ayanapunya berkata:

    horoooorrr…salah milih jalan ya, mas?

  2. trewelu berkata:

    ikut deg2an, bacanya…. yang penting selamat sampe di rumah dan bisa nulisin pengalamannya….

  3. rhehanluvly berkata:

    nggak trauma buat ke nikahan orang lagi tho mas? hehe

  4. embunpagi2023 berkata:

    ada penampakan ya…. ?

  5. ivoniezahra berkata:

    Untng saja Vega tangguh ya Ndut :DSepanjang jalan kujuga merapal doa n Fatihah Ndut

  6. ivoniezahra berkata:

    @mbk antung : Gak. Dan itu jalan terdkt dibnding hrus muter2 😀

  7. katerinas berkata:

    Kalo saya udah gemetaran itu jalan di tengah hutan gelap2an pula 😀

  8. puritama berkata:

    aku jadi kebayang pas dulu travel yg membawaku ke kuningan ngelewatin jalan setapak… di tengah-tengah sawah.kanan-kiri gada penerangan, jalannya cuma muat 1 kendaraan… deg-deg ser bakal nyampe rumah apa enggak ~__~”tapi tenang mas-mbak, kalo ke rumahku mah gak seserem itu kok.. *njuk?

  9. ayanapunya berkata:

    ivoniezahra said: @mbk antung : Gak. Dan itu jalan terdkt dibnding hrus muter2 😀

    huwaaa…temanmu kok nggak wanti2 dulu?

  10. wprazh berkata:

    kl ke pagak memang jangan malam2 bahaya tu, banyak begal

  11. nawhi berkata:

    ayanapunya said: horoooorrr…salah milih jalan ya, mas?

    ga, emang itu jalannya Yan. seperti kata Ndut itu jalan paling deket ke pagak.

  12. wprazh berkata:

    ivoniezahra said: Untng saja Vega tangguh ya Ndut 😀

    jiah ngiklan 😀

  13. wprazh berkata:

    nawhi said: ga, emang itu jalannya Yan. seperti kata Ndut itu jalan paling deket ke pagak.

    ini mau jumatan masih sempat balas komen 😀

  14. nawhi berkata:

    trewelu said: ikut deg2an, bacanya…. yang penting selamat sampe di rumah dan bisa nulisin pengalamannya….

    ini saya barusan ngetik deg-degan lagi Mbak jadinya :Diya Alhamdulillah Allah masih melindungi kami berdua.

  15. darnia berkata:

    nawhi said: Terimakasih kepada sound system yang menggema begitu keras di desa Bumirejo sehingga kami dengan mudah menemukan rumah Siska.

    moral of the story :Adalah WAJIB pasang sound system di acara ngantenan dengan volume yang bikin kuping pekak. Biar tamunya gak salah..*serius*Untung njenengan sama mbak Ivon bisa pulang dengan selamat…

  16. mahasiswidudul berkata:

    Travelling ku ke sembalun juga hororrr.. Tapi bukan horor hantu sih.. Horor tebing.. Haha :p

  17. asasayang berkata:

    malu bertanya sesat di jalan!!Dari awal kepedean baca denah lokasi yo mas?*nambah amarah*

  18. moestoain berkata:

    Gak horor horor amat Sam, untung ra lewat bulu lawang, embong nikung bulu lawan terkenal jambrete Sam. Alhamdulillah lek akhire ketemu omahe.

  19. ibuseno berkata:

    waah.. malem2 gitu Wan? koq nikahannya malem jumat ya ?

  20. arsitaarsita berkata:

    menanti cerita selanjute……ra sabar cuiii

  21. puritama berkata:

    darnia said: moral of the story :Adalah WAJIB pasang sound system di acara ngantenan dengan volume yang bikin kuping pekak. Biar tamunya gak salah..*serius*

    dan juga memasang tulisan kedua mempelai…aku pernah ke daerah temen, ternyata ada 2 hajatan lho.Untungnya ga salah penganten :))

  22. ikhwatiislam berkata:

    nunggu cerita horor berikutnya ^^

  23. ivoniezahra berkata:

    Soalnya pas mas panik, aku yg berusaha tenang dn menguatkn mentalnya. Kalo ikutn panik, runyam jdinya 😀

  24. jampang berkata:

    bener2 horor… pernah ngalamin pulang malam2 dari BSD- Depok, jalannya seih lurus doank, cuma gelap*nggak nanya yah

  25. anchaanwar berkata:

    iya horor banget. untung bisa sampe dgn slamat!

  26. nawhi berkata:

    rhehanluvly said: nggak trauma buat ke nikahan orang lagi tho mas? hehe

    nggak kok, jangan kuatir Han 😀

  27. nawhi berkata:

    embunpagi2023 said: ada penampakan ya…. ?

    ga ada sih, ini horornya horor takut dibegal.tapi ntar pulangnya lain lagi.

  28. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Untng saja Vega tangguh ya Ndut :DSepanjang jalan kujuga merapal doa n Fatihah Ndut

    iya Alhamdulillah imud-imud gitu tahan banting.wiih merapal…kayak mantra aja Ndut 😛

  29. nawhi berkata:

    katerinas said: Kalo saya udah gemetaran itu jalan di tengah hutan gelap2an pula 😀

    saya sih kemarin masih sebatas ser-seran gitu Mbak.

  30. nawhi berkata:

    puritama said: tapi tenang mas-mbak, kalo ke rumahku mah gak seserem itu kok.. *njuk?

    Ivon belum pernah ke rumahmu Ver?

  31. nawhi berkata:

    ayanapunya said: huwaaa…temanmu kok nggak wanti2 dulu?

    lha yo iku, harusnya sih wanti-wanti ya tentang medan yang berat dan jaraknya yang naudzubillah jauhnya itu he3

  32. nawhi berkata:

    wprazh said: kl ke pagak memang jangan malam2 bahaya tu, banyak begal

    aku ga tau Mas, kemarin yo lupa tanya-tanya ke temen, biasanya aku gitu kalo mau ke lokasi yang ga pernah aku datangi.

  33. nawhi berkata:

    wprazh said: ini mau jumatan masih sempat balas komen 😀

    wekekekeke*ngibrit*

  34. nawhi berkata:

    darnia said: moral of the story :Adalah WAJIB pasang sound system di acara ngantenan dengan volume yang bikin kuping pekak. Biar tamunya gak salah..*serius*Untung njenengan sama mbak Ivon bisa pulang dengan selamat…

    di desa mah lumrah pasang sound yang kuenceng karena jarak antar rumah agak jauhan tapi kalo di kota, kesian tetangga sekitar.Iya Dan, bersyukur banget aku masih dilindungi Allah.

  35. nawhi berkata:

    mahasiswidudul said: Travelling ku ke sembalun juga hororrr.. Tapi bukan horor hantu sih.. Horor tebing.. Haha :p

    lho bukit yang kami lalui itu juga berupa jurang n tebing lho.

  36. nawhi berkata:

    asasayang said: malu bertanya sesat di jalan!!Dari awal kepedean baca denah lokasi yo mas?*nambah amarah*

    kayaknya sih opsi kedua, kami kepedean he3

  37. nawhi berkata:

    moestoain said: Gak horor horor amat Sam, untung ra lewat bulu lawang, embong nikung bulu lawan terkenal jambrete Sam. Alhamdulillah lek akhire ketemu omahe.

    gak horor horo amat gundulmu he3mungkin kalau buatmu ga sebarapa Mus karena kamu biasa mbolang, lha aku ora biasa.apalagi kami kan berangkat untuk kondangan, beda kalau berangkat buat travelling, mentalnya pasti udah disiapin u hadapi hal-hal yang ga terduga.

  38. nawhi berkata:

    ibuseno said: waah.. malem2 gitu Wan? koq nikahannya malem jumat ya ?

    saya kalau tahu tempatnya jauh n medannya bahaya gitu yo pikir-pikir Teh.saya nanti akadnya juga malam jumat he3

  39. nawhi berkata:

    arsitaarsita said: menanti cerita selanjute……ra sabar cuiii

    senangnya dinanti he3

  40. nawhi berkata:

    ikhwatiislam said: nunggu cerita horor berikutnya ^^

    *kasih kursi buat nunggu*

  41. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Soalnya pas mas panik, aku yg berusaha tenang dn menguatkn mentalnya. Kalo ikutn panik, runyam jdinya 😀

    tapi pean itu nekatan orangnya, jangan sampai terulang lagi Ndut.

  42. nawhi berkata:

    jampang said: bener2 horor… pernah ngalamin pulang malam2 dari BSD- Depok, jalannya seih lurus doank, cuma gelap*nggak nanya yah

    itu masih masuk daerah kota Mas?kalau jalan raya besar sih aku ga masalah.

  43. nawhi berkata:

    anchaanwar said: iya horor banget. untung bisa sampe dgn slamat!

    iya Cha Alhamdulillah banget.

  44. moestoain berkata:

    nawhi said: gak horor horo amat gundulmu he3mungkin kalau buatmu ga sebarapa Mus karena kamu biasa mbolang, lha aku ora biasa.apalagi kami kan berangkat untuk kondangan, beda kalau berangkat buat travelling, mentalnya pasti udah disiapin u hadapi hal-hal yang ga terduga.

    Wekekek Singoe kera ngalam pecah yo ngene dadine heheheAku yo tau kondangan manten nang Sumber Manjing Wetan. Byuh medeni tenan Tapi ancen ngeri kok Sam daerah daerah panjen sak terusan.. wakeh hutane..

  45. nawhi berkata:

    moestoain said: Tapi ancen ngeri kok Sam daerah daerah panjen sak terusan.. wakeh hutane..

    kemarin itu aja kalau dihitung lebih jauh dari jaraknya rumahnya Ivon.trus juga jalur pintas ke Blitar meski lewat hutan juga ga seserem itu, masih ada lampunya.

  46. museliem berkata:

    hehehe.. kenapa ga rame2? klo teman sekantor biasanya ada rombongan…

  47. asasayang berkata:

    kalo ke rumahku dijamin ga horor mas. . .

  48. nawhi berkata:

    museliem said: hehehe.. kenapa ga rame2? klo teman sekantor biasanya ada rombongan…

    aku kerja Mus jadi ga bisa ikutan kalau berangkat yang rame2 di pagi hari.kalo di kantorku ya rame2, malah kalau jauh gitu dicarterin kendaraan.

  49. nawhi berkata:

    asasayang said: kalo ke rumahku dijamin ga horor mas. . .

    siip, moga kapan2 bisa main ke rumahmu.rumahku apalagi, ga horor, mudah dijangkau. *promo menjelang kondangan tha iki*

  50. subhanallahu berkata:

    lain kali jangan lupa bawa pistol-lah…

  51. nawhi berkata:

    subhanallahu said: lain kali jangan lupa bawa pistol-lah…

    walah aneh-aneh aja Mas.

  52. subhanallahu berkata:

    nawhi said: walah aneh-aneh aja Mas.

    klo ga ada, cukup pisau dapur ya ga apa-apa 😀

  53. edwinlives4ever berkata:

    subhanallahu said: lain kali jangan lupa bawa pistol-lah…

    I always carry one.Because carrying a cop is too heavy.And expensive.

  54. puritama berkata:

    nawhi said: Ivon belum pernah ke rumahmu Ver?

    belum…pernahnya ke kosan 🙂

  55. ivoniezahra berkata:

    Hehe jd kangen Vera, ngeSunmor ya 😀

  56. puritama berkata:

    ivoniezahra said: Hehe jd kangen Vera, ngeSunmor ya 😀

    kosku sekarang rada jauh dari sunmornya…ga tiap minggu bisa kesana :(kapan-kapan maen sinih mbaaak, mb desi kan sekos sama aku 😀

  57. ranumber77 berkata:

    Pengalaman memenuhi undangan pernikahan sendirian ke Kalipare. Nyaris nyasar karena peta yang juga gak detail dan tanpa skala. Berangkatnya pun terlalu siang untuk menghindari gelap. Coba tebak kata kunci yang mengandung ‘horor’ Wan. 🙂

  58. faziazen berkata:

    adoh e Mas…kalau sound system di nikahan itu sejarahnya gini, dulu fungsinya untuk mengundang tetangga sekitar, karena jaman dulu kalo ada mantenan gakpake undangan

  59. dieend18 berkata:

    Nunggu lanjutannya…

  60. thebimz berkata:

    bawa amplopnya yang banyak.. udah jauh2 tapi nyumbangnya dikit, kasian sama diri sendiri :))

  61. fendikristin berkata:

    kebayang horror-nya gimana Mas Ihwan…aku naik mobil aja deg2an nga liat ada mobil ato motor yang lain di tengah hutan huaaaaaaa

  62. tintin1868 berkata:

    untung ada soundsystem yang gelegar jadi pertanda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s