Saat pulang dari kerja kemarin saya melihat ada yang berbeda dengan Bella, keponakan saya. Di pipi kirinya ada dua plester yang ditempelkan bersilangan membentuk tanda tambah. Saya bertanya kenapa pipinya kok diplester seperti itu, dia tidak mau menjawab. Dugaan saya mungkin dia tadi jatuh atau apa pas bermain, tidak ada dugaan macam-macam.

Barulah saat ayahnya datang, Bella bercerita kalau pipinya terluka karena mendapat hukuman dari ibu guru Bahasa Inggris. Bella dan enam orang temannya dihukum karena tidak mengerjakan PR. Hukuman yang diberikan berupa coretan menyilang di pipi.

Yang membuat kami geram, gurunya itu mencoret pipi murid-muridnya dengan bolpoint sehingga menimbulkan bekas luka. Untungnya sih tidak sampai parah namun tetap saja hal itu tidak dapat dibenarkan kalau menurut saya.
Saat kami menyuruh Bella membuka plester di pipinya, nampaklah luka berupa garis vertikal di pipi kirinya.



Menurut Bella si ibu guru bahasa inggris ini memang biasa memberikan hukuman berupa coretan di pipi. Biasanya dengan menggunakan spidol namun kemarin itu mungkin lupa tidak membawa spidol sehingga diganti dengan bolpoint. Saya tidak habis pikir kok bisa sih ibu guru itu memberikan hukuman coretan di wajah muridnya dengan benda yang bisa melukai bahkan jika parah bisa menimbulkan bekas. Apalagi ini di wajah! Memangnya dia mau apa jika wajahnya juga sampai terluka seperti itu.

Yang bikin kami makin geram, menurut Bella setelah member hukuman tersebut, si guru berkata seperti ini: “Kalau orang tua kalian terima (maksudnya terima anaknya dihukum seperti itu) tidak usah ke sekolah tapi kalau tidak terima, suruh ke sekolah!”

Astagaa, tuh guru kok sok sekali ya. Entahlah kok bisa ada guru seperti itu.

Saya yang ikutan nggak terima dengan perlakuan yang diterima oleh Bella langsung memotret pipinya sebagai alat bukti jika nanti si guru itu mengelak. Rencananya ayah Bella akan datang ke sekolah untuk melaporkan tindakan guru tersebut ke pihak kepala sekolah. Malah kalau emang kelewatan, sekalian aja dilaporin ke polisi.

Beneran deh saya geretan dan geram sekali. Saya jadi teringat dengan pengalaman saya ketika sekolah dulu ketika ada teman saya yang dilempar penggaris kayu oleh guru kelas kami sampai mengakibatkan hidungnya mimisan. Memang sih temen saya itu agak nakal tapi tetap saja hukuman fisik model seperti itu tidak bisa dibenarkan.

Saya berharap semoga setelah ada pelaporan itu si guru bahasa inggris itu mau memperbaiki cara mengajar dan sikapnya kepada muridnya. Saya yakin di jaman sekarang ini masih banyak guru-guru yang mempunyai cara mengajar yang baik dan jiwa yang lembut sehingga tidak akan sampai tega memberikan hukuman fisik yang bisa melukai para muridnya.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

35 responses »

  1. ayanapunya berkata:

    waa…gurunya ngeri juga, ya.#btw baca nama bella aku ingatnya malah twilight :))

  2. ikhwatiislam berkata:

    nawhi said: “Kalau orang tua kalian terima (maksudnya terima anaknya dihukum seperti itu) tidak usah ke sekolah tapi kalau tidak terima, suruh ke sekolah!”

    ckckck,,ini guru, !! #baca statmen nya ja ikutan gerah,,,ampun dah itu guru apa algojo sih

  3. rirhikyu berkata:

    walah, kata2 gurunya itu yg bikin marah wandatengin aja, apalagi sampek luka gitumaju ke kepala sekolah sekalian…. moga2 urusannya cepet selesai ya, hukuman fisik gini apalagi cuma buat yg ga ngerjain PR, ini mah keterlaluan

  4. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: Yang bikin kami makin geram, menurut Bella setelah member hukuman tersebut, si guru berkata seperti ini: “Kalau orang tua kalian terima (maksudnya terima anaknya dihukum seperti itu) tidak usah ke sekolah tapi kalau tidak terima, suruh ke sekolah!”

    GET THAT BITCH FIRED AT ALL COSTS!!!That’s what I’d do.And I’ve done it once.

  5. trewelu berkata:

    setuju, laporin polisi!

  6. itsmearni berkata:

    ya ampun gurunya sadis banget sihpake nantangin pula

  7. estiningtyas berkata:

    afgan bangettt tu guru. laporin ajah gurunya mas

  8. siantiek berkata:

    what ?? :-o*pengen gaplok tu guru*

  9. sukmakutersenyum berkata:

    udah dilaporin belum?

  10. kavellania berkata:

    yak ampuun bru ajah gak ngerjain PR udh dihkum segitunya sampe nantangin ortu segala. gmn klo dia ngajar murid TK kyk saya yaa yg dibutuhkan kesabaran ekstra. pdhl kode etik guru itu tidak menghukum secara fisik loh

  11. Sebaiknya di-follow up secara serius, Wan.Guru kayak begitu enggak pantes dipertahankan untuk mengajar di sebuah sekolah.

  12. rengganiez berkata:

    laporinnn..hukuman itu juga bukan fisik semata. Tindakan coret2 di pipi itu sudah sangat keterlaluan..anak2 itu juga belajar dalam ketakutan.

  13. ibuseno berkata:

    Laporin, udah gak masanya lagi guru main fisik gitu

  14. fendikristin berkata:

    kebayang gimana geram-nya Mas Ihwan, aku aja uda kesel…bener2 kudu di laporin mas, biar nga ada anak lain yang jadi korban..moga2 Bella juga nga trauma sama pelajaran-nya *gregetan sama tuh guru*

  15. fickleboon berkata:

    itu kalo mamaku, bisa disamperin langsung ke sekolahnya tuh, dimarahin gurunya

  16. srisariningdiyah berkata:

    nek aku sing nang sekolah wis tak gaplok2in tu guru

  17. nawhi berkata:

    Barusan saya sms ayahnya Bella, katanya sudah dilaporin dan akan ditegur kepala sekolahnya.

  18. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: akan ditegur kepala sekolahnya.

    That’s not enough. A bitch like her isn’t even fit to teach a dog to pee.If anything, the rebuke from the school principal will only motivate her to have her eyes on Bella. She’ll be that bitch’s particular target of hatred.

  19. rengganiez berkata:

    meski sudah dilaporin kudu dipantau juga mas Ihwan…soalnya biasanya gurunya jadi dendam gitu..

  20. museliem berkata:

    Serem yah.. Tapi mending diobrolin dulu deh sama gurunya, bahwa itu bukan cara yang baik untuk mendidik.. Aku dulu pernah dicubit pas SMP gara2 beriisik pas pelajaran biologi… Sama dihukum suruh bersihin kelas selama 2 minggu qeqeqe

  21. wprazh berkata:

    samperin aja ke sekolah, tantangin balik. teror rumahnya 🙂 jadi ngomporin.paling sebal liat dan dengar kelakuan guru seperti itu, sangat mengjengkelkan. kl itu terjadi padaku, udah ta samperin tuh

  22. nawhi berkata:

    Mas Edwin dan Mbak Niez: itu juga yang saya takutkan, jika kami terlalu mengkritisi nanti Bella akan diincar sama gurunya. semoga saja hal itu nggak akan terjadi.

  23. tintin1868 berkata:

    walah ada gitu guru udah jaman sekarang masih gaya preman gitu.. moga2 jadi pelajaran buat yang lain.. ato masukin deh pos kota..

  24. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: jika kami terlalu mengkritisi nanti Bella akan diincar sama gurunya.

    That’s why I suggested to get that bitch fired, not simply rebuked.

  25. roelworks berkata:

    buat seperti kecelakaan …

  26. edwinlives4ever berkata:

    roelworks said: buat seperti kecelakaan …

    Can you do online santet?

  27. dieend18 berkata:

    Walah.. Kalo kayak gitu emg harus dilaporin wan.. Hukuman yg sama sekali gak mendidik.

  28. darnia berkata:

    Orang tua murid yang lain gimana?Kalo bisa dikontak aja,sepakat gitu itu guru mau diapain…Tuntut ke kepala sekolahnya…*omongan songongnya bikin pengen nampar*

  29. rirhikyu berkata:

    setuju sama yg laen wan, kl bisa fire aja.kasian anak2 siy

  30. fightforfreedom berkata:

    Jadi kepikiran seandainya Bella mendapat perlakuan yg tidak wajar dikemudian hari, setelah guru tsb menerima panggilan / peringatan kepala sekolahnya, mengingat pola pikir si guru tsb masih sempit.Bella harus mendapat perlindungan yg baik. Apakah juga sudah ada upaya untuk itu?

  31. jampang berkata:

    masih ada hukuman kaya gitu yah

  32. ivoniezahra berkata:

    *menyimak ya Ndut*

  33. edwinlives4ever berkata:

    nawhi said: Astagaa, tuh guru kok sok sekali ya. Entahlah kok bisa ada guru seperti itu.

    I’m sharing this case HERE. I hope you wouldn’t mind.

  34. nawhi berkata:

    Mas Edwin: oh iya ga apa-apa, semoga bisa menjadi pelajaran bersama Mas.sejauh ini Alhamdulillah Bella udah masuk seperti biasa dan (sepertinya) tidak ada masalah, saat ini dia sedang menempuh UTS, semoga dia berhasil meraih nilai yang terbaik, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s