Dalam rangka refreshing dan menjalin keakraban di antara para karyawan, di tempat saya bekerja diadakan kegiatan wisata ke Bandung dan Jakarta. Wisata kali ini dibagi menjadi dua gelombang, gelombang pertama diadakan tanggal 23-27 April 2012 dan gelombang kedua diadakan tanggal 2-6 Mei 2012. Saya sendiri memilih berangkat pada gelombang kedua dengan dua pertimbangan yaitu pada tanggal 26 April merupakan selapan pernikahan saya dan kebanyakan karyawan yang muda-muda sepakat berangkat pada gelombang kedua.


Untuk pertama kalinya acara wisata kami menggunakan armada transportasi kereta api. Biasanya selalu menggunakan bus. Saya sendiri antara heran dan bersyukur. Heran karena dalam bayangan saya pasti ribet banget mengakomodir ratusan orang untuk naik kereta api, bersyukur karena saya tidak perlu menghadapi resiko mabuk darat jika naik bus.

Rombongan kami berangkat dari Malang pukul dua siang menuju Stasiun Gubeng, Surabaya dengan menggunakan armada bus sebanyak 4 buah. Masing-masing bus diisi kurang lebih 40 orang. Perjalanan ke Surabaya cukup lancar nggak ada gangguan suatu apapun meski agak jauh juga ternyata, kami tiba di sana pukul setengah lima. Saya bersama teman muslim lainnya segera menuju mushola untuk mengerjakan sholat Ashar. Karena jam keberangkatan kereta masih jam enam maka kami bisa duduk-duduk santai dulu di peron.


Sampai adzan maghrib berkumandang, belum ada tanda-tanda kereta kami akan berangkat. Akhirnya kami manfaatkan waktu untuk sholat jamaโ€™ Magrib dan Isya. Eh pas balik dari sholat, ternyata teman-teman saya udah pada masuk ke kereta, saya pun langsung lari-lari kecil gitu. Mendadak saya panik ketika melihat tas ransel dan tas kecil saya sudah tidak ada di kursi tempat saya duduk sebelumnya. Coba tanya-tanya ke temen lainnya, katanya udah dibawa si B. Trus saya Tanya si B, eh dianya nggak bawa. Waduh kemana ini tas-tas saya. Antara bingung nyari tas dan takut ketinggalan kereta akhirnya saya ikutan jalan menuju gerbong. Oalah ternyata tas-tas saya itu udah dibawa masuk sama temen yang lain. Fiuuh, leganya. Nggak kebayang deh kalau tas-tas saya itu sampe hilang.

Diperkirakan perjalanan Surabaya-Bandung akan memakan waktu tempu 12 jam, jadi berangkat pukul enam malam dari Surabaya akan sampai di Bandung pukul enam pagi. Dulu ketika mendengar cerita perjalanan temen-temen yang naik kereta api rasanya nggak bisa ngebayangin deh betapa bosannya terkurung di dalam kotak besi itu selama berjam-jam lamanya. Namun setelah dijalani sendiri ternyata tidak bosan-bosan amat kok. Apalagi duduknya juga masih satu gerbong dengan temen-temen kerja jadi asyik-asyik aja. Meski naik kereta api resiko mabuk daratnya kecil namun saya tetep minum obat anti mabuk buat jaga-jaga. Makasih Lina atas info obat mabuknya ya he he he.



Enaknya naik kereta api di dalamnya disediakan colokan listrik sehingga saya bisa mencharge hape saya yang udah mulai lobet sejak sampai di Surabaya. Kalau di bus nggak semuanya menyediakan dan biasanya hanya ada satu di dekatnya sopir, kalau di kereta kan di tiap kursi ada colokannya. Ketahuan ini emang nggak pernah naik kereta api eksekutif he3. Lalu fasilitas lainnya, ada cafรฉ dimana kita bisa membeli minuman plus karaokean di sana. Saya sendiri nggak ikutan ke sana karena sadar diri dengan suara saya. Oh iya, saya kagum dengan para pramugara dan pramugari yang bertugas di kereta yang saya naiki. Mereka begitu cepat dan mantap berjalan di dalam kereta yang berjalan kencang tanpa keliatan limbung sedikitpun. Belum lagi ketika mereka menyajikan makanan, pramuniaganya ga keliatan kepayahan meski di tangan kanannya membawa nampan berat berisi piring-piring. Pun pramugarinya nampak luwes dan tetap ramah melayani penumpang meski sudah mondar-mondar dari gerbong satu ke gerbong lainnya.

Molor satu jam dari waktu yang ditentukan, kedatangan kami di stasiun Bandung langsung disambut oleh tim pemandu lokal dan digiring (kayak bebek-bebek aja) menuju bus yang akan mengantarkan kami selama berada di Bandung. Pemandu di bus saya namanya Teh Risa, orangnya gemuk yang kalau ketawa mengingatkan saya pada Tike Priatna Kusuma.

Tujuan pertama kami adalah objek wisata pemandian air panas Sari Ater (tapi di buku panduan wisata ditulis Ci Ater). Pas bener deh secara kami semua emang belum pada mandi. Di sari Ater air panasnya dibagi ke beberapa kolam, ada yang buat merendam kaki saja, berendam rame-rame. Tiap kolam ada namanya sendiri-sendiri tapi yang paling popular adalah Curug Jodo. Konon, bagi yang belum menikah bila memanjatkan doa sambil berendam di sini maka akan segera dipertemukan dengan jodohnya. Berhubung saya udah nikah jadi ya nggak bisa membuktikan kebenaran mitos tersebut.


Dari Sari Ater, kami naik ke Gunung Tangkuban Perahu. Ini kali kedua saya ke gunung terkenal dengan aroma khas belerangnya tersebut. Dulu untuk menuju ke lokasi gunung pengunjung menaiki mobil semi terbuka dari tempat parkir bus tapi sekarang udah lebih baik lagi kendaraannya, yaitu memakai colt. Saya sendiri kurang tahu berapa tariff yang dikenakan untuk masuk ke area Tangkuban Perahu karena yang ngurusin pihak travel. Di sini saya nggak membeli apa-apa, hanya menikmati pemandangan indah kawah Tangkuban Perahu serta tak lupa berfoto narsis bersama temen-temen kantor.


Oh iya, saya juga sempat nyoba naik kuda lho. Ternyata emang susaah dan butuh tenaga serta nyali yang gedhe untuk menaiki hewan gagah itu. Padahal saya hanya numpang naik dan foto narsis aja lho, nggak sampai mengendarai hihihi. Waktunya udah mepet soalnya, keburu ditinggal sama rombongan. *alesan*

Sehabis dari Tangkuban Perahu kami makan siang dulu, baru kemudian meluncur ke objek wisata yang kini lagi hepening banget, yaitu Trans Studio Bandung. Yipeee, saya pribadi sangat senang ketika mengetahui Trans Studio menjadi salah satu tujuan wisata yang akan didatangi. Jujur saja, saya nggak pernah mimpi bisa ke sana. Selain lokasinya yang jauh juga tariff masuknya yang katanya mahal membuat saya hanya bisa berpuas diri melihat liputan objek wisata tersebut di televise. Dan emang bener, saat kunjungan kami ke situ tarifnya sudah naik. Yang semula hari biasa dikenai tariff 150 ribu sekarang naik menjadi 200 ribu, sedangkan hari sabtu-minggu dikenakan tariff khusus sebesar 250 ribu.


Tapi memang, tariff masuk yang mahal itu sepadan dengan desain bangunannya yang megah dan lux tersebut, pun wahana permainannya keren-keren dan sayang untuk dilewatkan. Tidak heran jika untuk menikmati wahana-wahana tersebut harus sabar mengantri terlebih dahulu. Dari sekian wahana yang ada saya hanya bisa menikmati Perahu Basah (ga tau namanya apa, pokoknya yang terjun di lintasan berair itu lho), Perahu Terbang dan Dunia Lain.

Sempat mau dipaksa naik roller coaster Yamaha yang nyeremin abies itu, tapi saya tolak mentah-mentah daripada saya nanti pusing n
muntah dibuatnya. Lagi jauh dari rumah dan keluarga nggak mau nyobain yang macem-macem. Sebagai oleh-oleh saya sempatin membeli pin-up Trans Studio di Trans Studio Store. Busyet, harga barang-barang di situ cukup mahal juga. Ya saya sih maklum, karena yang dijual kan nama besar Trans Studio.



Lelah mencoba wahana-wahana di Trans Studio, kami segera chek in di salah satu hotel yang berada tak jauh dari situ. Ayo coba tebak apa nama hotelnya, itu lho hotel yang logonya seperti bantal bersarung merah. Saya dan Zainul, temen satu kamar, mendapatkan kamar di lantai 19. Cukup lama juga pas ngantri di lift, memang sih ada empat lift tapi yang satu rusak. Ada kejadian lucu ketika Zainul habis mandi. Ceritanya dia kan mandi air hangat, nah dia nggak tahu kalau suhu AC di kamar rendah banget. Jadi begitu dia keluar dari kamar mandi langsung disergap hawa dingin yang membuatnya sampai menggigil. Meskipun suhu ac-nya sudah saya naikkin tapi anehnya suhu di kamar kami tetep aja dingin, akibatnya si Zainul sampai kena demam deh he he he.



Malam harinya kami makan malam di Kampung D
aun yang berada di pegunungan gitu deh. Cukup bikin senewen neh acara makan malamnya karena jaraknya yang jauuuh banget dari hotel. Kami berangkat habis magrib dan baru nyampe di tujuan sekitar jam delapan malam, fiuuuh hampir dua jam. Ibaratnya kami itu menginap di Malang tapi makan malamnya di Surabaya. Di Kampung Daun hawanya sangat dingin, saya yang sudah memakai celana panjang aja tetep merasa kedinginan, terutama di bagian lutut. Jadi heran deh kenapa ya kok kedua lutut saya sampai kayak linu gitu terpapar hawa dingin di bus dan pegunungan, padahal kan di Malang juga dingin.


***


Hari kedua di Bandung, tujuan wisata kami adalah ke Pusat Oleh-oleh Kartikasari dan Pasar Baru Bandung. Di Kartikasari saya membeli sale pisang dan keripik bayam. Sale pisangnya enak dan tidak keras seperti sale-sale pisang yang pernah saya beli di daerah lain, trus keripik bayamnya juga renyah. Kebetulan juga di sana ada penjual kaus khas Bandung, saya beli lima buah buat keponakan-keponakan. Di Pasar Baru Bandung, yang paling antusias tentu saja adalah para ibu-ibu. Saya sendiri hanya membeli tas buat Ndut. Walaupun barang yang dibeli hanya satu tapi perjuangannya sesuatu bangett deh. Ndut mintanya warna biru, modelnya terserah saya. Fiiuh, ternyata tas warna biru itu jarang banget pemirsa, dari sepuluh toko yang saya datangi, hanya ada dua toko yang punya tas warna biru. Sempat bingung juga milih modelnya, untung ada Dokter Gita dan para perawat dari Poliklinik yang ikut memberikan referensi. Alhamdulillah Ndut menyukai tas tersebut, perjuangan saya nggak sia-sia deh.

Selain rekreasi, saya juga berencana untuk kopdar dengan MPers Bandung yaitu Ria Irwanty dan Cepi Komara atau biasa dipanggil Ceko. Sayang dua-duanya gagal karena sebab yang berbeda. Kalau Ria nggak jadi kopdar karena dia mendadak sakit sedangkan sama Ceko nggak jadi kopdar karena hape saya lobet trus mati sehingga nggak bisa menghubungi dia lagi. Dasar emang itu baterai baru abal-abal, padahal di hotel udah full eh pas nyampe di Pasar Baru Bandung malah berkurang drastis. Ya udah nggak apa-apa, mungkin emang belum jodoh buat kopdaran. Semoga di kesempatan lain kami bisa kopdar.

Pukul dua siang rombongan kami berangkat menuju Jakarta. Selamat tinggal Bumi Parahiyangan, senang rasanya bisa mengunjungimu untuk kedua kalinya. Ada yang bilang kalau kota Malang itu Bandungnya Jawa Timur, ada benarnya juga karena memang ada persamaan antara kedua kota tersebut, sama-sama berhawa dingin. Semoga di lain waktu saya diberi kesempatan untuk mengunjungi Bandung lagi.

Untuk cerita wisata di Jakarta di blog selanjutnya yaa.

Kalau mau lihat foto yang lebih lengkap di sini aja.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

50 responses »

  1. ivoniezahra berkata:

    Sementara istri di Mlang di….keluarga ๐Ÿ˜›

  2. katerinas berkata:

    Jadi cowboy ya Wan :DSerunya rame-rame…

  3. ayanapunya berkata:

    Jd ingat dulu waktu abah sekolah di bandung. tiap kali pulang pasti lwt sby dan Naik kereta

  4. tintin1868 berkata:

    ga ada fotofoto makanan di kampung daun? itu resto fav loh.. iya dingin banget.. kalu ke bandung pasti kesana.. emang jauh lah dari hotel.. :Dtetep penasaran sama pasar barunya bandung..

  5. tintin1868 berkata:

    itu gegara trans studio, jadi macet lagi deh bandung..

  6. ekape berkata:

    asyiknya jalan-jalan ๐Ÿ˜€

  7. mayamulyadi berkata:

    wahahahaha… mas, nanti kalo ke bandung lagi sama istri, aku kasih tau tempat makan enaaakkkkk bin muraaahhhhhh….errrr… kata ibu saya sih, kalo mabok darat, coba tempelin koyo di puser. ini sih kata beliau, soalnya saya belom pernah nyoba ๐Ÿ˜€

  8. asasayang berkata:

    hehe. . Aq kaget lho pas di sms itu. . Aq taunya juga dari ibuk mertua. . Kalo di jogja paling pol ya ant*m*

  9. darnia berkata:

    waaaakkh….sebentar doang ke TransStudionya?? Puas gak tapi?eman-eman tiketnya kalo cuma sebentar kan?? huhuhuhuhdi Bandung paling berkesan apanya, Mas’e?

  10. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Sementara istri di Mlang di….keluarga ๐Ÿ˜›

    istri yang baik, saat suami pergi menjaga rumah ๐Ÿ™‚

  11. rengganiez berkata:

    naik kuda itu ternyata menakutkan hahahaha…

  12. anotherorion berkata:

    wah mantep deh mayan represing

  13. ikhwatiislam berkata:

    muantebbss, dah,,,,liburaan..huehue

  14. wprazh berkata:

    wah kl naik kereta turun di kiara condong lebih dekat ke trans studio Wanbtw kenapa naiknya di sby? cuma emang sih kl naik dari malang kebih lama krn lewat jalur selatan

  15. nawhi berkata:

    katerinas said: Jadi cowboy ya Wan ๐Ÿ˜€

    cowboy tapi bukan playboy ๐Ÿ˜€ *pencitraan he3*

  16. nawhi berkata:

    ayanapunya said: Jd ingat dulu waktu abah sekolah di bandung. tiap kali pulang pasti lwt sby dan Naik kereta

    oh Yana ikutan juga gitu.jalurnya kereta api emang kadang malah nambah jauh perjalanan, kayak pas pulang kemarin, jalurnya dari kertosono lewat kediri-blitar-kepanjen dulu sehingga waktunya lebih lama.

  17. nawhi berkata:

    tintin1868 said: ga ada fotofoto makanan di kampung daun? itu resto fav loh.. iya dingin banget.. kalu ke bandung pasti kesana.. emang jauh lah dari hotel.. :Dtetep penasaran sama pasar barunya bandung..

    saya lagi ga bawa camdig, itu foto pake hape. padahal di kotanya kan banyak tempat makan yang asik.ahahaha emang bener namanya pasar baru kok Mbak.

  18. nawhi berkata:

    tintin1868 said: itu gegara trans studio, jadi macet lagi deh bandung..

    parkirnya juga kurang praktis kalo kata guidenya, mau keluar aja lamaa.

  19. nawhi berkata:

    ekape said: asyiknya jalan-jalan ๐Ÿ˜€

    Alhamdulillah dikasih kesempatan Mbak.

  20. nawhi berkata:

    mayamulyadi said: wahahahaha… mas, nanti kalo ke bandung lagi sama istri, aku kasih tau tempat makan enaaakkkkk bin muraaahhhhhh….errrr… kata ibu saya sih, kalo mabok darat, coba tempelin koyo di puser. ini sih kata beliau, soalnya saya belom pernah nyoba ๐Ÿ˜€

    Mbak Maya tinggal di Bandung? iya deh, doain kami ada rejeki lebih buat ke sana lagi.nggak mempan saya Mbak pake cara itu, maboknya udah kebal ๐Ÿ˜€

  21. ayanapunya berkata:

    nawhi said: oh Yana ikutan juga gitu.jalurnya kereta api emang kadang malah nambah jauh perjalanan, kayak pas pulang kemarin, jalurnya dari kertosono lewat kediri-blitar-kepanjen dulu sehingga waktunya lebih lama.

    iya, sempat ikut 2 kali. tapi aku suka naik kereta itu, pemandangannya bagus ๐Ÿ™‚

  22. wprazh berkata:

    nawhi said: parkirnya juga kurang praktis kalo kata guidenya, mau keluar aja lamaa.

    kl aku sih ga parkir tinggal jalan doang :))

  23. nawhi berkata:

    asasayang said: hehe. . Aq kaget lho pas di sms itu. . Aq taunya juga dari ibuk mertua. . Kalo di jogja paling pol ya ant*m*

    maap ya Lin, udah bikin kagets.aku juga baru tau ada obat itu.

  24. nawhi berkata:

    darnia said: waaaakkh….sebentar doang ke TransStudionya?? Puas gak tapi?eman-eman tiketnya kalo cuma sebentar kan?? huhuhuhuhdi Bandung paling berkesan apanya, Mas’e?

    dari habis dhuhur mpe jam lima’an.cukup puas lah meski ga semua wahana bisa kucoba.uhmm apa yaaa? *garuk-garuk pala*

  25. nawhi berkata:

    darnia said: di Bandung paling berkesan apanya, Mas’e?

    ntar aku rencananya mau nulis hal-hal yang memorable selama wisata bandung-jakarta.

  26. nawhi berkata:

    rengganiez said: naik kuda itu ternyata menakutkan hahahaha…

    iya Mbak, saya takut kudanya mendadak lari atau nendang2 gitu.

  27. nawhi berkata:

    anotherorion said: wah mantep deh mayan represing

    iya Yo, ada juga yang tujuan Jogya tapi untuk bagian lain.

  28. nawhi berkata:

    ikhwatiislam said: muantebbss, dah,,,,liburaan..huehue

    Alhamdulillah Sul dikasih kesempatan liburan tapi sayang ga bisa ajak istri.

  29. nawhi berkata:

    wprazh said: wah kl naik kereta turun di kiara condong lebih dekat ke trans studio Wanbtw kenapa naiknya di sby? cuma emang sih kl naik dari malang kebih lama krn lewat jalur selatan

    kan tujuan awalnya ke sari ater dulu Mas.ga tau, nurut aja sama travelnya. mungkin itu juga alasannya.

  30. nawhi berkata:

    ayanapunya said: tapi aku suka naik kereta itu, pemandangannya bagus ๐Ÿ™‚

    iya benerrr, apalagi kalau lewat pegunungan gitu, baguss deh view-nya.

  31. nawhi berkata:

    wprazh said: kl aku sih ga parkir tinggal jalan doang :))

    ada kerabat yang rumahnya deket trans Mas?

  32. wprazh berkata:

    nawhi said: ada kerabat yang rumahnya deket trans Mas?

    ada Wan, cuman 500m dari trans studio

  33. museliem berkata:

    Si mbak2 You-Know-Who itu ada ga?

  34. nawhi berkata:

    museliem said: Si mbak2 You-Know-Who itu ada ga?

    ahahaha nanti ada ceritanya sendiri yak, sabar aja Mus.

  35. ibuseno berkata:

    Horee.. Ihwan naik kuda, kayak koboyiiii .. seru ya jalan2nya

  36. nawhi berkata:

    ibuseno said: Horee.. Ihwan naik kuda, kayak koboyiiii .. seru ya jalan2nya

    Teh Icho udah pernah lum naik kuda?iya, jadi pengin lagi he3

  37. itsmearni berkata:

    wah kurang pistolnya aja tuhudah deh jadi koboi beneran hahaha

  38. fendikristin berkata:

    seru banget jalan2nya Mas Ihwan…tapi saya ngos2an kayaknya banyak tempat didatangi waktu cuma sedikit :p

  39. nawhi berkata:

    itsmearni said: wah kurang pistolnya aja tuhudah deh jadi koboi beneran hahaha

    *embat pistol mainannya Prema*ayo serahin semua harta karunnya ๐Ÿ˜€

  40. nawhi berkata:

    fendikristin said: seru banget jalan2nya Mas Ihwan…tapi saya ngos2an kayaknya banyak tempat didatangi waktu cuma sedikit :p

    iya Mbak seru jadi pengin lagi.berhubung tinggal modal badan aja jadi dinikmatin aja Mbak.

  41. lafatah berkata:

    mas, tiket 200 ribu masuk TransStudio itu udah bisa coba semua wahana kan??? mahal juga yak. hehehe…

  42. nawhi berkata:

    lafatah said: mas, tiket 200 ribu masuk TransStudio itu udah bisa coba semua wahana kan??? mahal juga yak. hehehe…

    Iya Tah, tinggal antri aja kok. ya gitu deh he3

  43. ibuseno berkata:

    nawhi said: Teh Icho udah pernah lum naik kuda?iya, jadi pengin lagi he3

    Pernah waktu di kebun teh gunung mas, ngeri2 gitu lah..

  44. thebimz berkata:

    mahal juga Trans Studio itu ya.

  45. dieend18 berkata:

    Gak beli bollen kartikasari wan?*ngebayangin makan bollen sambil minum teh anget pas ujan2 gini… Hmmm..

  46. nawhi berkata:

    thebimz said: mahal juga Trans Studio itu ya.

    iya, tapi ga apa-apalah, dibayarin juga ahahahaha.

  47. nawhi berkata:

    dieend18 said: Gak beli bollen kartikasari wan?*ngebayangin makan bollen sambil minum teh anget pas ujan2 gini… Hmmm..

    Nggak Dee, yang kayak gimana tuh?

  48. dieend18 berkata:

    Kue yg dalemnya pisang wan, biasanya ada yg rasa coklat, keju, duren… Enak bgt…

  49. thebimz berkata:

    nawhi said: iya, tapi ga apa-apalah, dibayarin juga ahahahaha.

    kalo bayar sendiri aku juga males

  50. sahabatry berkata:

    Sayang banget kita gak bisa ketemuan, padahal pengen banget mumpung di Bandung. Minta maaf banget ya mas, sakitnya gak bisa ditolerir sih ๐Ÿ˜ฆ Efek emplunya masih sampai skarang….hiks..hiks…Jalan2nya komplit ya. Gak kbayang ke Kampung Daun, tempatnya sih enak tapi dinginnya gak nahan….hehehhhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s