Setelah kemarin saya bercerita tentang acara pelesir ke Bumi Parahiyangan, maka sekarang akan saya lanjutkan ke tujuan selanjutnya yaitu ke Jekarda. *aksensokbule*

Setelah selesai berbelanja di Pasar Baru Bandung, rombongan segera mencari masjid terdekat guna melaksanakan sholat Jumat. Adapun para ibu-ibu di-drop di Rumah Mode, sebuah FO yang cukup terkenal di Bandung. Setelah sholat jumat, saya dan karyawan pria lainnya berjalan menuju Rumah Makan Sederhana untuk makan siang. Awalnya kami mengira letaknya berdekatan dengan masjid namun setelah berjalan hampir lima belas menit tak juga menemukan restoran yang dimaksud kami lalu bertanya kepada anak-anak SMP yang sedang menunggu angkot di tepi jalan. Ternyata jaraknya tuh lumayan jauh, beberapa karyawan malah lebih memilih naik angkot ketimbang harus berjalan jauh ke restoran.

Rasa capek dan lapar membuat kami bersemangat menyantap hidangan yang disajikan di Rumah Makan Sederhana, apalagi rasa masakan padangnya cukup enak. Setelah makan siang kelar, kami semua melihat-lihat ke luar dimana sudah ada beberapa penjual berbagai macam oleh-oleh. Ada penjual kaus, tas berbentuk sepatu, dompet dan sabuk serta masih banyak lagi lainnya. Saya sendiri membeli sepasang sendal biru untuk Ibu yang sebelum saya berangkat sudah request barang tersebut, lalu foto hasil bidikan fotografer dadakan di pemandian Sari Ater.

Pukul tiga sore kami meninggalkan Bandung menuju Jakarta. Perjalanan ke ibu kota negara ini memakan waktu kurang lebih tiga jam melalui jalan tol Cipularang. Ada kekaguman ketika melihat mobil-mobil yang begitu cepat dan lincah bersliweran di jalan tol, mencari celah di antara kendaraan besar lainnya, kami seperti melihat balap mobil saja. Kami sempat berhenti di KM 49 untuk istirahat dan sholat Ashar. Di sana saya sempat melihat outlet es krim Baskin Robins yang mengingatkan saya pada Ardi (Ardhe), salah satu MPers Jakarta.

Memasuki kota Jakarta, lalu lintas semakin padat dan di setiap perempatan pasti ada saja kemacetan. Orang-orang di bus pada berkomentar tentang kemacetan di Jakarta, wong jalannya udah pada lebar-lebar dan sampai dibuatin jalan tol bertingkat tetap saja macet. Ada kekaguman di hati saya melihat hingar-bingar ibu kota, gedung-gedung bertingkat yang tinggi menjulang, kesibukan penduduknya yang seperti tak ada hentinya. Bus yang saya naiki termasuk lelet jalannya, ketika kami sampai di rumah makan Padang rombongan tiga bus yang lain sudah pada selesai makan dan bersiap-siap ke hotel di kawasan Mangga Dua.

Begitu sampai di hotel saya segera mencharge hape yang sudah mati sejak dari Pasar Baru Bandung, selain mengabari istri saya juga member tahu Mbak Tin dan Bimo yang sudah menyanggupi untuk kopdar. Rencana awal mau kopdaran di Mangga Dua tapi karena saya sendiri belum tahu besok mau belanja di Mangga Dua yang mana akhirnya disepakati kopdar di hotel tempat saya menginap. Tidak seperti di hotel di Bandung yang ac-nya nggak bisa dimatikan, di hotel Amaris ini ac-nya bisa dimatikan sehingga kami nggak sampai kedinginan di dalam kamar seperti saat di Bandung. Namun karena kelelahan, fisik saya ngedrop yang mengakibatkan saya agak demam pada malam harinya.

Selesai sarapan saya dan teman-teman balik lagi ke kamar karena kami baru akan chek-out jam sembilan jadi masih ada waktu buat packing dan santai-santai di kamar. Eh baru saja menutup pintu kamar, mendadak ada sms dari Mbak Tintin yang ngasih tahu kalau dia udah ada di loby bawah. Langsung deh saya keluar kamar dan menuju lift. Ada perasaan senang campur deg-degan juga ketika berada di dalam lift. Setelah sekian lama hanya bisa bersua di dunia maya kini akhirnya bisa ketemu juga di dunia nyata. Bukan hanya sama Mbak Tintin sih, dengan MPers lainnya juga biasanya gitu.

Begitu keluar dari lift saya langsung belok ke kiri. Dan begitu memasuki loby saya langsung mengenali sosok wanita yang sedang duduk di salah satu sofa yang ada di situ. Langsung deh saya menyalaminya. Senyumnya yang khas membuat saya tak ragu lagi kalau wanita yang ada di depan saya saat ini adalah Mbak Tintin. Sepertinya halnya di MP, Mbak Tintin di dunia nyata juga ramah dan baik hati.

Mbak Tintin yang selama ini terkenal dengan ketrampilannya membuat berbagai macam kerajinan dari barang-barang bekas memberikan kado buat saya dan Ivon berupa scrapbook yang di dalamnya ada dua foto pernikahan kami dengan berbagai macam hiasan gitu, so sweet banget deh pokoknya. Tak hanya itu, Mbak Tin juga membawakan saya kue Oatmeal Cookies buatanya sendiri juga. Whuaa saya jadi terharu sekaligus malu. Terharu dengan kebaikan Mbak Tintin pada kami berdua.


Kebetulan saat itu saya juga lagi sms-an sama Ivon yang lagi antri nyucikan motor di Malang sana. Saya lalu menelponnya dan setelah dia mengangkatnya saya langsung memberikan hape saya kepada Mbak Tintin. Saya ingin member dia surprise, hitung-hitung nyipratin keseruan kopdar lah. Dan jadilah Mbak Tin kopdar via udara dengan Ivon, meskipun nggak pakai video tetep seru aja melihat mereka berdua berbicara di telepon.



Pukul setengah sembilan beberapa karyawan UB sudah nampak turun ke loby, sebagian ikut duduk-duduk di sofa seperti saya dan Mbak Tin. Salah satu dari mereka sesekali memperhatikan kami yang sedang asyik ngobrol, mungkin dia heran melihat keakraban kami berdua. Ya itulah hebatnya MP yang mampu mengakrabkan semua orang dari segala jenis usia dan latar belakang pendidikan dan profesi. Belakangan saya tahu, ternyata salah satu teman saya ada yang mengira kalau Mbak Tintin itu bulek saya hihihi. Emang ada kemiripan ya antara saya dan Mbak Tintin?

Agar saat chek-out nggak terburu-buru saya lalu pamitan sebentar untuk mengambil tas-tas saya di kamar. Eh pas lagi di toilet kamar ada telepon masuk dari nomer yang tidak dikenal. Ternyata dari Bimo. Dia ngabarin kalau udah di loby hotel dan melihat Mbak Tintin tapi dia ragu mau nyapa karena takut salah orang wekekeke. Saya kasih bocoran ya, meskipun sama-sama tinggal di Bekasi ternyata Mbak Tintin dan Bimo belum pernah ketemu sama sekali lhoo. Waduh saya sendiri antara kaget dengernya, apakah ini salah satu fenomena tinggal di ibukota? Tapi saya ambil segi positifnya aja, berarti saya udah dipilih sama Allah untuk mempertemukan mereka berdua. Kepedean banget sih lo Wan :))

Ketika saya nyampe lagi di loby, saya langsung mengenali sosok pemuda berkacamata yang duduk di sebelah Mbak Tintin. Ya dialah The Bimz a.k.a Bimo Pribadi yang selama ini sering komen-komen gokil di MP saya. Bimo di dunia nyata terlihat muda dari foto-fotonya yang selama ini saya lihat di MP. Entah cameranya yang salah atau jangan-jangan Bimo sengaja mengedit fotonya menjadi lebih tua biar disegani oleh anak-anak MP, saya tidak tahu. Biar nanti Bimo sendiri yang menjawabnya hihihi


Kami bertiga lalu mengobrol lagi, tentu saja lebih rame dan seru. Banyak deh yang diobrolin, mulai dari MP, tujuan wisata saya selanjutnya, tentang pekerjaan masing-masing hingga soal Bimo yang masih ngebet pengin dikenalin sama Raisha. Kebetulan Mbak Tintin tantenya penyanyi pendatang baru tersebut. Duh kok nggak diajak kopdar sekalian sih Mbak he he he. Tentu saja kopda
r tak sah rasanya tanpa berfoto narsis, untung ada Mbak-Mbak baik hati yang mau dimintai tolong untuk memotret kami bertiga. Dan inilah penampakan Tiga Mpers di loby hotel Amaris, Mangga Dua Square.

Terlihat seperti keluarga bahagia ya, yang tengah itu anaknya yang ganteng he3 *dikeplak Bimo*

Pukul sembilan, hampir semua karyawan UB sudah pada turun dan masuk di bus masing-masing. Sayang sekali kopdar yang hangat dan penuh keakraban itu harus diakhiri. Makasih kepada Mbak Tintin dan Bimo yang sudah menyempatkan waktu untuk menemui saya di hotel. Apalagi dengan kondisi lalin Jakarta yang supermacet itu, pasti butuh perjuangan untuk tiba di hotel. Semoga lain kali kita bisa kopdaran lagi, saya tunggu kehadiran Mbak Tintin dan Bimo di Malang ya. Yang lain juga.

Dari hotel kami dibawa tour leader kami ke Mall Mangga Dua, yang mana menjad tujuan favorit para ibu. Saya sendiri masih ada barang-barang yang harus dibeli. Awalnya sih sempat nggak pede dan agak keder gitu ketika melihat betapa ramai dan riuhnya suasana di dalam Mangga Dua sehingga saya lebih memilih belanja ramai-ramai. Lalu setelah beberapa saat baru deh saya berani untuk belanja hanya berdua saja bersama sahabat saya, Budi. Modal saya selain uang tentunya adalah keberanian untuk menawar. Dan Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan dompet wanita yang cukup bagus dengan harga agak miring dan kaus-kaus khas Jakarta.

Selesai belanja di Mall Mangga Dua, kami dibawa ke Ancol untuk makan siang dan bermain di sana, udah kayak anak SD aja yak. Harusnya pihak travel menyesuaikan dengan umur para peserta wisata ini, wong mayoritas sudah dewasa dan berumur alangkah lebih cocok jika dibawa ke tempat-tempat yang lebih dewasa dikit gitu, entah ke Museum Jakarta atau Kota Tua.

Pukul tiga kami sudah sampai di Stasiun Gambir untuk pulang kembali kota Malang tercinta. Jadwal kereta agak molor, yaa sekitar setengah jam. Untung deh nggak sampai berjam-jam apalagi sampai harus tidur di stasiun.


Kami berangkat dari Jakarta pukul setengah enam malam menggunakan kereta api Gajayana kelas Eksekutif. Kondisi badan saya ngedrop lagi ketika sudah berada di dalam kereta, kecapekan dan hawa ac menjadi penyebabnya. Kepala saya sedikit pusing gitu jadinya. Untung ada teman yang baik hati memberi saya roti untuk mengisi perut supaya bisa segera minum obat, sedangkan makan malam masih akan diberikan pukul setengah tujuh. Setelah makan saya segera minum obat sakit kepala, Alhamdulillah saya bisa tidur dan ketika bangun sudah tidak terasa lagi pusingnya.

Perjalanan pulang ini tentu saja lebih lama, apalagi kereta yang kami naiki harus melewati jalur selatan dimana untuk menuju Malang harus melewati stasiun Kediri, Blitar, Wlingi dan Kepanjen terlebih dahulu. Tapi nggak apa-apa, kalau nggak gitu saya nggak bakal bisa melihat stasiun-stasiun kecil yang ada di sepanjang jalur selatan itu. Apalagi ketika kereta melewati kota Blitar, Wlingi dan desa Popoh, rasanya seperti melewati kampung halaman secara saya emang tiap dua minggu sekali pasti pulang ke Popoh. Pukul sepuluh pagi kami akhirnya sampai di Stasiun Kota Baru, Malang.

Begitu turun dari kereta saya langsung disambut senyum manis istri tercinta. Ndut langsung mencium tangan saya trus ikut membawakan barang bawaan saya yang awalnya hanya satu tapi pulang-pulang udah beranak dua tersebut. Rasanya lega sekali bisa balik lagi ke kota kelahiran saya, semoga nanti ada kesempatan lagi untuk melancong ke kota-kota lain. Menikmati keindahan bumi Indonesia dan bertemu dengan teman-teman yang selama ini hanya bisa bersua di dunia maya, aamiin.

Untuk foto2 lengkapnya silahkan klik dimariih.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

58 responses »

  1. bambangpriantono berkata:

    E alah The Bimz iku koyok ngene tho wonge,…*mlipir*

  2. nanazh berkata:

    dah lama tak kopdar lagi huhuhu

  3. tintin1868 berkata:

    horeeee senang bisa ketemu.. waktu dikau bilang mo ketemu bimo juga, ku jadi double senang deh.. soalnya samasama tinggal di bekasi kog ga pernah ketemu.. lucu.. malah di madu ketemunya..

  4. tintin1868 berkata:

    padahal itu belom mandi loh.. 😀

  5. itsmearni berkata:

    wah asiknya yang kopdaranmaaf banget, Wan kita gak bisa kopdaranpas Sabtu itu ada kondangan di Depok 😦

  6. itsmearni berkata:

    kadonya mbak Tintin kereeeeeeennnn

  7. ivoniezahra berkata:

    Aku lahir di Jakarta n tinggal di Malang, malah hubby yg jth cinta ma Jakarta 😀

  8. nawhi berkata:

    bambangpriantono said: Pertamax sik ah

    absent 😀

  9. nawhi berkata:

    bambangpriantono said: E alah The Bimz iku koyok ngene tho wonge,…*mlipir*

    keturunan Solo lho sam, masih darah biru.*sudetin Bimo *eh*

  10. nawhi berkata:

    nanazh said: dah lama tak kopdar lagi huhuhu

    nah habis ini kan ada cara kopdar akbar ultah MP Nas, datang gih,.

  11. nawhi berkata:

    tintin1868 said: horeeee senang bisa ketemu.. waktu dikau bilang mo ketemu bimo juga, ku jadi double senang deh.. soalnya samasama tinggal di bekasi kog ga pernah ketemu.. lucu.. malah di madu ketemunya..

    sama saya juga senang Mbak, hihihi jadi lain kali janjian di tempat mana gitu Mbak.

  12. nawhi berkata:

    tintin1868 said: padahal itu belom mandi loh.. 😀

    eaaaa :Dtapi ga keliatan kok Mbak hi3

  13. nawhi berkata:

    itsmearni said: maaf banget, Wan kita gak bisa kopdaranpas Sabtu itu ada kondangan di Depok 😦

    iya sangat banget :(padahal kan saya ingin sekalian menimba ilmu langsung pada sang Ratu Narsis buat bekal kalo ntar ada lomba MPers lagi :))

  14. nawhi berkata:

    itsmearni said: kadonya mbak Tintin kereeeeeeennnn

    iyaa, baguusss n so sweeetttt.

  15. nawhi berkata:

    ivoniezahra said: Aku lahir di Jakarta n tinggal di Malang, malah hubby yg jth cinta ma Jakarta 😀

    jatuh cinta buat dipake liburan kalo cari nafkah n hidup di Malang aja Dek.

  16. nawhi berkata:

    siantiek said: :S

    huhuhuhuhu syang kita ga bisa kopdar, Mbak sih bertapa aja kemarin.

  17. anchaanwar berkata:

    Sorry, ga bisa ikut join!Semoga lain kali masih ada kesempatan 🙂

  18. nawhi berkata:

    anchaanwar said: Sorry, ga bisa ikut join!Semoga lain kali masih ada kesempatan 🙂

    its okey bro. aamiin, ditunggu di Malang yaa.

  19. dieend18 berkata:

    Kopdar ama Tia AFI 😀

  20. nawhi berkata:

    dieend18 said: Kopdar ama Tia AFI 😀

    eh iya ya, Mbak Tin kan katanya pernah disangka Tia AFI.

  21. tintin1868 berkata:

    dieend18 said: Kopdar ama Tia AFI 😀

    hahaha masih ada yang ingat juga..

  22. tintin1868 berkata:

    itsmearni said: kadonya mbak Tintin kereeeeeeennnn

    arni juga dapet sepaket sama buku1.. ntar sekalian kopdar akbar ya..

  23. tintin1868 berkata:

    nawhi said: sama saya juga senang Mbak, hihihi jadi lain kali janjian di tempat mana gitu Mbak.

    kalu lagi jalanjalan ribet deh.. di mangga dua juga belanja toh?

  24. moestoain berkata:

    Ternyata Bimo itu tak segemuk HSnya hehehe

  25. darnia berkata:

    huweee…..maap yaaa..gak bisa ke sanaaaa T^T

  26. museliem berkata:

    Maaph yah ga bisa kopdaran….

  27. nawhi berkata:

    tintin1868 said: kalu lagi jalanjalan ribet deh.. di mangga dua juga belanja toh?

    iya Mbak, kan belum beli kaus jekarda 😀

  28. nawhi berkata:

    moestoain said: Ternyata Bimo itu tak segemuk HSnya hehehe

    iya, sebelas dua belas sama aku.

  29. nawhi berkata:

    darnia said: huweee…..maap yaaa..gak bisa ke sanaaaa T^T

    iyo Dan ga opo-opo, memaklumi 🙂

  30. srisariningdiyah berkata:

    nawhi said: melihat mobil-mobil yang begitu cepat dan lincah bersliweran di jalan tol, mencari celah di antara kendaraan besar lainnya, kami seperti melihat balap mobil saja.

    lucu juga… dulu waktu kecil aku sampe punya cita2 bakal jadi pembalap yang mahir melambung2 bawa mobil nyelip sana-sini, gara2 liat crowded di tol jagorawi, jalan tol paling bagus se indonesia sejak jaman dulu… sekarang setelah melalui masa2 itu, sempet ikut balapan mobil beneran, berkali2 mecahin rekor sendiri dalam melintasi jarak jakarta-bandung atau jakarta-mana gitu, serta udah mahir melambung2 di tol… malah turun gairahnya setelah punya keluarga hehe… yang ada di otak, bagaimana cara supaya sampe rumah dengan selamat ketemu keluarga kecil sendiri…

  31. nawhi berkata:

    museliem said: Maaph yah ga bisa kopdaran….

    ga apa-apa Mus, walau sayang sih, pengin tahu sebarapa silet dirimu hi3

  32. srisariningdiyah berkata:

    jadi di ancol main apa aja?pasir?hahahaha

  33. nawhi berkata:

    srisariningdiyah said: sekarang setelah melalui masa2 itu, sempet ikut balapan mobil beneran, berkali2 mecahin rekor sendiri dalam melintasi jarak jakarta-bandung atau jakarta-mana gitu, serta udah mahir melambung2 di tol… malah turun gairahnya setelah punya keluarga hehe… yang ada di otak, bagaimana cara supaya sampe rumah dengan selamat ketemu keluarga kecil sendiri…

    saya ga bisa bayangin kalo harus ngemudikan mobil di jalan tol yang sliwar-sliwer itu, berasa valentino rossi kali yak.sama Mbak, sekarang yang penting selamat ga perlu terburu-buru di jalan.

  34. nawhi berkata:

    srisariningdiyah said: jadi di ancol main apa aja?pasir?hahahaha

    maina air di masjid :Dcuma nampang aja di sea world, itupun ga masuk cos waktunya ga cukup n sayang duitnya untuk bayar masuk hi3

  35. thebimz berkata:

    bambangpriantono said: E alah The Bimz iku koyok ngene tho wonge,…*mlipir*

    emangnya kayak gimana mas hahaha

  36. thebimz berkata:

    nawhi said: keturunan Solo lho sam, masih darah biru.*sudetin Bimo *eh*

    kiyut dan manis yah 😀

  37. thebimz berkata:

    tintin1868 said: horeeee senang bisa ketemu.. waktu dikau bilang mo ketemu bimo juga, ku jadi double senang deh.. soalnya samasama tinggal di bekasi kog ga pernah ketemu.. lucu.. malah di madu ketemunya..

    jangan lupa mba kalo ke bekasi bilang yah, nanti aku samper di kemprat…

  38. thebimz berkata:

    anchaanwar said: Sorry, ga bisa ikut join!Semoga lain kali masih ada kesempatan 🙂

    wan kalo ketemu sama yang ini kamu harus syukuran 7 hari 7 malam 😀

  39. thebimz berkata:

    moestoain said: Ternyata Bimo itu tak segemuk HSnya hehehe

    hehe, emang HS ku gemuk yah om? 😀

  40. thebimz berkata:

    nawhi said: iya, sebelas dua belas sama aku.

    kamu kecil ya Wan, kupikir mah besar.

  41. nawhi berkata:

    thebimz said: kiyut dan manis yah 😀

    nyesel banget gue nulis ini tadi.

  42. nawhi berkata:

    thebimz said: wan kalo ketemu sama yang ini kamu harus syukuran 7 hari 7 malam 😀

    iya, pake nanggapin dandutan ya Bim hi3

  43. nawhi berkata:

    thebimz said: kamu kecil ya Wan, kupikir mah besar.

    wekekekeke terimakasih atas imajinasimu tentangku Bim.

  44. fickleboon berkata:

    Ihwan dan Bimo tampak mirip yaaaa

  45. bambangpriantono berkata:

    nawhi said: keturunan Solo lho sam, masih darah biru.*sudetin Bimo *eh*

    Berarti darah mangsi yoo..wkwkwkwkwkkk

  46. ibuseno berkata:

    waah.. seneng ya bisa ketemu Mbak Tintin Akhirnya, Mbak Tintin ini hangat kan wan orangnya, aku baru ketemu sekali aja langsung terasa akrab.. sayang sekali aku gak bisa ikutan ya Wan, lain kali semoga kita bisa ketemu ya

  47. myshant berkata:

    Ihwan tangan kiri peluk pundak Bimo, tangan kanan peluk pundak mb Tintin ? 😀

  48. nawhi berkata:

    fickleboon said: Ihwan dan Bimo tampak mirip yaaaa

    masa sih? tapi masih cakepan aku kan? xixixixi

  49. nawhi berkata:

    ibuseno said: Mbak Tintin ini hangat kan wan orangnya, aku baru ketemu sekali aja langsung terasa akrab.. sayang sekali aku gak bisa ikutan ya Wan, lain kali semoga kita bisa ketemu ya

    iya Teh hangat dan ramah, setelah kopdar jadi terasa makin dekat aja.iya, lagi ada acara sama keluarga ya Teh?

  50. nawhi berkata:

    myshant said: Ihwan tangan kiri peluk pundak Bimo, tangan kanan peluk pundak mb Tintin ? 😀

    Mbak Shanti pertanyaannya ada-ada aja, maunya sih merangkul juga tapi sungkan 😀

  51. thebimz berkata:

    bambangpriantono said: Berarti darah mangsi yoo..wkwkwkwkwkkk

    gapapa, asal bukan darah hitam. ayam cemani dong haha

  52. thebimz berkata:

    nawhi said: iya, pake nanggapin dandutan ya Bim hi3

    nasi kuning jangan lupa.. tumpengan 😀

  53. thebimz berkata:

    nawhi said: wekekekeke terimakasih atas imajinasimu tentangku Bim.

    taunya, ciliiiiikkkk.. hahaha

  54. thebimz berkata:

    nawhi said: masa sih? tapi masih cakepan aku kan? xixixixi

    echan, kalo kamu menyetujui pendapat diatas, maka sebaiknya kamu periksa mata, mungkin minusmu nambah 🙂

  55. thebimz berkata:

    nawhi said: Mbak Shanti pertanyaannya ada-ada aja, maunya sih merangkul juga tapi sungkan 😀

    kamu megang tanganku ga sungkan -___-

  56. sahabatry berkata:

    Asiiiknya bisa kopdar plus jalan2 …Acaranya padat banget ya mas 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s