Tadi malam seperti biasa begitu Adzan Maghrib terdengar saya segera berbuka dengan hidangan pembuka yang manis, seperti es buah atau es cincau hitam. Ndut meski tidak berpuasa malam itu ikut nemenin saya berbuka. Ndut yang biasanya nyuruh saya sholat dulu setelah menyantap es buah, tadi malam malah makan mie yang kami beli sore harinya, membuat saya jadi kepengin makan juga. Pas saya ambil piring di dapur, saya mendengar Ibu sedang bercakap-cakap dengan kakak ipar di ruang tamu.

Tak lama, Mbak sekeluarga pergi keluar. Saya lalu ke ruang tamu nanya ke Ibu, katanya mereka mau cari baju baru untuk Bella, ponakan saya. Tak lupa saya nanyain Ibu sudah makan malam apa belum, beliau jawab sudah. Saya lalu balik lagi ke ruang tamu sebelah utara. Biar nggak bingung, rumah saya terdiri dari dua bagian, bagian selatan merupakan rumah utama sedangkan bagian utara merupakan tambahan berupa satu kamar dan ruang tamu kecil. Nah sejak sebulanan ini saya dan Ndut tinggal di sebelah utara.

Selepas berbuka kami berdua sempat bercanda-canda, lalu saya membawa piring-piring ke dapur sekalian mau sholat Maghrib. Tapi ketika baru sampai di depan dapur, saya mendengar suara rintihan Ibu memanggil-manggil nama saya. Seketika itu tubuh saya meremang rasanya, dengan panik saya letakkan piring lalu setengah berlari menuju ruang tamu.

Betapa terkejutnya saya ketika melihat Ibu sudah terlentang di lantai, reflex saya menghidupkan lampu ruang tamu yang masih mati. Ibu memang lebih suka mematikan lampu jika sedang duduk di ruang tamu.
Saya lalu segera meraih tangan Ibu dan berusaha membangunkannya. Makin terkejut ketika melihat kondisi tangan kanan Ibu yang lemas dan kaki kanannya yang kaku, padahal selama ini kondisinya sudah pulih sejak terkena stroke Desember tahun lalu.

“Sampeyan kenapa, kok bisa jadi gini?” tanya saya.
“Maeng (tadi)…tanganku kaku…” jawab Ibu terbata-bata dengan suaranya yang tergetar. Raut wajah Ibu yang nampak merah dan kaku, mengingatkan saya akan kondisi Ibu ketika kena stroke pertama kali dulu. Saya mencoba melihat bagian belakang kepala Ibu, ada benjolan sebesar kelereng besar di situ. Rasanya hati saya mencelos melihat kondisi Ibu, padahal sebelum berbuka tadi masih segar dan ngomongnya lancar namun sekarang sudah seperti itu.

Ndut yang tadi di kamar sudah berada di ruang tamu juga, saya suruh dia segera menelpon bibi kami yang tinggal tak jauh dari rumah.
Ketika Ibu sudah mulai agak keliatan agak kuat saya angkat dan dudukkan beliau di kursi. Saya coba bertanya lagi, kejadiannya seperti apa kok Ibu bisa jatuh. Ibu masih dengan jawabannya yang sama.
“Sek kaet waras saiki kok ngeneh meneh…” ucap Ibu dengan terbata-bata dengan nada putus asa. Arti kalimat Ibu itu: baru saja sembuh kok seperti ini sekarang. Saya mencoba menggerakkan tangan dan kaki kanan Ibu, masih lemas dan kaku.
“Udah tenang….Ibu nggak apa-apa…” ucap saya berusaha menenangkan Ibu, walaupun dalam hati sebenarnya saya juga kuatir dan kalut dengan kondisinya.

Tak lama Bulek Min datang dengan raut muka panik, dia bertanya pada saya apa yang sebenarnya terjadi. Ketika saya beritahu soal kepala Ibu yang benjol, Bulek makin panic dan mengusulkan untuk membawa Ibu ke dokter saja. Ibu awalnya menolak dengan bilang kondisinya baik-baik saja, namun setelah dibujuk oleh Bulek akhirnya mau. Saya segera menelpon taksi, tak lupa juga saya menghubungi ketiga kakak saya. Untunglah taksi yang saya telpon datang cepat, setelah menitipkan kunci rumah pada tetangga kami bergegas berangkat menuju tempat praktek Dokter Wahyudi yang ada di kawasan Dieng Plaza.

Sepanjang perjalanan, pikiran saya kembali menerawang ke kejadian Desember yang lalu saat saya membawa Ibu ke rumah sakit dengan naik becak. Ya Allah, kenapa sekarang terjadi lagi. Untungnya lagi, kondisi lalu lintas malam itu tidak begitu padat sehingga kami bisa dengan cepat tiba di tempat praktek.
Begitu masuk ruang pemeriksaan, saya langsung bilang apa yang telah menimpa Ibu. Dokter Wahyudi lalu menyuruh Ibu berbaring di tempat tidur. Dokter mengacungkan satu jari di depan wajah Ibu dan menanyakan berapa jumlahnya, Alhamdulillah Ibu bisa menjawab dengan benar dua pertanyaan. Itu artinya kemampuan berpikir Ibu tidak sampai terganggu. Lalu Dokter memeriksa tekanan darah Ibu, setelah itu mengetuk-ngetuk siku dan lututnya dengan palu kecil, yang terakhir menyuruh Ibu menjulurkan lidah. Ibu agak kesusahan melakukannya.
Tekanan darah Ibu naik lagi ke 170, padahal saat control terakhir kemarin sudah turun di angka 150. Dokter Wahyudi mengatakan bahwa Ibu mengalami serangan stroke yang kedua. Penyebabnya bisa dari makanan, stress atau konsumsi obat yang kurang teratur.

Belakangan ini emang ada yang aneh dengan pola konsumsi obat Ibu, ada satu obat yang lebih cepat habis dari obat lainnya. Dugaan kami sih, Ibu lupa atau emang tidak meminumnya. Jadi nyesel banget kenapa saya membiarkan hal itu. Tiap kali saya tanyain apakah sudah diminum obatnya, Ibu selalu jawab sudah. Mau mendesak ntar takutnya Ibu jadi marah. Kalau soal stress saya rasa tidak mungkin karena sore harinya kami masih sempat bercanda bahkan kami merencanakan untuk sholat Tarawih bareng di masjid belakang rumah.

Untuk lebih pasti mengetahui kondisi kepala Ibu, Dokter menyarankan untuk di CT-Scan. Kalau kondisinya oke, hanya perlu rawat jalan. Tapi kalau ada pembuluh darah yang pecah maka harus dirawat inap. Mendengar hal itu Ibu langsung menolak untuk di CT-Scan, maunya langsung pulang saja. Saya bisa memahami, Ibu pasti nggak mau dirawat berhari-hari di rumah sakit seperti waktu itu. Untunglah Bulek berhasil membujuk Ibu dan akhirnya kami berangkat ke rumah sakit RKZ.

Setelah selesai di CT-Scan, kami pun pulang ke rumah. Kondisi Ibu sudah mulai pulih seperti sedia kala, tangan dan kakinya sudah bisa digerakkan dan ngomongnya juga udah mulai lancar. Menurut perawat yang bertugas di bagian CT-Scan, kondisi otak dan tulang kepala Ibu baik-baik saja, tidak sampai terjadi pecah pembuluh darah. Kami sekeluarga bersyukur sekali mendengarnya. Untuk hasil foto CT-Scan dan diagnoasanya yang lebih akurat baru diberikan esok harinya.

***


Sekitar jam 9 malam, suster di bagian CT-Scan memberitahukan kalau hasil foto CT-Scan bisa diambil malam ini atau besok. Bulek mengajak saya untuk mengambilnya malam itu juga agar besok (hari ini) saya bisa langsung membawanya ke Dokter Wahyudi untuk menerima penjelasan lebih lanjut.

Tapi ternyata kami dapat kabar yang kurang menggembirakan dari dokter di RKZ yang memeriksa hasil CT-Scan Ibu, beliau mengatakan kalau ada penyumbatan kecil di otak kiri Ibu. Sekarang kami ini masih bertanya-tanya dan mempersiapakn diri untuk mendengar second opinion dari Dokter Wahyudi nanti sore. Kami hanya bisa berusaha lebih mendisiplinkan Ibu dalam meminum obat dan berdoa semoga kondisi Ibu bisa membaik lagi, aamiin.

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

56 responses »

  1. justwik berkata:

    Moga ibu cepet baikan…dan nanti bisa gendong cucu Enju

  2. rirhikyu berkata:

    duhhh semoga semua baik2 aja ya wan…*bantu doa*

  3. akinaspeedstar berkata:

    moga cepet sembuh dan sehat selalu ibunya…mudah2an doa di bulan Ramadhan ini diijabah oleh Allah…aamiin…

  4. dedew80 berkata:

    Duh deg2an bacanya wan, smga ibu bisa lbh disiplin minum obat wan, kudoain ibu sehat trus aamiin..

  5. ayanapunya berkata:

    moga ibunya cepat baikan ya, mas ihwan..

  6. rhehanluvly berkata:

    ya allah mas, gimana sekarang kondisinya?diingetin lho mas ibunyatanggung jawab mas mbak ivon sama ibu

  7. masfathin berkata:

    Aku jg akan memperketat pola makan ibu ntar kl udah sembuh. Semoga ibu kita sembuh sehat wal alfiat dan bisa menikmati Ramadhan ya Wan.

  8. rhehanluvly berkata:

    masfathin said: Aku jg akan memperketat pola makan ibu ntar kl udah sembuh. Semoga ibu kita sembuh sehat wal alfiat dan bisa menikmati Ramadhan ya Wan.

    aminyang sabar ya mas yayan

  9. bambangpriantono berkata:

    Kudu akeh diawasi saiki pola makane barang *Eling ibu ndik omah*

  10. anchaanwar berkata:

    Semoga lekas pulih ya Wan…Miris bacanya 😥

  11. sicantikdysca berkata:

    aduuuuh sedih bacanya wan… moga ibu makin pulih ya wan.dilema memang, kita punya niat baik memastikan obat telah dikonsumsi tp takut membuat ibu tersinggung ‘apaan ini bolak-balik ditanya’. hiks. Moga ihwan & ivon diberi kesabaran, kekuatan dlm merawat ibu yaaa..

  12. srisariningdiyah berkata:

    sedih banget bacanya wan… keinget bapakku yang juga lagi sakit2an lagi akhir2 ini, dan bikin aku setiap hari seminggu terakhir kudu bolak balik Jakarta – Depok, jam 4 pagi berangkat dari rumah bapak ke kantor, sore pulangnya ke Depok beres2 rumah, masak & nyiram bunga, malam balik ke rumah bapak, dini hari ke kantor lagi, berulang cape juga rasanya, tapi pengen banget ada di dekat bapak ibu kalo lagi situasinya begini…semoga ibu cepet pulih ya wan…

  13. dieend18 berkata:

    moga ibu cpt pulih ya wan… Aamiin

  14. tintin1868 berkata:

    semoga ibu cepat sembuh wan.. emang di rumah ibu ga ada sapasapa? hanya ihwan dan ivon di bagian utara?semoga nanti hasilnya bagus ya..

  15. tintin1868 berkata:

    srisariningdiyah said: sedih banget bacanya wan… keinget bapakku yang juga lagi sakit2an lagi akhir2 ini, dan bikin aku setiap hari seminggu terakhir kudu bolak balik Jakarta – Depok, jam 4 pagi berangkat dari rumah bapak ke kantor, sore pulangnya ke Depok beres2 rumah, masak & nyiram bunga, malam balik ke rumah bapak, dini hari ke kantor lagi, berulang cape juga rasanya, tapi pengen banget ada di dekat bapak ibu kalo lagi situasinya begini…semoga ibu cepet pulih ya wan…

    haduh kebayang capenya.. ga pindah saja sementara ke rumah ibubapak?

  16. rengganiez berkata:

    semoga Ibu cepet sembuh ya, Ihwan….

  17. asasayang berkata:

    Mb ivon di rumah kan? Gmana kalo mb ivon yg nyediain obatnya?Smga baik2 saja

  18. ydiani berkata:

    moga ibu cepet sembuh ya

  19. aniadami berkata:

    moga ibu segera membaik ya wan.

  20. thetrueideas berkata:

    Moga ibunya segera diberikan kesembuhan, aamiin…

  21. ivoniezahra berkata:

    Hani : Sebenarnya hal ini bukan hny tanggung jwbku n mas ihwan, tp jg tanggung jwb anaknya yg lain. Memang selm ini kmi tinggal bersama dan ada kakak ipar jg. Kalu harapnku n mas ihwan, ank2ny yg selain bs sling membntu merawat ibu. Aq ma mas ihwan sdh bertnggung jwb penuh urusan finansial pengobtn selm ini, dn mungkn kakak2 iparku bs bntu dlm hal lain.@Lina : Yup, sekrng aku yg mengontrol wkt minum obtnya lin. Bgku bukan mslah mahalnya, tp displinya untk proses kesembuhan. Makasih doanya ya. Kejadian semlm mengingatkn pd jtuhnya bpkq dn berujung kematian 😦

  22. lovusa berkata:

    Aamiin aamiiin.. Semoga ibu diberi kesembuhan yg terbaik

  23. nawhi berkata:

    justwik said: Moga ibu cepet baikan…dan nanti bisa gendong cucu Enju

    aamiin, makasih Mbak.harapanku juga gitu, kan tinggal aku yg belum memberikan cucu buat Ibu.

  24. nawhi berkata:

    rirhikyu said: duhhh semoga semua baik2 aja ya wan…*bantu doa*

    aamiin, makasih ya Feb.

  25. nawhi berkata:

    akinaspeedstar said: moga cepet sembuh dan sehat selalu ibunya…mudah2an doa di bulan Ramadhan ini diijabah oleh Allah…aamiin…

    aamiin-aamiin, makasih Mas 🙂

  26. nawhi berkata:

    dedew80 said: Duh deg2an bacanya wan, smga ibu bisa lbh disiplin minum obat wan, kudoain ibu sehat trus aamiin..

    aamiin-aamiin, makasih ya Mbak Dewi.

  27. nawhi berkata:

    ayanapunya said: moga ibunya cepat baikan ya, mas ihwan..

    aamiin, makasih Yana.

  28. asasayang berkata:

    yg sabar ya mb. . Jaga kesehatan diri dan baby enju juga. .

  29. nawhi berkata:

    rhehanluvly said: ya allah mas, gimana sekarang kondisinya?diingetin lho mas ibunyatanggung jawab mas mbak ivon sama ibu

    Alhamdulillah, udah baikan n bisa jalan n aktivitas lagi sejak pagi tadi, tapi ga boleh capek2. yupe, kudu sering ngingetin baik soal obat n aktivitasnya agar ga capek2.iya, doain aku bisa bertanggung jawab dengan baik atas mereka berdua.

  30. nawhi berkata:

    masfathin said: Aku jg akan memperketat pola makan ibu ntar kl udah sembuh. Semoga ibu kita sembuh sehat wal alfiat dan bisa menikmati Ramadhan ya Wan.

    ibunya Yayan sakit apa?aamiin, bisa lebaran juga ya.

  31. nawhi berkata:

    bambangpriantono said: Get well soon yo Wan

    aamiin, suwun Sam.

  32. nawhi berkata:

    bambangpriantono said: Kudu akeh diawasi saiki pola makane barang *Eling ibu ndik omah*

    nah itu Mas, Ibu ga mau kalau masakannya ga pake garam, hambar.padahal kata dokter kudu free garam kalau bisa.

  33. nawhi berkata:

    anchaanwar said: Semoga lekas pulih ya Wan…Miris bacanya 😥

    aamiin, makasih Cha.iya, semoga ortumu sehat2 selalu ya Cha.

  34. nawhi berkata:

    sicantikdysca said: aduuuuh sedih bacanya wan… moga ibu makin pulih ya wan.dilema memang, kita punya niat baik memastikan obat telah dikonsumsi tp takut membuat ibu tersinggung ‘apaan ini bolak-balik ditanya’. hiks. Moga ihwan & ivon diberi kesabaran, kekuatan dlm merawat ibu yaaa..

    aamiin, makasih Mbak.itulah yang aku rasain kemarin2, kadang ya nanya, kadang ya percaya aja sama ucapan Ibu.

  35. nawhi berkata:

    srisariningdiyah said: sedih banget bacanya wan… keinget bapakku yang juga lagi sakit2an lagi akhir2 ini, dan bikin aku setiap hari seminggu terakhir kudu bolak balik Jakarta – Depok, jam 4 pagi berangkat dari rumah bapak ke kantor, sore pulangnya ke Depok beres2 rumah, masak & nyiram bunga, malam balik ke rumah bapak, dini hari ke kantor lagi, berulang cape juga rasanya, tapi pengen banget ada di dekat bapak ibu kalo lagi situasinya begini…semoga ibu cepet pulih ya wan…

    Bapak sakit apa Mbak? maap kemarin belum liat komenku di qn-nya Mbak udah dijawab apa belum.Duh ga kebayang capeknya Mbak Arie selama ini, semoga Bapak lekas sembuh n Mbak dikasih kekuatan n kesabaran merawat beliau, aamiin.aamiin, makasih Mbak.

  36. nawhi berkata:

    dieend18 said: moga ibu cpt pulih ya wan… Aamiin

    aamiin, makasih ya Dee,.

  37. nawhi berkata:

    tintin1868 said: semoga ibu cepat sembuh wan.. emang di rumah ibu ga ada sapasapa? hanya ihwan dan ivon di bagian utara?semoga nanti hasilnya bagus ya..

    ada keluarga Mbak, tapi kamar mereka di atas. ini sekarang udah pindah lagi ke bawah kamarnya.aamiin, makasih Mbak.

  38. nawhi berkata:

    rengganiez said: semoga Ibu cepet sembuh ya, Ihwan….

    aamiin, makasih Mbak Niez.

  39. nawhi berkata:

    asasayang said: Mb ivon di rumah kan? Gmana kalo mb ivon yg nyediain obatnya?Smga baik2 saja

    iya, sekarang kami yg pegang obatnya.aamiin, makasih Lin.

  40. nawhi berkata:

    ydiani said: moga ibu cepet sembuh ya

    aamiin, makasih Mbak Yelli.

  41. nawhi berkata:

    aniadami said: moga ibu segera membaik ya wan.

    aamiin, makasih Mbak Ani.

  42. nawhi berkata:

    thetrueideas said: Moga ibunya segera diberikan kesembuhan, aamiin…

    aamiin, makasih Mas Syamsul.

  43. nawhi berkata:

    lovusa said: Aamiin aamiiin.. Semoga ibu diberi kesembuhan yg terbaik

    aamiin, makasih Mbak Gita.

  44. ranumber77 berkata:

    Wis, saiki dha dijogo lan dungo dinungo.

  45. ranumber77 berkata:

    Wis, saiki dha dijogo lan dungo dinungo.

  46. nawhi berkata:

    ranumber77 said: Wis, saiki dha dijogo lan dungo dinungo.

    iyo mas, selama ini aku ya udah berdoa agar ibu n emak (mertua) selalu sehat. mungkin kudu lebih khusyuk lagi doanya.

  47. tintin1868 berkata:

    sabar ya ivon dan ihwan dalam merawat ibunda.. selalu sehat semua..

  48. nawhi berkata:

    tintin1868 said: sabar ya ivon dan ihwan dalam merawat ibunda.. selalu sehat semua..

    iya Mbak, makasih doanya 🙂

  49. syifarah berkata:

    hiks…idem Wan, ibuku juga habsi kena stroke. Alhamdulillah udah keluar dari RSUD dan sekarang udah di rumah. Sedih banget, ga bisa jenguk n nemani karena aku ga bisa pulang ke Ngalam. Semoga ibumu segera sehat ya…saling mendo’akan ya pren…

  50. darnia berkata:

    Astaghfirullah..semoga Ibu enggak makin parah sakitnya ya, Mas..semoga second opinion Dokter Wahyudi juga enggak semenakutkan dokter RKZ.Njenengan sama mbak Ivonne jangan ikutan stres ya. Dido’akan terus yo, Mas…Bismillah..moga-moga Ibu cepat sembuh…

  51. trewelu berkata:

    semoga ibu cepet sembuh dan pulih kembali…

  52. moestoain berkata:

    Tak bisa lepas dari obat2an. Seperti ayah mus.

  53. myshant berkata:

    turut mendoakan semoga ibunya cepet sembuh ya Wan, harus cepat penangannya

  54. azitafebriani berkata:

    Mau sharing ni mas,mamaku juga udah kena serangan stroke beberapa bulan yang lalu, setelah sebelumnya pasang ring di jantung karena penyempitan pembuluh darah. Nah sejak saat itu sampai seumur hidup (kata dokternya), mama harus makan obat setiap hari, dan obatnya ini sekali makan lebih dari 4 macam. Karena kami anak-anaknya menyebar dilain kota, otomatis ga bisa setiap hari kontrol obatnya mama sedangkan mama juga suka bingung sendiri mana aja obatnya yang harus dimakan kapan saking banyaknya. Jadi solusinya, kami belikan mama kotak obat yang isinya 3×7 kotak kecil2 itu. setiap seminggu sekali pas kakak yang dijakarta pulang ke bandung, dia yang bertugas memilah-milah obatnya kedalam kotak2 itu sesuai dengan waktunya pagi, siang, malam, senin sampai minggu. Jadi kami tinggal mengingatkan via telpon dan mama tinggal makan obat sesuai dengan kotaknya masing-masing. Dari kotaknya sendiri bisa jadi pengingat untuk mama apakah udah diminum atau belum obatnya. Mungkin bisa juga mas ihwan & mbak ivone pakai kotak kaya gitu untuk memudahkan pengontrolan & pemberian obat :)Semoga kondisi ibu cepet segar dan pulih ya.

  55. sahabatry berkata:

    Maaf mas saya baru baca postingan ini,,dan ikut prihatin juga 😦 Smoga ibunya mas Ihwan cepat pulih dan yg terpenting support dari keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s