Pagi tadi saat mengeluarkan motor di teras rumah, saya menemukan sebuah bungkusan plastic yang menarik perhatian. Saya lalu mengambilnya dan membuka bungkusan plastic tersebut.
Ternyata di dalamnya berisi tiga kertas seperti tampak di bawah ini. Saya langsung menduga ini pasti salah satu modus penipuan.


Hadiahnya menggiurkan. Agar meyakinkan dipasang juga foto Direkturnya PT Kraft, Kepala Dep. Sos sama Notaris segala. Pada narsis semua neh kayaknya

Masih kurang yakin? Ditambah lagi surat dari kepolisian.
Nggak lupa pasang fotonya juga doong

Horeee, saya (katanya) dapat hadiah Honda Jazz, aamiin.

Yang membuat saya curiga adalah catatan yang tertera di syarat dan ketentuan penerimaan hadiah di point nomer 1.

Di situ ditulis begini: Mohon untuk merahasiakan kemenangan anda kepada orang lain sebelum hadiah tersebut diserahkan kepada anda untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lhaa kok aneh banget, masa kita punya kabar gembira, mau dapat hadiah 1 unit mobil Honda Jazz nggak boleh bilang sama keluarga gitu? Kan ya hak-hak kita dong.

Trus keanehan yang kedua, perhatikan deh nama perusahaannya. Di situ tertulis: PT KRAFT FOODS COMFANY INDONESIA.
Hellooo, bayangin perusahaan sekelas PT Kraft yang memproduksi berbagai macam makanan itu sampai salah nulis COMPANY?

Berhubung naluri iseng lagi kumat, maka pas di kantor tadi saya mencoba untuk menghubungi nomer yang tertera di kupon hadiah tersebut. Awalnya saya sempat ragu sih, takut kalau nanti orang yang saya telpon itu memiliki kemampuan menghipnotis lewat telepon. Bisa berabe dong kalau saya sampai kena beneran. Makanya pas menelpon pertama itu saya hanya diam aja, padahal di sana udah bilang hal-halo berkali-kali. Baru di telepon kedua saya beranikan diri untuk bicara.

Saya: Apa benar ini Oreo yang ada kupon hadiah Honda jazz itu? (nada suara saya sengaja saya buat yang lugu banget, emang dasarnya udah lugu kale lo Wan)
Mr.X: Iya benar. (suaranya terdengar berat dan berwibawa gitu) Ini dengan Bapak siapa?
Saya: Dengan Bapak Doni. (enak aja pakai nama asli)
Mr.X: Bapak Doni sudah pernah menghubungi nomer ini sebelumnya?
Saya: Belum Pak, baru kali ini.
Mr.X: Bapak Doni tinggal di daerah mana?
Saya: Di Malang. Kalau Bapak ini kantornya dimana?
Mr.X: Di kuponnya kan sudah tertera Pak, di bagian kanan atas. Bapak dapat kuponnya dari mana?
Saya: Tadi anak saya beli Oreo trus ada kupon hadiahnya. Saya berbicara dengan Bapak siapa?
Mr.X: Marzuki Darusman. (saya agak lupa namanya tadi, seingat saya sih itu)
Saya: Lalu cara pengurusan hadiahnya gimana Pak?
Marzuki: Berapa nomer seri yang tertera di kuponnya?
Saya: 257 WT.
Marzuki: Kami akan cek terlebih dahulu apakah benar Bapak mendapat hadiah Honda Jazz. Mohon Bapak menghubungi kami lagi nanti.
Saya: Saya tunggu aja ya Pak? *ceritanya yang mau dapat hadiah ini ngebet banget*
Marzuki: oh iya…(suaranya kurang jelas terdengar)
Saya: Bagaimana Pak?
Marzuki: Iya, katanya mau nunggu.  (nadanya terdengar agak kesal gitu wekekekeke)
Saya: Sabar dong Pak, jangan gitu.
Marzuki: Bapak tadi katanya mau nunggu, ya sudah ditunggu sebentar (tambah marah dianya)

Saya pun lalu menunggu, sumpah deh beneran kurang kerjaan saya ini sampai mau nungguin si Marzuki ini. Dari telepon sayup-sayup terdengar seperti suara anak kecil dan seorang wanita. Si Marzuki ini terdengar berbicara dengan mereka. Lhaa, ini pegimana sih kok malah calon penerima hadiah dikacangin. Lagian masa di kantor head office ada suara anak kecil segala? Mungkin tadi habis pulang sekolah trus mampir kantor bapaknya kali yaaa 😛

Karena lama banget nunggunya, saya lalu matikan telpon dan balik ke tempat duduk saya. Saya tunggu agak lama, berharap si Marzuki ini menelpon balik saya. ternyata nggak ditelpon-telpon.

Kebetulan saya ditemani OB bank swasta yang kantornya ada di depan warnet saya, dia lalu nyuruh saya mencoba hubungi nomer lain yang tertera di kupon.

Saya: Halo, apa benar ini Suara Konsumen Oreo?
Mr.X: Iya benar, ada yang bisa kami bantu Pak?  (dari suaranya, saya tahu kalau yang menerima ini ya si Marzuki yang tadi)
Saya: Saya dapat kupon hadiah Oreo berupa Honda Jazz, apakah itu benar?
Marzuki: Iya benar Pak. Dengan Bapak siapa dan di mana?
Saya: Dengan Rinto, di Surabaya.  (Duh, saya kelirunya di sini. Wong jelas-jelas pakai nomer Malang telponnya, lha kok ngakunya dari Surabaya)
Marzuki: Bapak sudah pernah menghubungi kami sebelumnya?
Saya: Belum pernah Pak, baru di nomer ini.
Marzuki: Berarti Bapak sudah membohongi kami. Bapak sudah menghubungi kami di nomer satunya tadi.
Saya: Aaah masa, bukannya Bapak yang mau menipu sayaa??

Telepon langsung ditutup sama si Marzuki. Sementara saya dan OB ketawa cekikikan berhasil mengerjai si penipu itu.

Yang jadi pemikiran saya berikutnya adalah penipu itu pasti sudah mempunyai sindikat/jaringan yang terorganisir dengan rapi sehingga bisa mendistribusikan Oreo yang sudah diselipi kupon hadiah palsu itu hingga ke Malang dan daerah lainnya. Apakah pihak distributor makanan tidak mengetahuinya??

 

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

3 responses »

  1. Wiwik Priyono berkata:

    Orang sekarang ada aja akalnya untuk cari duit.
    Bisa lapor polisi tuh…

  2. ibuseno berkata:

    iseng bener ya ngisengin penipu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s