Selama dua minggu ini kami diuji kesabaran kami menanggung rasa rindu untuk segera bertemu dengan Baby Enju.

Ujian Pertama

Dimulai dengan kabar kelahiran bayi teman blogger kami, Dani pada hari Senin, 14 Januari 2013 melalui operasi caesar dikarenakan air ketubannya sudah habis. Padahal HPL-nya itu masih tanggal 8 February, selisih empat hari dengan HPL Baby Enju. Bayinya Dani berjenis kelamin perempuan, namanya Danesh. Kalau panjangnya saya lupa.

Yang ajaib adalah rumah sakit tempat lahirnya Danesh itu sama dengan rumah sakit tempat kami kontrol kehamilan selama ini, RSIA Melati Husada. Daan pada hari yang sama kami berdua juga berada di sana karena pada sehari sebelumnya Mama Enju mengalami kontraksi yang cukup kuat dari sore hingga jam dua dini hari. Padahal biasanya jika mengalami kontraksi hanya sebentar, dibuat rebahan langsung hilang.

Karena kuatir terjadi apa-apa, maka saya menghubungi Dr. Maria Ulfa, dokter kami, oleh beliau kami disuruh untuk segera ke rumah sakit saja.

Setelah menyiapkan semua pakaian dan perlengkapan Baby Enju, kami berangkat berdua saja pada dini hari yang sejuk itu dengan mengendarai motor. Jarak dari rumah ke rumah sakit tidak terlalu jauh, sekitar 10 menitan.

Sesampainya di sana, Mama Enju segera dibaringkan di ruang bersalin. Pikiran saya saat itu, mungkin Baby Enju sudah waktunya lahir. Oleh suster yang jaga malam, perut Mama Enju ditempelin alat pengukur detak jantung bayi. Butuh waktu kurang lebih dua puluh menitan untuk mengetahui hasilnya.

Syukurlah detak jantung Baby Enju bagus, trus dari grafk terlihat kalau kontraksi sempat memuncak namun hanya satu kali. Setelah itu Mama Enjupun disuruh istirahat sampai esok hari. Karena kontraksi yang cukup kuat, Mama Enju tidak bisa tidur dengan nyenyak, sesekali pasti terbangun merasakan kontraksi yang datang dan pergi tanpa permisi itu. Saya sendiri juga harus berjuang melawan rasa demam karena masuk angin yang nggak kunjung sembuh dua hari yang lalu. Ditambah kami tidak boleh memakai alas kaki, padahal lantai ruang UGD-nya cukup dingin. Benar-benar perjuangan tersendiri bagi kami.

Pukul setengah delapan pagi akhirnya Dr.Maria Ulfa datang, katanya beliau sengaja datang lebih lama untuk memberi kesempatan pada jalan lahir Mama Enju untuk membuka.

Setelah diperiksa, ternyata Mama Enju belum juga mengalami pembukaan. Dr.Maria memberikan penjelasan dan semangat kepada kami, terutama Mama Enju bahwa jika menginginkan persalinan normal maka harus betah merasakan kontraksi dan sakit yang amat sangat. Diputuskan untuk menunggu hingga siang hari. Dokter Maria tidak memilih obsi memberikan drip, beliau ingin kontraksi muncul dengan alami.

Selama proses penantian itu, kontraksi yang dialami Mama Enju terus datang dan pergi seenaknya. Kadang saya sampai kasihan melihat Mama Enju yang kelelahan menahan rasa sakit. Semua keluarga dan sahabat udah pada kirim pesan berisi doa dan saran-saran agar kelahirannya diberi kemudahan. Mulai dari membaca surat Al-Kautsar hingga ada yang membawakan rumput fatimah.

Jam setengah dua belas, Dr.Maria datang untuk memeriksa keadaan Mama Enju. Ternyata masiiih saja belum ada pembukaan di jalan lahir. Berarti emang belum waktunya Baby Enju untuk lahir. Kontraksi-kontraksi yang dialami itu hanyalah kontraksi palsu. Beliau lalu menyarakan kami untuk pulang saja.

Naah ternyata di ruangan operasi, pada jam yang sama teman blogger kami, Dani sedang bersiap-siap menjalani operasi karena air ketubannya habis. Kami sendiri tidak tahu jika Dani berada di rumah sakit yang sama, maklum mungkin karena lagi persiapan operasi jadi Dani sudah tidak kepikiran lagi untuk sekedar memberitahukan kedatangannya di Malang. Andai saja Dani sms, mungkin kami bisa ikut menanti detik-detik operasi bayinya.

Ujian Kedua

Hari Sabtu tanggal 19 Januari 2013 kami kontrol lagi. Keadaan Mama Enju sudah sehat bugar meski kontraksi masih saja datang sesekali. Dari hasil pemeriksaan keadaan Baby Enju sehat, BB-nya sudah mencapai 2800 kg. Cukup takjub juga saya melihat peningkatan BB-nya yang sangat banyak itu, mengingat selama ini banyak orang yang berkomentar ‘miring’ melihat keadaan perut Mama Enju yang terlihat kecil itu. Allah memang Maha Pengertian, Mama Enju yang badannya kecil itu diberi kehamilan yang sesuai dengan kemampuan tubuhnya namun BB Babyu Enju tetap normal seperti bayi pada umumnya.

Naah, saat kontrol itu saya secara tak sengaja hampir bertabrakan dengan seorang pria yang terlihat terburu-buru masuk ke bagian rawat inap. Waktu itu saya seperti merasa pernah mengenalnya, wajahnya mirip dengan suami teman kerja, namanya Tiwik,Β  yang juga hamil tua. Selisih kehamilannya sekitar dua mingguan dengan Mama Enju. Karena konsen dengan pemeriksaan Mama Enju saya tak sempat mengkonfirmasi pada Tiwik.

Eh besoknya ketika Mama Enju membuka Facebook, muncullah sebuah status dari akun FB Tiwik yang mengabarkan kelahiran bayinya pada hari Minggu di Melati Husada. Oalah ternyata kami ‘kecolongan’ dua kali. Bayinya berjenis kelamin perempuan, lahir lewat operasi juga karena ketubannya pecah dini. Dugaan saya, frekuensi naik motor yang cukup seringlah yang menjadi penyebabnya. Selama ini Tiwik emang masih mengendarai motor sendirian jika bekerja.

Hmmm dengan dua kelahiran bayi teman-teman kami yang lebih cepat dari HPL-nya, bahkan mendahului HPL Baby Enju membuat saya makin tak sabar ingin segera bertemu Baby Enju. Apalagi tadi juga barusan membaca kelahiran bayi teman blogger lainnya.

Baby Enju…seperti apakah wajahmu nak?

Papa sudah tak sabar ingin segera bertemu denganmu.

Sehat-sehat ya di sana, nanti lahirnya yang lancar dan jangan bikin Mama Enju kesakitan yaa he3. Semoga kalian berdua sehat dan selamat, aamiin.

Papa serahkan semuanya pada Allah, Dialah yang tahu kapan waktu yang tepat bagi kamu untuk lahir ke dunia.

 

 

 

 

 

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

28 responses »

  1. debapirez berkata:

    wah, sama ya RS-nya dgn Dani…

    banyak2 berdoa ya (terutama surat Al Kahfi). kalau menunggu persalinan normal emang bikin deg2an krn ga tahu kpn mau lahirnya πŸ™‚

  2. faziazen berkata:

    wah Dani dah lahiran to..makasih infonya

  3. faziazen berkata:

    wah please jangan minum rumput fatimah..
    di rs tempatku melahirkan ampe ada pengumumannya di tembok..katanya menyebabkan kerusakan pada rahim, karena kadar oksitonnya terlalu tinggi

    terus dikasih obat apa? kalau kontraksi terlalu sakit emang bahaya..dulu aku dikasi duvaldin

  4. ayanapunya berkata:

    waah..ternyata satu rumah sakit sama danesh πŸ™‚

  5. nengwie berkata:

    Semoga dimudahkan… mama dan dede enju sehat dan selamat…aamiin.

  6. Wiwik Widiyatni berkata:

    Semoga lancar dan normal persalinannya. Baby enju sehat….
    Jadi suami siaga ya, mas….

  7. tinsyam berkata:

    semoga lancar jaya ya dan dimudahkan jalan lahirnya baby enju.. hore bisa sebayaan deh danesh & enju nanti juga anak temennya..

  8. matahari_terbit berkata:

    aamiin.. moga lancar
    sehat2 semuanya =)

  9. anotherorion berkata:

    berarti lairane cedak2 iki ya wan?

  10. Dee An berkata:

    Moga lancar dan tetep sehat ya sampe lahiran nanti…..
    istrinya adekku baru ngelahirin tgl 21 januari kemaren, cewek…. alhamdulillah normal… πŸ™‚
    ayooo enju… semangat… banyak temennya tuuuh… πŸ™‚

  11. thebimz berkata:

    semoga dimudahkan Wan πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s