Setiap orang pasti memiliki impian di dalam hidupnya. Bagi yang masih lajang biasanya memiliki impian bisa pergi berlibur ke seluruh Indonesia hingga luar negeri. Bagi yang sudah berkeluarga biasanya impian utamanya adalah memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Menyusul kemudian impian-impian lainnya seperti memiliki rumah dan mobil, menikmati masa tuadengan dana pensiun yang mencukupi, terjamin kesehatannya hingga bisa menunaikan ibadah haji bagi yang muslim.

Untuk mewujudkan impian-impian itu sudah pasti kita harusmenabung dan pilihan yang paling populer adalah menabung di bank. Bank menjadi pilihan populer karena tingkat keamanan, suku bunga dan kemudahan dalammengambilnya.

Namun dalam kehidupan ini segala kemungkinan bisa saja terjadi. Mungkin di saat tabungan kita baru berjalan beberapa bulan mendadak kita atau anak kita sakit hingga perlu dirawat rumah sakit. Bahkan ketika penyakit yang diderita begitu berat sehingga memerlukan tindakan serius seperti operasi misalnya. Tentunya hal ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Mau tidak mau tabungan yang kita peruntukkan untuk pendidikan anak atau pergi haji harus kita ambil. Berkuranglah jumlah saldo tabungan kita dan makin berjaraklah antara impian kita dengan kenyataan. Bahkan yang lebih tragis, bukan hanya tabungan yang habis bahkan kadang aset-aset seperti kendaraan, perhiasan, tanah hingga rumah harus kita jual.

Jika kita tidak punya aset-aset tersebut lalu akan kemanakita mencari tambahan biaya? Meminta kepada bank tempat kita menabung? Jelasmereka tidak akan memberikannya. Lalu kemanakah kita harus mencari jalan keluar?

Dari sinilah saya akan mulai berbagi cerita.

Pada bulan Agustus 2013, saat Aiman berusia tujuh bulan,saya membuka tabungan baru yang saya pergunakan untuk biaya pendidikan Aiman. Untukmemutuskan membuka tabungan pendidikan ini saya telah berunding dengan istri tercinta mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Adapun kelebihan tabungan pendidikan ini antara lain:

  1. Aiman mendapatkan fasilitas rawat inap gratis di beberapa rumah sakit yang menjadi rekanannya. Segala biaya mulai dari biaya kamar hingga obat gratis untuk buah hati kami dengan pelayanan minimal kelas II. Sebenarnya Aiman juga mempunyai asuransi dari tempat saya bekerja (baca: askes) namun hanya ditanggung 40%.
  2. Saya sebagai orang tua juga mendapatkan perlindungan jiwa, jika saya mengalami kecelakaan atau sakit yang serius maka kami akan mendapatkan santunan. Bahkan jika saya meninggal dunia maka tabungan pendidikan ini akan terus dilanjutkan oleh pihak bank.
  3. Tabungan ini akan diinvestasikan di sektor-sektor yang menguntungkan sehingga kelak saat tabungan ini saya ambil untuk biaya pendidikan Aiman jumlahnya akan berlipat ganda.

Bismillah, kami pun lalu memantapkan hati untuk membukatabungan pendidikan untuk Aiman.

Pada bulan Oktober 2013, Aiman mengalami diare dan sakit panas. Kami sudah mencoba mengobatkannya ke dokter anak namun hingga tiga hariberjalan sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Oleh dokter yangmenangani Aiman diharuskan opname dan menjalani tes darah. Dari hasil tes darahAiman dinyatakan terkena infeksi saluran pernafasan atas. Sungguh saat itu sayasangat bingung karena jujur saja saya tidak mempunyai uang sama sekali. Untunglah ada bulek yang berbaik hati meminjamkan uang untuk biaya rumah sakit.

Karena panik saya sampai lupa bahwa Aiman mempunya ifasilitas rawat inap gratis dari tabungan pendidikannya. Selepas pulang darirumah sakit saya lalu mengumpulkan semua berkas diagnosa penyakit Aim besertarincian biaya perawatannya untuk diklaimkan. Alhamdulillah dalam waktu seminggu biaya yang sudah kami keluarkan mendapatkan ganti 100 %.

Di bulan Januari 2014, kami diuji lagi. Aiman terkena diare dan panas yang mengharuskannya diopname lagi. Dari hasil diagnose dokter diketahui kalau Aim menderita fimosis (kecilnya lubang penis bayi) yang menjadi sumber infeksi yang dialaminya. Alhamdulillah biaya opname yang kedua ini juga tercover oleh tabungan pendidikan Aiman.

Agar infeksi yang dialami Aiman tidak berulang kembali dantidak menganggu pertumbuhannya, oleh dokter yang menanganinya kami disarankan untuk segera mengkhitankan Aiman. Tentunya mengkhitankan bayi berumur satutahun tidak sembarangan, harus ditangani oleh dokter urologi dan memerlukan biaya yang cukup besar. Setelah mencari second opinion, keputusan khitan memangharus kami lakukan. Kami lalu mencari rumah sakit yang bisa melakukannya.

Alhamdulillah kami menemukan dokter urologi di salah saturumah sakit yang menjadi rekanan tabungan pendidikan Aiman. Dengan hanya menunjukkan kartu saja,  Aiman langsung ditangani oleh pihak rumah sakit. Semua biaya rawat inap hingga khitan yang mencapai tujuh juta ditanggung semua oleh tabungan pendidikan Aiman.

Saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberikan pertolongan kepada Aiman melalui perantara tabungan pendidikan tersebut. Saya tidak tahu kemana harus mencari pinjaman jika tidak ada tabungan pendidikantersebut. Dan kabar gembiranya, meski Aiman sudah memanfaatkan fasilitas rawat inap hingga tiga kali namun hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada jumlah tabungan yang kelak akan diterima Aiman saat kuliah.

Itulah sekelumit kisah saya tentang tabungan pendidikan Aiman yang mempunyai multifungsi tersebut. Sebagai seorang teman, sahabat dan sesama orang tua saya pun ingin kalian semua juga merasakan manfaat yang sangat besarini. Apa yang saya tulis bukanlah lips service atau bualan promosi semata namun kenyataan yang benar-benar saya alami.

Jika kalian tertarik dengan tabungan pendidikan tersebut,silakan hubungi saya di nomer 082233822410 atau pin BB: 7D795A8C. 

Jangan tunda lagi, demi masa depan buah hati kita yang lebih baik di masa yang akan datang!

 

Iklan

About Mr. Moz

Berjiwa muda dan semangat dalam berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s